Aceh, Damai Yang Indah

Menikmati alam bawah air di perairan Pulau Rubiah. Foto Andi LubisOleh: ANDILUBIS

“Peu haba ???”

Begitulah orang Aceh menyapa dan menanyakan kabar. Kesan ramah begitu terasa ketika kita berjumpa umumnya orang Aceh. Sikap ini begitu spontan karena masyarakat Aceh memegang teguh prinsip “Peumelia Jamee” yang berarti memuliakan tamu.
Alam Aceh memiliki karakter yang begitu komplit. Keindahan alamnya terbentang berbentuk pegunungan, laut, pantai, danau, goa, air terjun, dan situs-situs sejarah yang menceritakan kejayaan Aceh di masa lalu.

Kota Banda Aceh yang menjadi ibukota Propinsi Aceh, misalnya. Kota ini dikelilingi pegunungan dan pantai yang langsung menghadap samudera. Suasana sunrise dan sunset tak sulit dijumpai di sini. Lanjutkan membaca Aceh, Damai Yang Indah

Benarkah Tuanku Imam Bonjol Seorang Salafi ?

File:Tuanku Imam Bonjol.jpgOleh: Abu Mujahid

Berbicara tentang sumber sejarah, salah satu rujukan sejarawan Belanda dan Indonesia dalam menuliskan riwayat hidup Imam Bonjol adalah Naskah Tuanku Imam Bonjol. Naskah ini semacam memoar pribadi Imam Bonjol.

Naskah itu diterbitkan kembali dalam “Inlandsche getugenissen aangaande de Padri-oorlog” yang ditulis Ph.S. van Ronkel di majalah berbahasa Belanda, De Indische Gids, edisi ke-37, tahun 1915.

Van Ronkel termasuk orang Belanda yang memiliki perhatian terhadap peristiwa-peristiwa lokal di Nusantara waktu itu.

Dalam salah satu bagian, Naskah Tuanku Imam Bonjol mengungkapkan bahwa Imam Bonjol pada akhirnya merasa bimbang dengan apa yang dibuat gerakan Padri. Ia merasa apa yang dilakukan oleh mereka selama ini tidak senapas dengan Al-Qur’an. Lanjutkan membaca Benarkah Tuanku Imam Bonjol Seorang Salafi ?