Kemenangan Petembak Indonesia di Australia Terus Bergema

Oleh: Ingki Rinaldi dan Edna C Pattisina (nasional.kompas.com)

KOMPAS – Kompetisi menembak Australian Army Skill at Arms Meeting yang berlangsung di Puckapunyal, Victoria, Australia, berakhir pada 23 Mei lalu. Kontingen Indonesia yang diwakili tim TNI AD menjadi juara dengan memboyong 30 medali emas dari 50 medali emas yang diperebutkan.

Kebanggaan membuncah di dada sebagian besar orang Indonesia. Pembicaraan tentang kemenangan telak atas kontingen dari negara lain, seperti Australia dan Amerika Serikat, yang relatif mengejutkan itu menjadi buah bibir.

Sebagian membicarakan para petembak yang turut serta. Sebagian lagi membincangkan tentang senjata-senjata buatan PT Pindad yang pabriknya berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan dipergunakan para petembak Indonesia dalam kompetisi itu.

Pembicaraan itu bahkan terus bergema jauh setelah kompetisi usai. Hingga Jumat (5/6), pembicaraan tentang hal itu juga terus bergema di linimasa media sosial seperti Twitter.

Layanan aplikasi Topsy mencatat, sebanyak 1.925 kali kata “Pindad” dipergunakan dalam satu hari terakhir sejak sebelum Jumat pagi pukul 09.16 WIB. Lanjutkan membaca Kemenangan Petembak Indonesia di Australia Terus Bergema

Iklan

TNI Akan Tambah 17 Pos Baru Diperbatasan

Oleh: Editor Ruslan Burhani (www.antaranews.com)

“Tujuannya untuk menyatakan kehadiran negara dan memberi rasa aman kepada rakyat kita yang tinggal di dekat perbatasan dengan negara tetangga,”

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berencana menambah 17 pos baru di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Tujuannya untuk menyatakan kehadiran negara dan memberi rasa aman kepada rakyat kita yang tinggal di dekat perbatasan dengan negara tetangga,” kata Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono di Balikpapan, Rabu.

Kodam VI Mulawarman bertanggung jawab mengawasi perbatasan sepanjang 1.038 kilometer dari timur laut ke barat daya perbatasan dengan negara bagian Sabah dan Sarawak, dua negara federasi Malaysia. Lanjutkan membaca TNI Akan Tambah 17 Pos Baru Diperbatasan

Keberanian Prajurit TNI Mengusir Prajurit Malaysia Dari Karang Unarang

https://belanegarari.files.wordpress.com/2014/08/c1a80-rigid-hull-inflatable-boat-rhib-633.jpgOleh: Y Aris Setiawan

Tentu kita masih ingat konflik antara Indonesia – Malaysia di blok Ambalat beberapa tahun yang lalu dimana kapal – kapal perang Malaysia sering di ketahui keluar masuk perbatasan Indonesia dengan sesekali melakukan manuver tajam ke beberapa kapal perang TNI yang saat itu sedang menjaga di perbatasan ambalat.

Untuk menunjukkan bahwa wilayah tersebut adalah milik kedaulatan Indonesia maka di buatlah mercusuar tepatnya di perairan karang unarang. Wilayah tersebut di jaga oleh lima prajurit TNI matra laut dari korps Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersenjata dengan sebuah speedboat jenis stinger sebagai alat transportasi. Lanjutkan membaca Keberanian Prajurit TNI Mengusir Prajurit Malaysia Dari Karang Unarang

TNI Bangun Pangkalan Militer di Tanjung Datuk

Oleh: tempo.co

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan TNI akan segera membangun instalasi militer di Tanjung Datuk, Sambas, Kalimantan Barat. “Itu karena memang di sana tidak ada pangkalan militer,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu, 28 Mei 2014.

Menurut Moeldoko, rencana ini muncul juga atas dorongan masyarakat setempat yang disampaikan lewat Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Sambas pertahanan militer di perbatasan semakin kuat. “Pemerintah daerah bersepakat menyiapkan lahan untuk kepentingan militer,” ujar Moeldoko.

TNI akan membangun pangkalan TNI Angkatan Laut di sana. Untuk Angkatan Udara, TNI akan merenovasi landasan udara yang sebelumnya hanya sepanjang 750 meter menjadi 2.000-2.500 meter. Lanjutkan membaca TNI Bangun Pangkalan Militer di Tanjung Datuk

Usman Hamid: Teror LP Sleman Bisa Berefek Ganda

Oleh: Nikky Sirait (http://jaringnews.com)

Aparat seringkali cenderung lebih fokus pada upaya pembentukan citra dibandingkan pengungkapan fakta.

Aktivis HAM Usman Hamid mengecam serangan terhadap Lembaga Pemasyarakatan Sleman, Yogyakarta, yang terjadi pada Sabtu (23/3) dini hari. Menurut dia, serangan itu adalah serangan tersebut adalah serangan terhadap sistem hukum negara, karena mempertontonkan teror terhadap keamanan masyarakat.

“Teror yang dipertontonkan itu bisa saja berefek ganda, yaitu menimbulkan ketakutan terhadap masyarakat, dan bukan tidak mungkin bisa memicu kelompok lain yang memiliki motif kriminal untuk melakukan replikasi penyerangan terhadap lembaga negara lainnya. Terlebih lagi, lembaga pemasyarakatan selama ini diketahui sebagai tempat bagi para pelaku kriminalitas menjalani hukumannya,” ujar Usman dalam rilis yang diterima Jaringnews.com di Jakarta, Minggu (24/3).

Ia menuturkan, kegelisahan masyarakat terhadap institusi yang harusnya menjaga keamanan masyarakat akhir-akhir ini semakin meningkat. Lanjutkan membaca Usman Hamid: Teror LP Sleman Bisa Berefek Ganda

Arogansi Aparat

Oleh: suarakarya-online.com

ENTAH apa yang ada dalam pikiran oknum aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Lanud Roesmin Nurjadin yang dengan beringas tidak saja mengusir, tetapi memukul, mencekik, dan merebut peralatan kerja para wartawan yang meliput jatuhnya pesawat Hawk 200, di kawasan Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Apa yang terjadi menggambarkan bagaimana tidak mengertinya seorang aparat terhadap tugas wartawan.

Di medan perang saja seorang wartawan dalam menjalani tugas dilindungi, di wilayah damai aparat justru menjadikan wartawan bak musuh. Lanjutkan membaca Arogansi Aparat

DPR: KPK Jangan Ragu Bidik TNI

Oleh: http://www.indonesiamedia.com

Pengadaan alutsista TNI harus transparan.

Menjelang HUT ke-67 yang jatuh pada 5 Oktober, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituntut untuk transparan dalam menggunakan anggaran. Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan pernah ragu untuk membidik TNI bila ada laporan atau temuan yang mengindikasikan adanya korupsi di korps loreng ini.

Setelah reformasi, menurut Wakil Ketua Komisi III DPR M Nasir Djamil, TNI di antara lembaga-lembaga negara lainnya relatif jarang terdengar di publik terseret dalam pusaran isu korupsi. Lanjutkan membaca DPR: KPK Jangan Ragu Bidik TNI