Teuku Umar; Pahlawan Yang Sangat Berpengaruh Di Aceh (Bag I)

Oleh: Surya Okta on Multiply

11 Februari 1899 atau 109 tahun lalu, bertepatan bulan Ramadhan, Teuku Umar tersungkur jatuh dihantam peluru Belanda di Suak Ujong Kalak, Meulaboh, saat para pejuang sedang menunaikan sahur, beliau langsung roboh dan syahid dalam usia yang sangat produktif yaitu 45 tahun, seluruh pasukan kacau balau, sebuah takdir dan ketetapan Allah berlaku. Menurut beberapa sumber kematian tersebut disebabkan peluru yang bersarang di dada sebelah kiri dan juga di usus besar.

Jenazah Ampon Meulaboh dibawa lari, ada versi mengatakan pelarian melalui Pucok Lueng, Lanjutkan membaca Teuku Umar; Pahlawan Yang Sangat Berpengaruh Di Aceh (Bag I)

Cut Nyak Dhien; Sebuah Akhir di Tanah Sepi

cut-nyak-dhienOleh: Salamatahari

Tanggal 11 Desember 1906, Pangeran Aria Suriaatmaja, Bupati Sumedang waktu itu, kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan dari pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua, renta, rabun serta menderita encok. Seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih berumur 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tetap kelihatan tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria Suriaatmaja tidak menempatkannya di penjara. Lanjutkan membaca Cut Nyak Dhien; Sebuah Akhir di Tanah Sepi