Perjuangan Sekarang Melawan Kemiskinan Mental

Oleh: Lilik Rosida Irmawati

Pahlawan. Barangkali kata tersebut demikian sakral dan mampu menggetarkan setiap dada generasi pejuang yang dengan gagah berani mengangkat senjata dan menembus hujan peluru di medan laga. Siapapun akan mengakui ketekatan, kegagahan, keberanian arek-arek Suroboyo ketika berhadapan dengan kepungan tentara sekutu yang terlatih, dan dilengkapi dengan senjata-senjata canggih, senjata-senjata otomatis, baik yang mengarah dari daratan, lautan maupun udara. Lanjutkan membaca “Perjuangan Sekarang Melawan Kemiskinan Mental”

Peluru-Peluru

kakekOleh: Wa Ode Wulan Ratna

Tak pernah lupa ia pada suara dentuman meriam dan gencatan senjata yang membuatnya bangun pagi-pagi. Ia melihat sinar matahari masuk ke pembaringannya melalui celah jendela yang lapuk. Ia pun terduduk, berucap doa selamat pagi pada Tuhan dan memohonkan kemerdekaan. Ia mengenakan seragamnya, destar merah putihnya, dan pin merah putihnya. Layaknya prajurit yang lain, ia pun bergegas mengambil senjatanya, menyelempangkannya di bahu dan pergi tanpa sarapan apapun kecuali harapan. Ia menyusuri jalan yang tidak rata, berkerikil dan berdebu. Sesaat sebelum ia kembali pada peluru, ia teringat ibu dan menjadi ranum sebab kekasihnya tengah menunggu. Lanjutkan membaca “Peluru-Peluru”

Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Oleh: Saut P. Silaban

Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda.
Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda. Lanjutkan membaca “Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII”

Setia Indonesia: Setia Pada Pancasila, NKRI, dan Kedaulatan Bangsa

cinta-tanah-airOleh: Bugiakso.Com

Sangat jelas bahwa yang menjadi cita-cita kemerdekaan, yang merupakan cita-cita dari lahirnya bangsa negara Indonesia itu sangat jelas, ada di dalam Pancasila. Lima sila itulah yang memberikan petunjukan ke mana perjuangan kita dan bagaimana masa depan yang kita tuju dari perjuangan itu.

Republik Indonesia lahir sebagai hasil perjuangan bangsa melawan penjajahan. Dari hasil perjuangan kemerdekaan tersebut dibentuklah pemerintah negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila. Lanjutkan membaca “Setia Indonesia: Setia Pada Pancasila, NKRI, dan Kedaulatan Bangsa”