Menapak Jejak Perlawanan Ngurah Rai

puputanOleh: Luh De Suriyani

Ladang-ladang jagung di Marga, Tabanan, Bali yang lebat dan tinggi menjadi benteng terakhir pertahanan pasukan Tjiung Wanara pinpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngoerah Rai. Marga di Kabupaten Tabanan adalah babak terakhir hidup penuh perjuangan Ngoerah Rai, pemuda kelahiran Carangsari, Badung, 30 Januari 1917 ini.

Usianya baru 29 tahun ketika itu. Setelah Proklamasi Kemerdekaaan dikumandangkan, Ngoerah Rai menjadi Komandan Resimen Sunda Ketjil. Ia dan pasukannya, Tjiung Wanara, kemudian melakukan longmarch merayakan proklamasi ke Gunung Agung, ujung timur Pulau Bali. Pasukan ini kemudian dicegat serdadu Belanda di Desa Marga. Lanjutkan membaca Menapak Jejak Perlawanan Ngurah Rai

Pangeran Diponegoro, Sang Pahlawan Besar

diponegoro-mOleh: Ganis’ Site

Diponegoro terlahir bernama Raden Mas Ontowiryo, adalah putra sulung dari Sultan Hamengku Buwono III (HB III) atau disebut juga sultan Raja, lahir pada hari Jumat Wage, 8 Muharram tahun Be 1712 Wuku Wayang, atau masehi 11 Nopember 1785 di Yogyakarta. Diponegoro sebagai seorang anak raja maka lelaki berdarah biru ini mendapat gelar kebangsawanan tertinggi di Jawa yaitu Pangeran didepan namanya. Raden Mas Ontowiryo sejak muda diasuh oleh neneknya, Ratu Ageng adalah janda Sultan HB I, yang tinggal di Tegalrejo, Yogyakarta. Dalam asuhan Ratu Ageng yang dikenal sebagai pribadi yang taat dan saleh ini Diponegoro mempelajari dan memperdalam ilmu agama dan kebatinan serta sejarah. Lanjutkan membaca Pangeran Diponegoro, Sang Pahlawan Besar

Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Oleh: Saut P. Silaban

Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda.
Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda. Lanjutkan membaca Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Aplikasi Bela Negara

movinghouseOleh: Dra Eko Gustini Wardani Pramukawati, Andalan MHK Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah

PERINGATAN 17-an pada hakikatnya adalah mengenang dan menghormati jasajasa para pahlawan dalam berjuang, merintis, merebut, dan mengisi kemerdekaan NKRI. Terlebih dalam puncak kegiatannya yaitu upacara, merupakan seruan kepada dunia akan eksistensi dan kedaulatan bangsa dan NKRI. Ini adalah fakta sejarah yang melekat pada dinamika jiwa dan kepribadian bangsa kita sejak jaman nenek moyang, yang senantiasa menolak dan melawan penjajahan. Untuk itulah, sudah sepatutnya apabila kita sebagai generasi penerus berupaya sekuat tenaga menghormati jasa-jasa pendahulu kita, merenungkan nilai-nilai kejuangan dan patriotismenya, serta berupaya melanjutkan etos dan kejuangannya. Kemudian menggelorakan semangatnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata sesuai bidang tugas dan profesi masing-masing. Lanjutkan membaca Aplikasi Bela Negara