Wawancara Dengan Cucu Tertua Sisingamangaraja XII

https://i2.wp.com/images.parsiborongborong.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SI2SfQoKCrwAABU1XwE1/Raja-Sisingamangaraja12.JPGOleh: tobadreams

Beberapa waktu lalu, wartawan majalah TAPIAN Hotman Jonathan Lumbangaol, Jeffar Lumban Gaol, dan Chris Poerba berkesempatan mewawancara cucu Sisingamangaraja XII, Raja Napatar.

Ramah. Tidak ada basa-basi, seperti namanya Napatar yang berarti tidak ada yang disembunyikan. Kesan pertama bertemu dengan pria kelahiran Siborongborong 13 Mei 1941 adalah orang yang bersahabat. Suami dari boru Pakpahan dan ayah tiga orang anak ini agak serius kalau diajak ngomong. Lanjutkan membaca Wawancara Dengan Cucu Tertua Sisingamangaraja XII

Jadikan Rendra Pahlawan Kebudayaan

http://adekrawie.files.wordpress.com/2007/12/rendra2.gifOleh: Harian Umum Duta Masyarakat

DUKA mendalam atas wafatnya Willibrodus Surendra Broto Rendra alias WS Rendra masih terasa di seantero negeri. Di Universitas Jember (Unej), kemarin, terbangnya si burung kata-kata itu diperingati dengan tahlil.

Acara yang digelar Masyarakat Kesenian Jember (MKJ) itu berlangsung di pelataran Double Way Unej. Selain tahlil, digelar pula pembacaan karya-karya WS Rendra dan sarasehan budaya bertema Karya dan Sikap Pemikiran Kebangsaan Si Burung Merak. Lanjutkan membaca Jadikan Rendra Pahlawan Kebudayaan

Silas Papare Pahlawan Dari Irian Jaya (Papua)

https://i1.wp.com/id.wiki.detik.com/mediawiki/images/f/fe/SilasPapare.jpgOleh: Forum Bebas Indonesia

Ketika Irian Barat masih di bawah penguasaan Belanda, Silas Papare berjuang membebaskan untuk menyatukannya dengan Republik Indonesia. Berbagai usaha dilakukannya seperti, pemberontakan, mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII), serta Badan Perjuangan Irian. Perjuangannya akhirnya membuahkan hasil, Irian Barat merdeka dan menyatu kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Pria kelahiran Serui, Irian Jaya, 18 Desember 1918 ini merupakan orang yang berjiwa kebangsaan Indonesia yang sangat tinggi. Lanjutkan membaca Silas Papare Pahlawan Dari Irian Jaya (Papua)

Panglima Shalih Dari Karang Nongko

https://i0.wp.com/swaramuslim.com/galery/sejarah/img/tentara/Panglima_Sudirman-00.jpgOleh: Abu_Umar – Brawijaya Forum

Pejuang kemerdekaan yang mengobarkan semangat jihad, perlawa nan terhadap kezaliman, membekali dirinya dengan pemahaman dan pengetahuan agama yang dalam, sebelum terjun dalam dunia militer untuk seterusnya aktif dalam aksi-aksi perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan negeri. Mengawali karir militernya sebagai seorang dai muda yang giat berdakwah di era 1936-1942 di daerah Cilacap dan Banyumas. Hingga pada masa itu Soedirman adalah dai masyhur yang dicintai masyarakat.

Lahir dari keluarga petani kecil, di desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 24 Januari 1916. Lanjutkan membaca Panglima Shalih Dari Karang Nongko

Robert Wolter Monginsidi

https://belanegarari.files.wordpress.com/2009/05/wolter11.jpgOleh: Drs. A.
Noldi. Mandagie

Tanggal 14 Februari 1925, dari kandungan ibu pertiwi lahirlah seorang anak bangsa nan perkasa, Robert Wolter Monginsidi, anak suku Bantik di pesisir desa Malalayang, sebagai putera ke 4 dari 11 bersaudara, hasil buah cinta Petrus Monginsidi dengan Lina Suawa. Wolter Monginsidi dengan panggilan kesayangan “BOTE” tumbuh sebagai seorang anak yang berani, percaya diri, jujur, serta cerdas dan pantang menyerah.

Menuntut ilmu pengetahuan menjadi tekadnya yang bulat walau situasi dan kondisi sangat berat untuk diterobos. Namun dengan semangatnya yang membara ia berjuang merebut peluang memasuki dunia pendidikan HIS tahun 1931, kemudian melangkah penuh kepastian ke Sekolah MULO Frater Don Bosco Manado dan berlanjut ke Sekolah Pertanian yang didirikan Jepang di Tomohon serta Sekolah Guru Bahasa Jepang, yang akhirnya membawa dia sebagai guru Bahasa Jepang di Malalayang Liwutung dan Luwuk Banggai dalam usia muda 18 tahun.

Lanjutkan membaca Robert Wolter Monginsidi

Sudanco Supriyadi Masih Hidup ?

supriyadi285Oleh: Yuli Ahmada/surya.co.id

Saat SD, SMP, hingga SMA dulu, kita sering membaca buku sejarah yang menceritakan perjuangan salah satu pejuang kemerdekaan, Sudanco Supriyadi, salah satu tokoh gerakan PETA di Blitar yang berjasa dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Jelang Dirgahayu RI ke 63 tahun 2008 ini, ada berita heboh yang memberitakan Supriyadi ternyata masih hidup, tidak gugur atau menghilang seperti yang selama ini diceritakan dalam buku-buku sejarah. Berikut artikelnya yang aku kutip dari harian Surya.

Pengakuan warga Semarang Andaryoko Wisnu Prabu, 88, bahwa dirinya adalah Supriyadi, pahlawan nasional yang dinyatakan hilang usai melawan Jepang pada 1945, menimbulkan pro-kontra. Di tengah polemik itu, misteri Supriyadi selama ini justru telah menjadikannya sebagai mitos. Setidaknya bagi warga Blitar. Lanjutkan membaca Sudanco Supriyadi Masih Hidup ?

BUNG TOMO PEJUANG SEJATI

bung_tomoOleh: wikipedia indonesia, suara pembaruan sore

Sutomo (lahir di Surabaya 3 Oktober 1920, meninggal di Makkah, 7 Oktober 1981) lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

bung_tomoSutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Lanjutkan membaca BUNG TOMO PEJUANG SEJATI