Memaknai Hari Pendidikan Nasional 2012

Oleh: amriawan.blogspot.com

Hari ini 2 Mei 2012, bangsa kita merayakan Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara (2 Mei 1889–28 April 1959; nama asli: Raden Mas Soewardi Soeryaningrat) merupakan seorang seorang Pahlawan Nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Namanya juga diabadikan pada nama sebuah Kapal Perusak Kawal berpeluru kendali. Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL dan dinamakan KRI Ki Hajar Dewantara. Lanjutkan membaca “Memaknai Hari Pendidikan Nasional 2012”

Lahirnya Konsep Pertahanan Udara Nasional

Oleh: Budhi Achmadi

“Whoever control the air, will control the surface” (Billy Mitchell)

Tidak ada sesuatu yang tetap dalam kehidupan yang berlangsung semakin cepat ini kecuali perubahan itu sendiri. Tidak ada pilihan bagi setiap bangsa ataupun umat manusia di alam semesta ini untuk mampu bertahan, bahwa mereka harus secara terus menerus melakukan perubahan. Tidak peduli dalam bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, ataupun pertahanan dan keamanan. Harus selalu diupayakan suatu yang bernama perubahan agar setiap tujuan dicapai dengan efektif dan efisien.

Saat konsep pertahanan udara mencuat di negeri ini, pasti banyak orang menganggap sebelah mata dan mengidentikkan sebagai kepentingan sepihak untuk pemekaran Angkatan Udara. Lanjutkan membaca “Lahirnya Konsep Pertahanan Udara Nasional”

Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Oleh: Saut P. Silaban

Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun. Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda.
Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda. Lanjutkan membaca “Riwayat Singkat Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII”