Emha Ainun Nadjib, Sang Pelayan yang Kontroversial

Oleh: kisahsukses818.blogspot.co.id

Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini mengaku seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.

Emha menuturkan, “Ayah saya seorang petani dan kiai yang punya sebuah surau. Tapi ayah saya adalah bapaknya orang banyak, yang mengatasi banyak masalah di desa. Ibu saya seorang ibu rumah tangga biasa, tapi juga ibunya orang banyak. Semua keluhan dan masalah orang-orang disampaikan kepadanya. Sejak masih digendong-gendong dan baru bisa berjalan, saya sudah ikut ibu berjalan keliling melihat para tetangga, menanyakan mereka masak apa, anaknya sekolah nggak, problem-problemnya. Itu kemudian secara tidak sengaja membentuk sikap sosial saya. Kebetulan nilai-nilai yang rnendasari semuanya adalah agama, karena agama Islam kuncinya satu yakni menolong orang yang tidak mampu di segala bidang agar dibuat mampu menjadi manusia”.

Emha yang menjalani masa kecilnya di Menturo, sebuah desa di Jombang Timur, wilayah yang berbeda dengan Jombangnya Presiden Abdurrahman Wahid atau cendekiawan Nurcholish Madjid. Dari situlah, pengembaraan panjang sosok Emha, baik secara sosial, intelektual, kultural, dan spiritual dimulai. Lanjutkan membaca Emha Ainun Nadjib, Sang Pelayan yang Kontroversial