Sederhana, Merakyat, Demokratis, Berkharisma, dan Rela Berkorban untuk Negara adalah Semangat dan Inspirasi dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX bagi Generasi Penerus Bangsa

Oleh: iwan_daa.blog.ugm.ac.id

Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah raja terbesar Yogyakarta sepanjang sejarah kesultanan Yogyakarta sejak Perjanjian Giyanti 1755, yang juga merupakan salah satu pahlawan nasional berpengaruh Yogyakarta dan kemerdekaan Indonesia. Beliau terlahir dari pasangan Gusti Pangeran Haryo Puruboyo yang merupakan putra mahkota Keraton Yogya yang kemudian diangkat menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara, yang kemudian dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Sedangkan ibunya, R.A. Kustilah merupakan putri Pangeran Mangkubumi dan kemudian menyandang gelar Kanjeng Raden Ayu Adipati Anom. Lahir pada hari Sabtu, tanggal 12 April 1912 di Sompilan Ngasem, Lanjutkan membaca “Sederhana, Merakyat, Demokratis, Berkharisma, dan Rela Berkorban untuk Negara adalah Semangat dan Inspirasi dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX bagi Generasi Penerus Bangsa”

Sang Bangsawan Yang Demokratis

https://i1.wp.com/www.calegindonesia.com/content/files/images/news/sri_sultan_hbix.jpgOleh: TokohIndonesia.Com

Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah pimpinannya. Pendidikan Barat yang dijalaninya sejak usia 4 tahun membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) menemukan banyak alternatif budaya untuk menyelenggarakan Keraton Yogyakarta. Dengan wawasan barunya ia menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis. Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi bawa leksana. Ia memiliki paham kebangsaan yang tinggi.

Dilahirkan di nDalem Pakuningratan kampung Sompilan Ngasem pada hari Sabtu Paing tanggal 12 April 1912 Lanjutkan membaca “Sang Bangsawan Yang Demokratis”