Arsip Kategori: Bhinneka Tunggal Ika

Makna Penting Dari Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

https://i1.wp.com/dwiearoem.com/wp-content/uploads/2013/12/1031-xi8094x-bhinneka-tunggal-ika.jpgOleh: Ulfah Rani

“Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Itulah moto atau semboyan tanah air Indonesia, atau yang juga dikenal dengan istilah Bhinneka Tunggal Ika. Hanya terdiri dari beberapa kata namun memiliki makna yang luar biasa besar bagi bangsa Indonesia. Setiap kata yang terkandung tentunya memiliki makna masing-masing, ‘bhinneka’ berarti “beraneka ragam” namun juga dapat dikatakan “berbeda-beda. Kata neka sendiri, berarti “macam”, kata ini berasal dari bahasa Sanskerta, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi aneka. Kata tunggal memiliki makna “satu”, dan ika berarti “itu”.

Semboyan ini dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan berbagai budaya, suku, bahasa, agama, ras, namun dibalik keragaman tersbeut, Indonesia tetap merupakan satu kesatuan.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dapat Anda temukan di dalam Garuda Pancasila, yang merupakan lambang resmi Negara Republik Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui bersama, lambing Garuda berbentuk burung Garuda dimana posisi kepalanya menoleh ke arah kanan, memiliki perisai yang bentuknya hamper menyerupai jantung yang digantung dengan rantai di bagian pada leher burung Garuda. Dalam cengkeraman burung Garuda tersebut, tepat tertulis Semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lanjutkan membaca Makna Penting Dari Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika dalam Demokrasi Indonesia

Oleh: kompasiana.com

Perbedaan suku, bahasa, agama, serta budaya, telah terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh (NKRI), yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keragaman tersebut berdiri tegak dalam lingkaran persamaan, di bawah naungan satu bendera: bendera Merah Putih. Satu lagu kebangsaan: lagu Indonesia Raya. Satu bahasa: Bahasa Indonesia. Satu lambang negara, yakni seekor Garuda yang memiliki azas Pancasila, dan dipadu dengan seuntai kalimat bermakna agung “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai mottonya.

Jika merujuk pada esensi atau inti dari motto “Bhinneka Tunggal Ika” yang hakekatnya mengandung nilai-nilai nasionalisme Lanjutkan membaca Bhinneka Tunggal Ika dalam Demokrasi Indonesia

Bhinneka Tunggal Ika Dalam Demokrasi Indonesia

Oleh: Hanifah NS

Perbedaan suku, bahasa, agama, serta budaya, telah terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh (NKRI), yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keragaman tersebut berdiri tegak dalam lingkaran persamaan, di bawah naungan satu bendera: bendera Merah Putih. Satu lagu kebangsaan: lagu Indonesia Raya. Satu bahasa: Bahasa Indonesia. Satu lambang negara, yakni seekor Garuda yang memiliki azas Pancasila, dan dipadu dengan seuntai kalimat bermakna agung “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai mottonya.

Jika merujuk pada esensi atau inti dari motto “Bhinneka Tunggal Ika” yang hakekatnya Lanjutkan membaca Bhinneka Tunggal Ika Dalam Demokrasi Indonesia

Revitalisasi Nilai Luhur Pancasila Dalam Kehidupan Nasional

Oleh: Budi Susilo Soepandji

1. Latar Belakang

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang lahir karena kemajemukan dan perbedaan yang dipersatukan oleh kesadaran kolektif untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan panjang bangsa untuk bersatu, diwarnai oleh kepahitan dan perjuangan fisik yang panjang dari generasi pendahulu bangsa untuk merdeka. Bukan merupakan hal yang mudah bagi para pendiri negara (founding fathers) menyepakati Pancasila, yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa, dan menetapkannya Lanjutkan membaca Revitalisasi Nilai Luhur Pancasila Dalam Kehidupan Nasional

Bhinneka Tunggal Ika

garuda111Oleh: Erander

Waktu aku masih kecil, dirumah orang tua ku .. ada orang dari suku Daya, Madura, China (Tiong Hoa), Jawa, Bugis, Padang, Aceh dan Sunda .. dengan agama yang beragam pula seperti Islam, Kristen Katolik dan Budha. Jadi sejak kecil, aku sudah merasakan alam Indonesia yang sejati – dengan keberagamannya – di rumah orang tua ku. Dulu aku menganggap rumah orang tua ku adalah miniaturnya Indonesia.

Mereka adalah orang2 yang tinggal di rumah orang tua ku – silih berganti. Ada anak angkat, anak asuh, pegawai orang tua yang tinggal dirumah, adik ipar orang tua ku dan handai taulan yang ada disekitar / lingkungan tempat tinggal kami yang ikut tinggal bersama. Makanya tidak sulit bagi ku – dikemudian hari – untuk menerima segala perbedaan kultur dan agama yang ada saat ini. Lanjutkan membaca Bhinneka Tunggal Ika

Bhineka Tinggal Luka

garuda-10Oleh: Tanti R Skober

Memotret Indonesia di ruang majemuk multi warna, membhineka, kayaknya sih, seperti melihat album sejarah berdebu yang perih, yang selalu saja ada gambar-gambar nanar tersembunyi. Simak, kekerasan cendekiawan, kekerasan fisik, adu provokasi, tukang perintah bernama pemerintah dan amarah muncrat berdarah-darah telah diubah-suai menjadi produk intertainment manjing ning sjroning televisi. Lelaku luka ini dihidangkan di ruang keluarga. Dengan secangkir kopi hangat, bisa saja kita bicara, ”Kebiadaban ini mari diadopsi sebagai peradaban hak epilepsi bhineka tinggal luka.” Lanjutkan membaca Bhineka Tinggal Luka