Hidoeplah Indonesia Raja

indonesia_jakarta-copyOleh: Achmadi

Jujur deh, saat ini saya tidak merayakan gaung dan semangat kemerdekaan negara dari masyarakat luas secara tulus. Mohon maaf kepada segenap sesepuh dan rekan sebangsa yang telah memberikan banyak hal demi kemajuan bangsa ini. Saya mungkin bisa dibilang egois, selama ini cuman pakai kacamata kuda, enggak nasionalis, parasit negara, ataupun berbagai sumpah serapah lainnya. Tapi setidaknya alhamdulillah saya masih bisa terus mencoba untuk jujur menyikapi berbagai kenyataan bahwasanya negara ini cukup pantas untuk dibilang bobrok dari berbagai sisi ( termasuk saya tentunya ) dan harus dibenahi sedikit demi sedikit. Lanjutkan membaca Hidoeplah Indonesia Raja

Sumpah Pemuda dan Pemuda Masa Kini

tawuran2Oleh: Isza Salma

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Seperti kita telah ketahui, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara kita. Bagaimana semangat pemuda dulu ? Bagaimana pula kenyataan pemuda pada masa kini ?

Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersama-sama. Lanjutkan membaca Sumpah Pemuda dan Pemuda Masa Kini

Bhineka Tinggal Luka

garuda-10Oleh: Tanti R Skober

Memotret Indonesia di ruang majemuk multi warna, membhineka, kayaknya sih, seperti melihat album sejarah berdebu yang perih, yang selalu saja ada gambar-gambar nanar tersembunyi. Simak, kekerasan cendekiawan, kekerasan fisik, adu provokasi, tukang perintah bernama pemerintah dan amarah muncrat berdarah-darah telah diubah-suai menjadi produk intertainment manjing ning sjroning televisi. Lelaku luka ini dihidangkan di ruang keluarga. Dengan secangkir kopi hangat, bisa saja kita bicara, ”Kebiadaban ini mari diadopsi sebagai peradaban hak epilepsi bhineka tinggal luka.” Lanjutkan membaca Bhineka Tinggal Luka

Aplikasi Bela Negara

movinghouseOleh: Dra Eko Gustini Wardani Pramukawati, Andalan MHK Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah

PERINGATAN 17-an pada hakikatnya adalah mengenang dan menghormati jasajasa para pahlawan dalam berjuang, merintis, merebut, dan mengisi kemerdekaan NKRI. Terlebih dalam puncak kegiatannya yaitu upacara, merupakan seruan kepada dunia akan eksistensi dan kedaulatan bangsa dan NKRI. Ini adalah fakta sejarah yang melekat pada dinamika jiwa dan kepribadian bangsa kita sejak jaman nenek moyang, yang senantiasa menolak dan melawan penjajahan. Untuk itulah, sudah sepatutnya apabila kita sebagai generasi penerus berupaya sekuat tenaga menghormati jasa-jasa pendahulu kita, merenungkan nilai-nilai kejuangan dan patriotismenya, serta berupaya melanjutkan etos dan kejuangannya. Kemudian menggelorakan semangatnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata sesuai bidang tugas dan profesi masing-masing. Lanjutkan membaca Aplikasi Bela Negara