Patung Raksasa yang lebih Tinggi dari Patung Liberty New York, Sedang Diselesaikan di Bali

Desain patung GWK secara keseluruhan (skyscrapercity.com)Oleh: Thomas Benmetan

Geliat pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali semakin terasa kencangnya. Sempat terhenti selama beberapa belas tahun, pembangunannya dilanjutkan kembali pada 2013 silam dengan begitu gencar. Sedikit demi sedikit, GWK mulai menampakkan bentuknya yang gagah memesona. Sosok Wisnu, salah satu dari tiga dewa dalam kepercayaan umat Hindu beserta Garuda, hewan suci dalam mitologi Hindu yang juga merupakan lambang negara Indonesia.

Seniman sekaligus arsitek pembangunan GWK, I Nyoman Nuarta dalam wawancaranya yang dilansir Australian Broadcasting Corporation (ABC) menyampaikan keinginannya bahwa kelak jika pembangunan patung ini selesai, GWK bisa menjadi salah satu dari sekian banyak landmark yang ada di Pulau Bali.“Kita tahu bahwa Bali dikenal dari pariwisata dan budayanya. Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk melestarikan budaya, maka suatu saat akan hilang. Karena itu kita memiliki tiga tanggung jawab utama: melestarikan, mengembangkan dan menemukan alternatif baru dari budaya,” ujarnya.

Patung megah yang direncanakan akan selesai pada September 2018 mendatang diperkirakan memiliki ukuran yang cukup fenomenal. Tingginya mencapai 120 meter, dan ukuran yang super tersebut akan melebihi tinggi Patung Liberty di Amerika Serikat yang memiliki ketinggian 93 meter.

Hal tersebut akan menjadikan Patung Garuda Wisnu Kencana berada di urutan kedua tertinggi di dunia, setelah The Spring Temple Buddha di Henan, Tiongkok yang memiliki ketinggian 128 meter.

Namun jangan disangka, lebar patung tersebut akan mencapai 64 meter dikarenakan desain sayap raksasa dari garuda yang memiliki ukuran cukup wah. Dengan perbandingan tinggi dan lebar yang ada, GWK akan menjadi patung terbesar didunia, mengalahkan patung – patung raksasa lainnya.

Berada di lokasi seluas 240 hektar dalam kawasan Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, pembangunan patung GWK diperkirakan menelan biaya lebih dari 450 miliar rupiah ini, terdiri dari campuran baja dan besi yang mencapai 4000 ton. Proses pembuatannya bagian per bagian dari patung tersebut tidak dilakukan di Bali, melainkan di galeri seni Nyoman Nuarta yang berlokasi di Bandung.

Setelah pembuatannya selesai, lempengan – lempengan tersebut akan dikirim lewat jalur darat, menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 1000 kilometer sebelum akhirnya dirangkai ulang dan disambungkan dengan bagian patung yang lainnya.

“Saya tidak lagi berpikir mengenai keuntungan yang diperoleh dari mengerjakan proyek ini. Saya hanya ingin bekerja dan menyelesaikannya, sebab ini adalah kehormatan saya – dan keluarga – yang dipertaruhkan. Karena itu, proyek ini harus diselesaikan,” kata Nyoman.

Sumber: abc.com.au || Lonely Planet

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s