LRT Palembang, Transportasi Eksklusif

Oleh: http://www.hutindopos.indopos.co.id

INDOPOS.CO.ID – Dalam setahun lagi, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera memiliki LRT (Light Rapid Transit) atau kereta cepat. Saat ini, Palembang menjadi salah satu kota besar yang bakal memiliki LRT. Kereta yang akan meluncur jalur sejauh 23,4 km itu bakal menjadi alat transportasi eksklusif kota ini.

Saidina Ali, pengamat Transportasi Sumsel beranggapan, LRT sangat dibutuhkan untuk kota maju dan modern. Artinya, LRT adalah sebuah sarana transportasi berkualitas baik dari segi fisik maupun keyamanannya. ”Tapi pertanyaannya sampai sejauh mana peran masyarakat dan pemerintah kota menyikapi pembangunan LRT ini,” kata dia.

Menurut Saidina, Pemprov Sumsel sudah memprediksi akan timbul kemacetan besar jika Asian Games XVIII/2018 diadakan di Kota Palembang. Maka dari itu, angkutan yang akan menampung penumpang dalam kapasitas banyak mudah-mudahan bisa membuat pengendara kendaraan pribadi baik mobil atau motor, mulai beralih ke LRT. ”Lalu siapkah masyarakat menerima hal ini. Itu artinya kita butuh sosialisasi,” jelasnya.Nah, dalam hal ini peran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang harus dapat turut mendukung suksesnya mega proyek moda transportasi itu. ”Seperti, memberikan sosialisasi mengenai pentingnya peranan LRT untuk mejual transportasi di Palembang,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintahsetempat juga harus dapat mengatur sejumlah angkutan umum lain mulai dari trayek hingga integrasinya dengan LRT ke depan. ”Semua itu butuh penjelasan ke masyarakat, dengan demikian masyarakat akan
menyambut kebutuhan LRT ini sebagai kemajuan bersama,” ucapnya.

LRT juga mengurangi kadar polusi udara yang dihasilkan kendaraan umum. ”Otomatis mengurangi kemacetan karena LRT kan tidak ada hambatan. Dia (LRT) bebas macet, karena ada di atas. Dan angkutan sendiri juga otomatis tidak perlu ada problem, karena tidak mengganggu lajur angkutan umum,” ucapnya.

Seperti beberapa kota–kota di luar negeri yang telah lebih dahulu memiliki LRT, yakni Singapura dan Malaysia, LRT juga dapat menjadi sarana peremajaan kota. ”Tingkat polusi dari asap kendaraan bermotor serta debu akan mulai berkurang, sehingga masyarakat Palembang dapat leluasa menghirup udara tanpa khawatir lagi terkena penyakit yang ditimbulkan dari polusi tersebut,” bebernya.

Saidina mengatakan, adanya LRT akan menguntungkan Pemprov Sumsel. Nantinya, bentuk kerja sama bisa dilakukan dengan pihak BUMD. ”Artinya, pengelolanya juga akan diuntungkan. Juga mendorong kelas menengah meninggalkan kendaraan pribadi. Dan secara tak langsung, secara perlahan mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi,” sambungnya.

Ekonom Sumsel, Yan Sulistio berpendapat, kemacetan jalan raya yang ditimbulkan kendaraan mobil dan motor pribadi bisa diminimalisir dengan adanya LRT. Dengan begitu, kerugian ekonomi yang ditimbulkan karena kemacetan sebelumnya seperti dampak meningkatnya pemakaian bensin, pembayaran tol, tri in one dan waktu yang terbuang percuma karena lama dijalan akan bisa teratasi.

Selain itu, LRT juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kota Palembang. ”Banyak dampak ekonomi positif yang bisa muncul dengan adanya LRT, hal yang paling utama tentunya dengan penyeraan tenaga kerja baru,” sebutnya.

Menurut Yan, sarana transportasi menjadi salah satu faktor utama penunjang roda perekonomian suatu daerah. Oleh sebab itu, jika sana transportasi Palembang dapat lebih baik, tentunya juga akan membawa sisi positif bagi perkembangan kota ke depannya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan pembangunan LRT selesai sebelum berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018. ”Pastinya 1 Januari 2018, sepur di pucuk (LRT) selesai,” tandasnya.

Menurut Alex, LRT yang tengah dibangun di Kota Palembang lebih baik dibandingkan monorail di Las Vegas, Amerika Serikat. Bahkan, kalau dilihat dari tiangnya, LRT Sumsel tampak lebih kokoh. Moda transportasi umum memang harus banyak pilihan, lanjut orang nomor satu di Sumsel ini. Ketika dibangun LRT di Kota Palembang, warga mungkin ada yang mengeluhkan dampaknya yakni kemacetan. ”Saya menjamin, nanti setelah rampung (selesai) dan sudah dapat digunakan, wong kito galo pasti senang, bangga,” tukasnya.

Sebelumnya, adendum kontrak pembangunan LRT Palembang, Kamis (16/2) lalu akhirnya ditandatangani. Penandatanganan dilakukan pejabat pembuat komitmen pembangunan kereta api LRT Suranti dengan Kepala
Divisi 1 PT Waskita Karya Tbk Joko Herwanto. Penandatanganan yang dilakukan di ruang Majapahit, Gedung Karsa Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta itu disaksikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono. Dalam adendum itu ada perubahan nilai kontrak dari kesepakatan sebelumnya. Jika sebelumnya disepakati Rp 12,5 triliun, maka dalam kontrak hanya tertera Rp 10,9 triliun.

Suranto menjelaskan, ada beberapa evaluasi yang dilakukan terkait biaya itu. Hasil tersebut sudah disetujui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. ”Menteri Perhubungan sudah menyetujui hasil evaluasi, sehingga sudah efektif. Karena ada perbedaan nilai, kontrak kita amandemen dengan hasil evaluasi dari konsultan sebesar Rp 10,9 triliun,” tuturnya.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono menambahkan, pengurangan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi konsultan SMECInternational Pty Ltd, uang ditunjuk pada 14 Oktober 2016 lalu. Nilai addendum itu pun masih
dimungkinkan berubah. ”Tambah kurang sesuai prestasi atau kondisi di lapangan. Besaran nilaipembayarannya dilakukan setelah mendapat verifikasi dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ujarnya.

Pembangunan LRT Palembang akan secara penuh dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pembayaran dilakukan saat pembangunan konstruksi selesai pada 2018. Bila pembayaran dilakukan lewat dari tenggat
waktu yang ditentukan, pemerintah akan dikenakan bunga lima persen. ”Artinya, apabila pembayaran lebih dari 2018 ada konsekuensi bunga yang akan dibayarkan pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, Menhub Budi menjelaskan bahwa nilai kontrak LRT di Palembang sudah disetujui. Nilai yang bakal dipakai merupakan yang sudah diusulkan oleh konsultan. Pembiayaan proyek tersebut pun diakui sudah dipastikan melalui APBN. Karena itu, dia menyatakan tidak ada masalah dalam proyek tersebut.

Perlu diketahui, LRT nantinya akan terkoneksi dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. General Manager (GM) PT AP II Bandara Internasional SMB II Iskandar Hamid, saat ini tren penumpang keluar masuk ke Palembang terus meningkat. Terakhir sampai September 2016, jumlah pesawat mencapai 28 ribu, membawa 3,6 juta penumpang (P/P). Karenanya, supaya bisa cover lonjakan penumpang PT AP II menyiapkan dana ratusan miliar untuk melakukan pengembangan bandara serentak mulai awal 2017 nanti. ”Pertama, terminal yang saat ini luasnya 34 ribu meter persegi (m2) akan diperbesar menjadi 43.572 m2,” ujarnya.

Anggaran sebanyak itu digunakan untuk memperbanyak daya tampung penumpang dari 3,4 juta menjadi 4 juta penumpang per tahun. Tak hanya itu, pihaknya juga memperluas area check in dari 1.460 m2 menampung 835 passenger menjadi 1.870 m2 dengan daya tampung 1.170 penumpang. Juga ruang keberangkatan domestik dan internasional, koridor keberangkatan, pengambilan bagasi domestik dan internasional, hingga parkir pesawat. ”Garbarata (aerodbrigde), penghubung antara pesawat dengan terminal pun demikian. Ditambah dari lima jadi delapan,”
paparnya.

Sementara landasan akan dipertebal untuk memperkuat jalannya pesawat berbadan besar. Di luar terminal, PT AP II melengkapi fasilitas transportasi yang memudahkan lalu lintas penumpang. ”Kita mau bangun skybrigde (jembatan udara). Jembatan inilah yang akan menghubungkan areal terminal menuju stasiun LRT,” tuturnya.

Pihaknya menargetkan semua rencana pengembangan itu bisa rampung 2017. Paling lambat awal 2018. Sekretaris PMU Percepatan Penyelenggaraan LRT Pemprov Sumsel, Ahmad Wahidin MT mengungkapkan, pembangunan LRT salah satunya untuk menunjang Asian Games XVIII/ 2018. Itulah kenapa LRT ini dibangun terintegrasi dari Bandara SMB II menuju Jakabaring Sport City (JSC) dimana lokasi banyaknya venues cabor berada.

Ada 13 stasiun dibangun, satu di antaranya berada di Bandara SMB II. Sejauh ini, kata dia, proyek strategis itu terus dikebut. ”Sekarang kami fokus mengerjakan pemasangan girder, lalu pengerjaan kerangka stasiun, dan konstruksi di Sungai Musi,” tandasnya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memantau perkembangan pembangunan LRT, khususnya di Palembang, yang harus selesai tepat waktu. Ini agar dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung gelaran Asian Games XVIII/2018 yang sudahsemakin dekat.

Sementara hingga 31 Januari 2017, progress atau perkembangan fisik pembangunan prasarana LRT Palembang sudah menembus 35 persen. Pemerintah menargetkan pembangunan prasarana sepanjang 23,4 km itu selesai pada Juni 2018, sedangkan pembangunan sarana ditargetkan selesai pada Maret 2018 sebanyak empat set @ tiga kereta dan berikutnya pada Juni 2018 selesai sebanyak empat set @ tiga kereta yang dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA).

”Kami menargetkan LRT Palembang dapat beroperasi pada Juni 2018 dengan dioperasikan oleh PT KAI melalui subsidi dari pemerintah,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang mengikuti rapat terbatas mengenai perkembangan pembangunan LRT Palembang dan Jakarta di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2) lalu.

Menhub menjelaskan, hal yang penting pendanaan pembangunan prasarana LRT Palembang menggunakan APBN yang dibayarkan selama lima tahun anggaran (2017-2021). Sementara pendanaan sarana berasal dari PT KAI.

”Terkait LRT Palembang, ada beberapa hal penting yang memerlukan keputusan di antaranya ketersediaan pasokan listrik sebesar 50 MVA pada Januari 2018 serta pemberian subsidi tarif untuk pengoperasian LRT,” papar Menhub.

Ahmad Wahidin, sekretaris Project Manajement Unit (PMU) LRT Sumsel mengatakan, pengadaan kereta dilakukan PT INKA. Gerbong kereta sesuai tipikal (kesesuaian bentuk). Begitupun eksterior. Untuk diketahui, PT INKA adalah sebuah badan usaha miliknegara (BUMN). Perusahaan yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur, itu berpengalaman memproduksi kereta api penumpang maupun gerbong barang.

Selain domestik, bahkan sudah mengekspor ke Malaysia, Thailand, Australia, dan Bangladesh. Sekretaris perusahaan PT INKA, Suryanto, berkomitmen menyelesaikan rencana pembangunan LRT pesanan PT KAI tepat waktu. Tenggat waktu yang diberikan, selesai dan siap dioperasionalkan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Mockup design sudah selesai, nantinya LRT akan dibuat dengan konstruksi dari aluminium. Ruang kabin dilengkapi tali pegangan tangan bagi penumpang yang berdiri, seluruh rangkaian LRT dilengkapi pendingin udara. Untuk memenangkan pengadaan tender kereta LRT Palembang, PT INKA juga bersaing ketat dengan produsen kereta asal Tiongkok.

Kepala Bidang Perkeretaapiaan Dinas Perhubungan Sumsel Afrian Jon mengatakan, rencananya gerbong LRT tersebut akan didatangkan ke Palembang pada awal 2018. Lanjut Februari 2018, langsung dilakukan uji coba kereta tersebut sebelum digunakan untuk masyarakat. ”Tapi tahap awal, akan didatangkan dua gerbong dulu. Sebab LRT ada dua jalur,” katanya.

Soal spesifikasi gerbong, Jon mengaku belum tahu. Sebab itu menjadi kewenangan PT KAI. Yang pasti, spesifikasinya sudah ada. Mengingat pengadaan gerbong dilakukan lelang. Mulai dari kapasitas, jenis tempat duduk, interior dan eksterior serta lain-nya.

Jon menambahkan, pengadaan gerbong dilakukan selama 18 bulan. Tentunya, pengembangan lokomotif memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna. “Yang pasti, interior dan eksterior LRT memperhatikan kearifan lokal masyarakat Sumsel,” ulasnya.

Soal stasiun, saat ini masih dikaji potensi kemungkinan pengembangan stasiun dengan mengandeng pihak ketiga. Nah agar potensi stasiun dapat termanfaatkan dengan maksimal. Terutama untuk pembangunan stasiun yang berada di lahan pemprov yang akan dikembangkan menjadi Transit Oriented Development (TOD).

Ada sembilan stasiun yang berada di lahan pemprov seperti Stasiun Asrama Haji, stasiun RSUD PemprovSumsel, stasiun depan Dishub Sumsel, Stasiun Cinde dan lainnya. ”Potensi ini dapat dikembangkan dengenmenggandeng pihak ketiga. Mekanismenya masih dibahas,” paparnya.

Disamping itu, pembangunan stasiun juga mempertahankan sentuhan lokal berupa kain tradisional seperti songket. Rencana itu sudah disampaikan ke pemerintah daerah (gubernur) dan pemerintah pusat.Pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga PT Waskita Karya. “Nuansa dan kearifan lokal di LRT sangat terasa. Sebab meski LRT identik dengan modern tapi
memperhatikan kearifan lokal,” imbuhnya. (tim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s