“Membangun Semangat Nasionalisme dengan Kebudayaan Bangsa”

Related imageOleh: muhamadamru.wordpress.com

“ Menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia” merupakan bait terakhir dalam lagu “ DariSabang Meruke”. Dimana lagu ini menjelaskan tentang bagaimana bangsa yang besar (Indonesia)yang terdiri dari berbagai macam pulau dan kebudayaan menjadi satu kesatuan seperti sekarang yaitu NKRI. Negara Indonesia adalah negara yang plural dan unik yang pernah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, karena hanya Indonesia lah satu-satu nya Negara yang mempunyai beragam kebudayaan serta beragam kepulauan. Hanya saja hal itulah yang menjadi masalah yang dihadapi oleh Negara ini.

Jargon yang dahulu di dengung-dengungkan oleh para pendahulu kita yaitu “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda tapi satu jua) saa tini hanyalah sebuah sebuah slogan yang tak ubahnya hanya sekedar diucapkan tanpa diamalkan. Dulu para pendahulu kita telah berhasil menanamkan paham bahwa dengan ke Bhineka Tunggal Ika an ini kita bisa Merdeka tanpa harus memecah perbedaan yang ada dinegara kita ini. Itulah yang menjadi awal dari tumbuhnya semangat nasionalisme. Yang membuat kita tidak lagi dibeda-bedakan berasalkan daerah maupun RAS, tetapi kita semua telah menjadi satu kesatuan dalam NKRI.

Tidak ada lagi kamu adalah suku ini atau itu, tetapi kamu adalah saudaraku, satu tanah airku. Memang hal yang tidak mudah untuk dapat membuat rasa nasionalisme itu terbentuk dengan kokohnya. Bangsa Amerika saja sampai merdeka butuh beratus-ratus tahun untuk dapat memperkuat rasa nasionalisme tersebut. Dimana dengan semangat nasionalisme mereka, mereka dapat menjadi Negara Adi Kuasa. Yang dimana mereka juga merupakan negara dengan populasi penduduk terbanyak nomor empat di dunia. Akan tetapi berada dimanakah bangsa kita yang tercinta ini? Bangsa yang dahulu diprediksi dapat menjadi bangsa yang termashyur di dunia. Dengan penduduk ± 220 juta jiwa, yang notabenemerupakan bangsa dengan kekayaan alamnya nomor lima didunia.

Jawabannya adalah ternyata bangsa kita berada diurutan terbelakang dalam hal-hal yang baik tetapi menjadi yang terdepan dalam hal-hal yang buruk. Sekarang timbul pertanyaan dalam benak kita semua, mengapa hal itu bisa terjadi? Tidak mengherankan hal itu terjadi sekarang, mengapa? Karena ada satu hal yang tidak pernah terdapat dihati kita semua yaitu semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme yang dahulu pada saat zaman kemerdekaan ketika proklamator sekaligus presiden RI pertama yaitu Soekarno sering berkata”Merdeka atau Mati”, sekarang telah lekang oleh waktu berbeda seperti salah satu lagunya Kerispatih yang berjudul “Tak Lekang Oleh Waktu”. Nasionalisme sekarang ini menjadi sorotan khusus bagi seluruh bangsa ini, ini dikarenakan bangsa kita hanya bisa menuntut kepada pihak-pihak yang sebenarnya juga butuh dukungan dan juga bantuan.

Kita bisa bercermin dari berbagai masalah dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Negara ini. Dimulai dari orang-orang Indonesia yang berada diluar negeri yang “katanya” tidak mempunyai rasa nasionalisme. Dimana banyak orang berkata mereka adalah pengkhianat bangsa yang tidak tahu diri, hanya mementingkan kepentingan pribadi, karena mereka menetap di luar negeri tanpa ingin lagi balik ke Negara asalnya Indonesia. Memang ada beberapa orang yang menganggap hal itu sebagai hal yang lumrah karena wajar saja para “pengkhianat bangsa” itu beralih ke negara-negara yang notabene lebih baik dariIndonesia, baik itu dari sisi ekonomi, budaya, pendidikan, kualitas hidup, dll.

Sebenarnya kita juga tidak dapat menyalahkan mereka sepenuhnya, karena masih ada beberapa “pengkhianat bangsa”yang masih concern terhadap bangsa ini. Kita mungkin bisa mencontoh bangsa Cina, dimana warga mereka sengaja di “buang” ke luarnegeri untuk dapat memberikan efek positif ke pada bangsa ketika mereka “pulang” nanti kekampung halamannya, yaitu dengan cara membagikan pengalaman mereka dan beberapa hal yang dapat mengubah bangsa mereka seperti sekarang ini. Itulah yang dapat disebut semangat nasionalisme yang tinggi, karena mereka tidaklah menjadi warga Negara asing. Mereka hanya menimba ilmu di negeri orang bukan menjadi warga Negara asing.

Seharusnya bangsa ini harus terus berfikir, bagaimana membangun semangat nasionalisme terutama dikalangan generasi muda. Salah satunya dengan iklan-iklan yang membangun semangat nasionalisme, sebut saja iklan Kementrian Koperasi yang menayangkan bahwa kita cinta produk Indonesia dan bangga terhadap buatan anak bangsa. Selain itu perlu juga ditambahkan dalam iklan-iklan baik di televisi maupun radio yang menekankan akan nasionalisme terhadap bangsanya. Tidak perlu iklan yang “berat” tetapi iklan yang mudah dicerna dan mengena kepada kalangan masayarakat luas. Seperti dahulu iklan yang ditayangkan oleh produk MASPION yang pada terakhirnya ada tulisan “AKU cinta produk Indonesia”.

Ini secara tidak langsung dapat menaikkan cinta terhadap bangsa ini. Hal serupa juga dapat dilihat ketika warisan kebudayaan kita di klaim dengan mudahnya oleh negeri tetangga, langsung saja respon nasionalisme kita bermunculan diberbagai media, baik itu elektronik maupun cetak. Memang itu merupakan hal yang wajar, tetapi yang tidak wajar adalah ketika bangsa kita peduli akan kebudayaan bangsanya pada saat “orang lain” yang lebih peduli kepada kebudayaanbangsa kita mengklaim kebudayaan tersebut.

Gagasan yang mungkin bisa diberikan adalah dengan menjadikan lagu kebangsaan atau daerah menjadi ringbacktone HP, ringtone HP atau mungkin kita mengarransemen ulang lagu-lagu tersebut agar lagu tersebut mudah atau enak didengar bagi generasi muda. Disamping itu mungkin di hidupkan kembali tari-tarian daerah di sekolah-sekolah. Mungkin agak “boring” ketika hal itu diterapkan, tetapi yakinlah hal itu menjadi suatu yang biasa jika kita mau melakukannya dengan sepenuh hati.

Sekarang ini makin banyak program-program di televisi yang berhubungan dengan musik, yang digemari oleh masyarakat luas terutama kalangan muda. Setidaknya kita dapat menyarankan kepada program musik tersebut, paling tidak memutar satu atau dua lagu daerah ataupun kebangsaan untuk mengingat atau menumbuhkan semangat nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Dan bila diizinkan, setiap program musik tersebut juga secara bertahap menampilkan kebudayaan daerah baik itu tarian maupun yang lainnnya. Tujuannya untuk mengingatkan bahwa bangsa ini masih banyak kebudayaan yang belum dikenal oleh masyarakat bangsa ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s