Musik Bisa Menghaluskan Budi Pekerti

https://belanegarari.files.wordpress.com/2016/01/cfbdb-daya-tarik-musik-jazz.jpg?w=150&h=102Oleh: rexsyaprinosanggen28.blogspot.co.id

Musik mampu menggerakkan kita ke ketinggian atau kedalaman emosi. Musik  mampu merayu kita untuk membeli, atau mengingatkan kita akan kencan pertama kita. Musik bisa mengangkat kita dari depresi sewaktu tidak ada lagi lainnya yang bisa bermanfaat. Musik mampu mendorong kita untuk menari mengikuti iramanya. Tetapi kekuatan musik menjangkau lebih jauh lagi. Sungguh, musik menempati wilayah yang lebih luas dalam otak kita dibandingkan bahasa.

Kita manusia merupakan spesies musik sama seperti kita juga spesies linguistik. Ini mengambil banyak bentuk berbeda. Kita semua bisa mempersepsikan musik, mempersepsikan nada, warna nada, interval tinggi nada, kontur melodis, harmoni, dan irama. Kita menyatukan semua ini dan menyusun musik dalam benak dengan menggunakan berbagai bagian otak yang berbeda. Musik hanya mengekspresikan saripati kehidupan dan kejadian-kejadian di dalamnya, tidak pernah menyajikan kehidupan itu sendiri.

Sebagian besar yang terjadi selama pemersepsi musik, juga bisa terjadi sewaktu musik “diputar dalam benak.” Membayangkan musik, bahkan pada orang-orang yang relatif non-musikal, cenderung memiliki ketaatan yang luar biasa, bukan saja pada nada dan perasaan aslinya tetapi juga pada ketinggian nada dan temponya. Yang mendasari ini adalah keuletan ingatan musikal yang luar biasa, hingga apa yang didengar di tahun-tahun awal seseorang mungkin “terukir” pada otaknya sepanjang hidupnya.

Sistem auditori kita, benar-benar sangat selaras untuk musik. Berapa banyak hal ini dikarenakan karakteristik intrinsik dari musik itu sendiri (pola soniknya yang rumit dan terjalin dalam waktu, logikanya, momentumnya, rangkaian yang tidak terpecahkan, irama dan pengulangannya yang terus menerus, caranya yang misterius dalam mewujudkan emosi dan “kemauan”) dan berapa banyak karena resonansi khusus, sinkronisasi, osilasi, ekstasi bersama, atau umpat balik dalam jaringan saraf berlapis-lapis yang rumit dan mendasari persepsi dan pemutaran ulang musik, kita masih belum mengetahuinya

Para peneliti percaya, musik mampu menggugah emosi serta meningkatkan kualitas emosi seseorang. Lebih dari itu, manusia pun menggali musik untuk berbagai kepentingan, mulai dari hiburan hingga terapi pengobatan. Dengan diungkapnya efek musik untuk kecerdasan maka kesadaran akan musik pun semakin meningkat. Bisa dibilang, Mozart menjadi paling popular dalam tema ini. Efek Mozart lebih dikenal karena peneletian efek musik untuk kecerdasan pertama kali menggunakan musik Mozart. Banyak penelitian kemudian dilakukan untuk membuktikan efek Mozart pada peningkatan kecerdasan, khususnya pada janin dan anak.

Kesadaran bermusik (musical awareness) ternyata sudah ada sejak janin di dalam kandungan. Banyak hasil penelitian menunjukkan efek rangsangan mendengarkan musik sudah bisa dimulai sejak bayi berada dalam kandungan. Rangsangan musik untuk mendongkrak kecerdasan dilanjutkan hingga bayi melewati masa kanak-kanak. Pada masa-masa inilah musik dianggap bermanfaat positif untuk perkembangan otak anak-anak.

Manfaat lain dari musik adalah bisa digunakan sebagai sarana pendukung belajar anak-anak. Pada sebagian orang, musik bisa dipercaya bisa membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, rileks, nyaman. Dengan begitu, musik bisa memudahkan anak-anak menerima materi pelajaran. Seperti kita tahu, dunia pendidikan dewasa ini banyak menggunakan musik sebagai sarana media pembelajaran.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah musik berperan dalam pendidikan budi pekerti. Beberapa penelitian mengatakan, musik-musik daerah di nusantara sangat baik diberikan pada anak-anak. Nilai-nilai yang terkandung dalam syair lagu daerah dipercaya bisa memperhalus budi pekerti anak. Budi pekerti tentunya bukanlah hal sepele dalam kehidupan manusia. Budi pekerti menjamin seseorang tetap berjalan dalam rel kebaikan. Tentu kita tidak ingin generasi penerus bangsa yang miskin budi pekerti. Sebab, tanpa diimbang budi pekerti ibarat pisau di tangan pembunuh.

Cerdas, kreatif, dan berbudi pekerti merupakan satu paket yang harus dimiliki setiap orang. Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Dan jika ketiga hal ini dimaksimalkan dalam pengembangan pada diri anak melalui musik, anak-anak akan mengalami perkembangan yang luar biasa semasa hidupnya.

Perkembangan kognitif anak di masa kanak-kanak awal

Dunia kognitif dari anak prasekolah memiliki sifat kreatif, bebas dan penuh fantasi. Imajinasi anak-anak prasekolah bekerja sepanjang waktu, dan kemampuan mental mereka dalam memahami dunia meningkat. Di sini akan dijelaskan perkembangan kognitif anak di masa kanak-kanak awal memfokuskan pada tiga teori: teori Piaget, teori Vygotsky, dan teori pemrosesan informasi.

1. Tahap Praoperasional Piaget

Tahap operasional (preoperational stage) menurut Piaget merupakan tahap kedua dalam perkembangan kognitif anak yang berlangsung dari usia 2-7 tahun, di mana anak-anak mulai merepresentasikan dunia dengan menggunakan kata-kata, bayangan, dan gambar. Mereka membentuk konsep yang stabil dan mulai bernalar. Pada saat yang bersamaan, dunia kognitif anak kecil didominasikan oleh egosentrisme dan keyakinan magis.
Label praoperasional ini memberi penekanan bahwa anak belum melakukan operasi (operation), yaitu aktifitas mental yang dibalik, yang memungkinkan anak-anak untuk membayangkan hal-hal yang dulunya hanya dapat dilakukan secara fisik. Pemikiran praoperasional adalah awal dari kemampuan melakukan rekontruksi dalam pikiran terhadap hal-hal yang telah dicapai dalam bentuk perilaku. Tahap ini dapat dibagi ke dalam dua subtahapan: subtahapan fungsi simbolik dan subtahapan pemikiran intuitif.
Subtahapan fungsi simbolik (symbolic function substage) merupakan subtahap pertama dalam pemikiran praoperasional, yang terjadi antara usia 2 sampai 4 tahun. Dalam subtahap ini, anak kecil memperoleh kemampuan untuk membayangkan penampilan objek yang tidak hadir secara fisik, seperti menggunakan coretan-coretan untuk merepresentasikan bayangannya seperti awan, mobil, dan lain-lain. Namun dibalik perkembangan kemampuan ini, pemikiran mereka masih terbatas; dua bentuk keterbatasan ini adalah egosentrisme dan animisme.
Egosentrime (egocentrism) adalah ketidakmampuan membedakan antara perspektifnya sendiri dan perspektif orang lain. Animisme (animism), keterbatasan lain dari pemikiran praoperasional, adalah keyakinan bahwa benda-benda mati memiliki kualitas yang seolah-olah hidup dan mampu beraksi. Seorang anak kecil sulit membedakan antara peristiwa-peristiwa yang tepat bagi pengguna perspektif manusia dan bukan manusia. Hal ini mungkin disebabkan karena anak-anak kecil tidak terlalu menaruh perhatian pada realitas, namun hasil gambar mereka bersifat khayalan dan berdaya-cipta.
Subtahap berpikir intuitif (intuitive thought substage) adalah subtahap kedua dari berpikir praoperasional dan berlangsung ketika anak berusia antara 4 sampai 7 tahun. Pada subtahap ini, anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban terhadap segala jenis pertanyaan.
Pada usia 5 tahun, anak-anak akan membuat orang dewasa kelelahan karena banyak mengajukan pertanyaaan “mengapa”. Pertanyaan-pertanyaan seperti mengindikasikan munculnya minat terhadap penalaran dan berusaha memahami mengapa berbagai hal berlangsung seperti adanya. Oleh Piaget subtahapan ini disebut intuitif karena anak-anak kecil tampaknya demikian yakin terhadap pengetahuannya dan pemahamannya meskipun mereka belum menyadari bagaimana mereka menyadari hal-hal yang mereka ketahui itu. Kesimpulannya, anak-anak mengetahui sesuatu namun mengetahuinya tanpa pemikiran rasional.
Pemusatan dan keterbatasan pemikiran praoperasional. Salah satu keterbatasan pemikiran praoperasional adalah pemusatan (centration), yakni memusatkan atensi pada sebuah karakteristik sehingga mengesampingkan karakteristik lainnya. Pemusatan adalah gejala yang paling jelas muncul pada anak-anak kecil yang belum memiliki konservasi (conservation), yakni kesadaran bahwa mengubah sesuatu objek atau suatu subtansi tidak mengubah properti dasarnya.

2. Teori Vygotsky’s

Dalam teori Vygotsky, anak-anak lebih mendeskripsikan sebagai makhluk sosial dengan menyusun pemikiran dan pemahamannya terutama melalui interaksi sosial. Perkembangan kognitif anak-anak tergantung pada perangkat yang disediakan oleh lingkungan, dan pikiran mereka dibentuk oleh konteks kultural di mana mereka tinggal (Gredler, 2008; Holzman, 2009).
Zona perkembangan proksimal (zone of proximal development/ZPD)adalah istilah Vygotsky untuk rentang tugas-tugas yang terlalu sulit bagi anak untuk dikuasai sendiri namun dapat dipelajari melalui bimbingan dan bantuan dari orang dewasa atau anak-anak yang lebih terampil. Jadi, batas bawah dari ZPD adalah level keterampilan yang mampu diraih anak dengan bekerja sendiri. Sementara batas atas dari ZPD adalah level dari tanggung jawab tambahan yang dapat diterima anak dengan dibantu oleh instruktur yang mampu menangkap keterampilan kognitif anak yang berada dalm proses pematangan dan dapat dicapai hanya melalui bantuan dari orang yang lebih terampil (Alvarez & del Rio, 2007). Vygotsky (1962) menyebut hal ini dengan “kuncup semi” atau “bunga” perkembangan untuk membedakan dari “buah” perkembangan, yang telah dicapai oleh anak secara mandiri.
Scaffolding berarti mengubah level dukungan. Seiring dengan meningkatnya kompetensi anak, bimbingan yang diberikan dapat dikurangi.
Bahasa dan Pemikiran. Menurut Vygotsky, tujuan dari percakapan yang dilakukan anak-anak tidak hanya untuk melakukan komunikasi sosial namun juga untuk membantu mereka dalam menyelesaikan tugas.
Strategi Pengajaran. Teori Vygotsky dianut banyak pendidik dan telah berhasil diterapkan di dalam pendidikan (Daniels, 2007; Holzman, 2009). Berikut adalah beberapa cara di mana teori Vygotsky dapat digunakan di dalam kelas.
1. Menilai ZPD anak. Seorang pelatih yang terampil akan menyajikan kepada anak tugas-tugas dengan kesulitan yang bervariasi untuk menentukan level yang terbaik dalam memulai intruksi.
2. Menggunakan zona perkembangan proksimal dalam mengajar. Dlam mengajar juga kita harus berusaha membantu anak dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak atau cukup sekedar mengobservasi intensi-intensi dan usaha-usaha anak serta menyediakan dukungan apabila diperlukan. Anda dapat memperhatikan dan menghargai latihan anak atau menawarkan dukungan ketika anak lupa apa yang harus diperbuat.
3. Menggunakan kawan-kawan sebaya yang lebih terampil sebagai guru. Anak-anak juga memperoleh keuntungan melalui dukungan dan bimbingan yang diberikan oleh anak-anak yang lebih terampil.
4. Tempatkan intruksi di dalam konteks yng bermakna. Kini para pendidik lebih banyak menyediakan kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar di dalam lingkungan dunia nyata.
5. Mengubah ruang kelas dengan ide-ide Vygotsky. Salah satu contoh rung kelas yang sesuai Vygotsky adalah Kamehameha Elementary Education Program (KEEP) di Hawai. ZPD adalah elemen kunci intruksi program ini. Anak-anak dapat membaca suatu cerita kemudian menginterprestasikan artinya. Scallfoding digunakan untuk meningkatkan keterampilan literasi para siswa. Intruktur bertanya, merespon pertanyaan, serta membangun ide-ide yang dihasilkan oleh siswa.

3. Pemrosesan Informasi

Atensi merupakan suatu kegiatan memfokuskan sumberdaya mental terhadap informasi tertentu. Kemampuan anak untuk memberikan perhatian meningkat secara signifikan selama masa sekolah (Posner & Rothbart, 2007). Anak-anak kecil terutama mengalami kemajuan dalam dua aspek atensi, yaitu atensi eksekutif dan atensi yang bertahan (Rothbart & Garstein, 2008). Atensi eksekutif (executive attention) melibatkan perencanaan, mengalokasikan atensi menuju sasaran, mendeteksi dan kompensasi kesalahan, mengawasi perkembangan tugas, serta mengahadapi situasi yang sulit dan rumit. Atensi yang tertahan (sustained attention) adalah keterlibatan yang jauh dan mendalam dengan sebuah objek, tugas, kejadian, atau aspek lain dari lingkungan.
Memori (memory), ingatan mengenai informasi sepanjang waktu merupakan sebuah proses yang utama dalam perkembangan kognitif anak-anak.

Strategi dan Pemecahan Masalah. Strategi (strategy) terdiri dari aktifitas mental yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan pemrosesan informasi.

Theory of Mind Anak Kecil. Anak-anak kecil sekalipun, memiliki rasa ingin tahu mengenai hakekat dari pikiran manusia (Gelman, 2009). Mereka memiliki sebuah theory of mind (teori mengenai pikiran), yang merujuk pada kesadaran seseorang mengenai proses-proses mentalnya sendiri proses-proses mental orang lain studi mengenai theory of mind memandang anak sebagai “seorang pemikir yang mencoba untuk menjelaskan, memprediksikan, dan memahami pikiran, perasaan, serta ucapan orang lain” (Harris, 2006, hal. 847).

Kreatifitas dan budi pekerti

Kreatifitas adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menghasilkan suatu komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru ketika seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Makna dari pengembangan kreatifitas berkaitan dengan kualitas perwujudan diri, peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Dalam pelaksanaan di sekolah-sekolah masih banyak ditemui hambatan dan kelemahan yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan kreatifitas anak. Hubungan intelegensi dan kreatifitas ialah dimana intelegensi menyangkut pada cara berpikir divergen (menyebar). Kreatifitas dan kecerdasan anak hanya bisa berkembang apabila diberi rangsangan untuk berkembang dan tidak bisa berkembang dengan sendirinya. Kreatifitas yang telah dibangun melalui pola pembinaan orang tua akan menghasilkan suatu kemantapan tersendiri jika mendapat perhatian khusus dari sekolah. Namun jika tidak pernah mendapat perhatian dari sekolah sebagai sumber inspirasi, maka individu-individu kreatif tidak akan ditemukan.

Secara etimologi, budi pekerti berasal dari dua kata, yaitu budi (nalar, pikiran, watak) dan pekerti (penggawean, watak, tabiat, atau akhlak). Budi pekerti merupakan penanaman dan pengembangan nilai, sikap, dan perilaku peserta didik sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti luhur. Seperti sopan santun, berdisiplin, bertanggung jawab, ikhlas, jujur, dan lain sebagainya.

Musik

John A. Slobodo menulis dalam The Musical Mind bahwa musik mampu meningkatkan kualitas emosi seseorang. Sebut saja orang yang sedang mendengarkan konser musik, mereka akan bertepuk tangan penuh gempita, bersorak, memberikan siulan, bahkan berdiri untuk memberikan penghargaan kepada para pemain di atas panggung. Respons terhadap musik tersebut jelas penuh dengan emosi. Itu baru aktifitas music berupa mendengarkan. Padahal menurut Djohan dalam Psikologi Musik, mendengarkan merupakan aktifitas musik yang digolongkan sebagai aktifitas pasif. Bisa terbayangkan bagaimana emosi jauh terlibat pada aktifitas musik yang aktif, seperti composing(mengarang musik) dan performing (melakukan pertunjukan musik).

a. Definisi Musik
Ada banyak definisi musik yang sudah diberikan para filsuf, penulis, musikolog, dan bahkan penyair. Berikut ini adalah beberapa definisi dan pendapat mengenai musik yang dituangkan dalam buku Pengantar Apresiasi Seni terbitan Balai Pustaka.
· Schopenhauer, filsuf Jerman di abad ke-19, mengatakan musik adalah melodi yang syairnya adalah alam semesta.
· David Ewen mendefinisikan musik sebagai ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental. Musik meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.
· Suhartjarja, dosen senior Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, mengemukakan pendapatnya mengenai musik, yaitu ungkapan rasa indah manusia dalam konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya sehingga dapat dimengerti dan dinikmati.
· Suhartjarja juga mengemukakan tentang bagaimana bentuk-bentuk musik ditulis. Bentuk-bentuk musik ditulis dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Arah kiri ke kanan menunjukkan dimensi waktu, yaitu urutan tiap bentuk itu untuk dimunculkan atau dibunyikan dalam rangkaian bunyi yang kemudian disebut musik. Lantas bentuk-bentuk musik yang ditulis ke bawah dan ke atas menunjukkan dimensi sifat musik, akustik musikal.
· Dello Joio, komponis Amerika jebolan Julliard School New York, memberikan pendapatnya mengenai musik, yaitu dengan mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik.
Menurut Adjie Esa Poetra dalam 1001 Jurus Mudah Menyanyi,musisi Indonesia ini mengaakan bahwa musik adalah kesenian yang bersumber dari bunyi. Menurutnya ada empat unsur dalam musik, yaitu dinamik atau kuat lemahnya nada, nada atau bunyi yang teratur, unsur waktu(panjang pendek suatu bunyi yang ditentukan dari hitungan atau ketukan nada), dan timbre atau warna suara (sound colour).

b. Genre Musik

Genre musik adalah pengelompokkan sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Perkembangan jenis aliran musik semakin berkembang setiap tahunnya, namun pasti ada kesamaan dengan aliran musik lain sehingga dapat digolongkan ke genre musik tertentu sesuai dengan kemiripannya dengan aliran musik yang lain. Berikut adalah genre-genre musik yang ada pada saat ini.
Jazz, merupakan salah satu genre musik yang memiliki banyak macamnya, yakni: Ragtime, Classic Jazz, Hot Jazz, Chicago Style, Swing, Kansas Style, Gypsy Jazz, Bebob, Mainstream, Vocalese, Cool, Hard Bob, Bossa Nova, Free Jazz, Soul Jazz, Groove, Fusion, Afro-Cuban Jazz, Acid Jazz, dan European Jazz.
Ada beberapa genre musik lagi seperti: Alternatif Rock, Blues, Classical, Country, Easy Listening, Rock, Rap, Death Metal, J-Pop, New Age, R&B, J-Rock, Techno, World, dan Dangdut.

c. Musik dan Budaya

Musik mampu menjadi cerminan sosial yang menentukan harkat dan martabat suatu bangsa. Musik sebagai sebuah kebudayaan suatu bangsa mampu menjadi citra kehidupan bangsa tersebut dan sebaliknya.
Seseorang yang melihat dan mengkritik kebudayaan lain dengan ukurannya sendiri disebut etnosentrisme. Perilaku tersebut tidak dibenarkan karena berarti tidak menghargai nilai yang ada pada kebudayaan orang lain. Hal yang lebih buruk terjadi pada pandangan etnosentrisme adalah sikpa menganggap rendah kebudayaan lain (eksotisme). Eksotisme terkenal di Eropa pada akhir abad XIX ketika mereka menganggap kebudayaan di luar Eropa adalah kebudayaan rendah dan tidak pernah mengganggap keberadaannya.

Deskripsi mengenai paham eksotisme di atas bukanlah dalam tujuan mengajak untuk memiliki paham yang sama, melainkan memberikan gambaran bahwa sangat penting memandang kebudayaan bangsa lain dengan pikiran terbuka tanpa tendensi. Musik memberi makna serta memberi manfaat dengan caranya sendiri, meski terkadang kita sebagai manusia abai terhadapa keberadaan dan kelestariannya.

d. Musik untuk Terapi dan Pengobatan
Pada abad ke-20, teori pengaruh musik dikembangkan oleh beberapa ahli dalam memahami pengaruh musik terhadap kecerdasan manusia, kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Kate dan Richard Mucci berhasil menyajikan tulisan menarik mengenai musik dan pengobatan dalam buku The Healing Sound of Music. Keduanya memaparkan bahwa tubuh manusia mempunyai ritme tersendiri. Kemampuan seseorang mencapai ritme dan suara-suara dalam diri mereka membuat penyembuhan musikal semakin efektif. Selama proses penyembuhan, macam dan frekuensi musik yang digunakan harus benar-benar diperhatikan.

Dalam setiap penyakit fisik yang diderita, disarankan tetap untuk berkonsultasi dengan dokter. Namun agar pengobatan dapat memperoleh hasil yang optimal, maka perlu diimbangi dengan musik. Berikut adalah beberapa contoh penyakit fisik yang dapat diupayakan penyembuhannya dengan pendampingan musik.

Penyakit jantung, di mana faktor utama penyakit ini adalah stres. Musik dengan efek yang diciptakannya akan membuat seseorang lebih rileks, khususnya musik-musik yang dihasilkan dari harpa. Memperdengarkan musik dan melakukan teknik relaksasi pada pasien dapat memperlambat detak jantung serta mengurangi tekanan darah.

Stroke, di mana musik dalam proses pemulihan penderita penyakit ini akan menstimulasi respons-respons otomatis yang akan digerakkan oleh anggota badan. Untuk itu, musik yang digunakan adalah musik dengan nuansa gembira serta musik yang mendorong munculnya ingatan-ingatan positif. Dengan demikian musik bisa menghadirkan ingatan mengenai berbagai aktivitas menyenangkan pada diri pasien dan akan membantu pasien tersebut meresponsnya dalam aneka respons gerak.
Sakit kepala, merupakan penyakit yang sangat umum dialami oleh setiap orang. Banyak penderita sakit kepala berniat mengurangi rasa sakit ini dengan mengonsumsi obat sakit kepala. Cobalah untuk mendengarkan musik yang mengalunkan nada tenang. Biarkan iramanya menghanyutkan perasaan sehingga lupa dengan sakit kepala.

Pengaruh musik sebagai terapi dalam perkembangan kognitif, kreatifitas dan budi pekerti.

Setelah kita telah membahas bagaimana perkembangan kognitif pada anak di masa kanak-kanak awal dan seperti apa musik sebagai terapi dalam pemulihan penyakit secara fisik, di sini kita akan membahas bagaimana pengaruh musik sebagai terapi dalam perkembangan kognitif, kreativitas, dan budi pekerti.

A. Kognitif
Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu. Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain. Kesadaran anak akan tempo dapat bertambah melalui aktivitas bergerak dan bermain yang menekankan sinkronis, ritme, dan urutan pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual, auditif, dan sentuhan juga diperkuat melalui aktivitas gerak.

Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengarahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh.

Musik sangat membantu anak dalam membayangkan sesuatu. Hal ini dibuktikan terhadap anak yang belajar mengenai not balok. Not balok merupakan nada yang ditunjukkan melalui simbol-simbol yang memiliki arti sehingga memperoleh nada yang merdu dan menyenangkan. Anak yang belajar hal ini membuat kepekaannya terhadap keterampilan berimajinasi semakin tajam dan membuat anak tersebut semakin berusaha memecahkan sesuatu yang awam menurutnya dengan terus belajar.

Pengembangan keterampilan musik dapat dikembangkan kepada anak dengan menggunakan teori Vygotsky, yaitu anak dilatih dan dibimbing dengan pembimbing atau pengarah yanb professional di bidang musik sehingga anak dapat berkembang dengan baik. Anak-anak yang sudah terbiasa dengan level pelatihan yang diberikan dapat dikurangi dan memberikan anak kesempatan untuk berkreasi terhadap musiknya sendiri.

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh anak selain mempertajam kepekaan anak dalam terapi musik :
1. Meningkatkan konsentrasi
2. Meningkatkan daya ingat
3. Mampu menciptakan suasana tenang dan rileks sehingga membuat belajar lebih efektif
4. Merangsang daya ingat.

Menurut beberapa sumber , ada beberapa alternatif pilihan musik yang bisa digunakan untuk mengiringi belajar anak, di antaranya Mozart (Concerto #21 dalam C mayor, K467, Concerto Flute dalam A mayor), Beethoven (Piano Concerto #5 dalam E minor), Vivaldi (Flute Concerto #5 dalam D mayor, The Four Season for Solo Piano), J.S Bach (Brandenburg Concerto, Concerto dalam D minor untuk 2 biola), dan Satie (Gymnopedie). Namun, yang harus diperhatikan adalah pastikan pilihan musik yang diajukan sudah sesuai dengan selera anak. Sebab, pilihan yang sesuai dengan keinginan anak bisa membuat belajarnya menyenangkan. Sebaliknya, jika pemilihan musik tidak sesuai selera yang diinginkan si anak, maka hanya akan mengganggu konsentrasi belajarnya.

B. Kreativitas

Musik dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Metode pembelajaran sugestopedia, metode yang dipopulerkan Lazanove, memnafaatkan musik sebagai pengiring proses belajar. Lazanove percaya, musik yang tepat dapat menimbulkan sugesti positif pada anak-anak. Musik yang mengandung unsur-unsur riang, nyaman, gembira akan memberi sugesti serupa pula pada anak-anak.

Dunia anak adalah bermain. Bagaimana membuat bermain mereka bermuatan bahan ajar yang lebih penting daripada menyuruh anak-anak berhenti bermain dan memaksa belajar. Ada beberapa teknik menimbulkan sugesti positif pada anak-anak yang telah diusulkan Lazanove melalui metode sugestopedia, yakni:
– Mendudukkan murid secara nyaman, memasang musik sebagai pengiring proses belajar mengajar di dalam kelas.
– Menempel poster-poster yang menarik untuk anak-anak.
– Memasang majalah dinding.
– Memasang hasil karya anak-anak di majalah dinding.

Proses pembelajaran yang dibentuk sedemikian rupa diharapkan mampu merangsang segenap aspek kecerdasan anak dan meningkatkan motivasi belajar, khususnya kreativitas anak dalam belajar. Sugestopedia memanfaatkan musik untuk mencapai keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.

C. Budi Pekerti
Budi pekerti merupakan aspek terpenting bagi keberadaan sebuah bangsa. Generasi muda penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur merupakan jaminan bagi bangsa berkelangsungan sebuah negara dan salah satu yang bisa membangun budi pekerti yang luhur adalah melalui seni. Seni bisa mempengaruhi kehidupan manusia. Karya seni merupakan hasil pengolahan daya cipta, rasa dan karsa manusia.

Lagu anak yang didalamnya kaya akan nilai-nilai budi pekerti bisa memberikan pengaruh baik dalam pertumbuhan mereka. Adapun nilai-nilai yang terkandungnya di dalamnya di antaranya mencakup sopan santun, akhlak terpuji, serta masih banyak lagi. Itu artinya, dampak positif dalam lagu anak tersebut bisa mempengaruhi pikiran, jiwa, dan raga mereka.

Pemberian lagu anak yang tepat bisa bermanfaat positif bagi proses pembelajaran anak. Sebab, pada lagu anak terdapat beberapa aspek tujuan pembelajaran yang bermanfaat untuk mengajarkan budi pekerti. Berikut selengkapnya.
– Aspek kognitif, yaitu aspek pemahaman pada pengetahuan tentang tingkah laku terpuji. Dengan begitu, anak bisa membedakan mana yang baik dilakukan serta mana yang tidak layak dilakukan.
– Aspek afektif, yaitu aspek yang menekankan pengaruh lagu anak terhadap emosi atau perasaan serta perilaku mereka.
– Aspek psikomotorik, yaitu kemampuan sopan santun anak-anak dalam berperilaku. Ini bisa diwujudkan dalam keterampilan berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal sesuai situasi dan kondisi yang ada pada saati itu.
Yeni Rachmawati dalam bukunya, Musik sebagai Pembentuk Budi Pekerti: Sebuah Panduan untuk Pendidikan (2005:64) menjelaskan ada beberapa manfaat musik bagi pendidikan budi pekerti anak.
– Sebagai landasan moral dan etika serta membentuk watak dasar anak.
– Menghaluskan budi pekerti.
– Harmoni dan irama yang ada di dalam musik mampu menanamkan rasa keadilan.
– Menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang.
– Menumbuhkan cinta dan semangat dalam nilai-nilai keagamaan.
– Meningkatkan produktivitas.
– Meningkatkan rasa manusia.

Salah satu bentuk budaya masyarakat adalah kesenian tradisional. Kesenian tradisional merupakan hasil perenungan disertai daya imajinasi dan kreativitas para leluhur di suatu daerah. Bentuk kesenian itu ada yang masih dilestarikan hingga saat ini ada pula yang telah lenyap dimakan zaman.

Kesenian suatu daerah dilahirkan di daerah yang bersangkutan, tentunya selaras dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, kesenian daerah melukiskan jiwa masyarakatnya. Kesenian memiliki kedalaman makna atau nilai-nilai yang selaras dengan jiwa masyarakatnya.

Dengan tiap daerah yang memiliki karakter yang berbeda-beda, belum tentu lagu dari satu daerah bisa diterapkan di daerah lain.bahasa tiap daerah yang berbeda misalnya, membuat lagu yang bukan berasal dari daerah sendiri kadang susah dicerna maknanya. Untuk itu, orang tua hendaknya mengupayakan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam jenis musik yang hendak dikonsumsi serta mendidik budi pekerti anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s