Cerita Ahok Soal APBD Siluman DKI

Oleh: Muhamad Asari

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sebutan anggaran siluman dalam APBD DKI 2015 berdasarkan hasil pemaparan yang disampaikan oleh Kepala BPKP Mardiasmo saat diundang ke Balai Kota. Ahok menyampaikan adanya anggaran siluman itu bahkan tercatat sudah terjadi pada 2007 silam.

“Istilah kata anggaran siluman itu bukan dari saya, itu dari pak mardiasmo yang mengatakan itu,” kata Ahok saat menggelar pertemuan dengan Camat dan Lurah se DKI, Rabu (4/3/2015).

Menurut Ahok, BPKP didatangkan oleh Pemda DKI itu memaparkan temuan BPKP mengenai anggaran terhadap APBD DKI. Hingga kemudian dalam temuan-temuan yang dilakukan oleh BPKP terdapat anggaran yang tidak jelas.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan anggaran yang tidak jelas dalam APBD DKI sudah ditemukan beberapa kali dalam penganggarannya. Basuki menambahkan sejak dia bersama Jokowi memegang kendali Jakarta pada 2012 sudah menemukan anggaran yang muncul secara tiba-tiba.

Dia menyatakan dalam lingkungan pemerintahan DKI seperti Lurah dan Camat mendapati apa yang dibicarakan dalam Musyawarah Rembug Bersama (Musrembang) tidak sesuai dengan fakta yang di lapangan dalam realisasi APBD. Ahok mencontohkan ketika aparat pemda mengalokasikan sesuatu maka yang ada tidak sesuai sebagaimana diminta saat Musrembang.

Sebagaimana terjadi dalam APBD 2013, Ahok menuturkan ketika Pemda DKI menganggarkan pengadaan truk sampah namun tidak bisa diwujudkan sesuai dengan realisasinya yakni tidak ditemukan anggaran pengadaan truk. Lalu Pemda DKI berusaha mencari tahu bagaimana bisa anggaran truk bisa ditiadakan.

“Semua orang tidak ada yang mau mengakui dan DPRD mengatakan yang salah adalah SKPD yang tidak mau memasukkan,” lanjut Ahok.

Ahok mencontohkan sebagaimana kasus pada 2007 silam yang melibatkan banyak pejabat pemda hingga dimasukkan ke penjara. Suami Veronica Tan itu menegaskan meski demikian tidak ada satu pun anggota DPRD yang diusut turut terlibat dalam perkara anggaran siluman.

Menurut Ahok, alasan yang sering disampaikan oleh DPRD adalah bahwa persoalan anggaran adalah diusulkan dan dilaksanakan oleh eksekutif. Namun demikian berbeda pada saat oknum-oknum yang diduga terlibat dalam praktek sudah bisa diketahui pada saat ini.

Langkah dilakukan selanjutnya pada penetapan APBD 2013, dia menemukan cara untuk melawan anggaran tidak jelas dengan cara E-Budgeting. Oleh karena itu, hasilnya bisa diketahui ke mana dan dari mana anggaran yang dimaksud digunakan dan diambil oleh pihak mana. Hal yang menonjol adalah dalam anggaran Dinas Pendidikan DKI adanya sejumlah belanja diketahui tidak rasional seperti UPS.

Hingga selanjutnya pada APBD 2014, tutur Ahok, pemda DKI melakukan pengadaan belanja truk sampah, namaun secara tiba-tiba di APBD perubahan terdapat data baru hanya untuk pembelian untuk setengah anggaran yang ditetapkan semula untuk truk. Hingga kemudian, tambah Ahok, dia menemukan taktik digunakan untuk mengganti anggaran semula.

Basuki mengakui sudah mengetahui sejumlah oknum-oknum kepada Subdit diduga turut bermain dalam pergantian anggaran Pemda DKI. Hingga kemudian anggaran tidak terkontrol seperti mengubah data di excel dan segera dieksekusi seperti UPS, pengadaan scanner tiga dimensi dan sejumlah program-program lainnya.

Dia menyatakan jika selanjutnya temuan itu dilakukan maka tentunya pihak yang dianggap terlibat adalah SKPD. Pasalnya, pihak DPRD tidak mungkin mau mengakui bahwa anggaran tidak jelas itu adalah berasal dari versi mereka dan akhirnya tidak pernah ditemukan penyelsaian anggaran APBD siluman.

“Maka saya tunggu, pada 2015, Bapak Ibu saya paksa mengisi e-bugeting, ini versi yang tidak diakui oleh DPRD, saya tungguin, sampai dia keluarkan versi baru dia tandatangani, lalu dia mengeluarkan hak angket saya, dia bilang saya tidak sopan,” tutur Ahok.

– See more at: http://erabaru.net/detailpost/cerita-ahok-soal-apbd-siluman-dki#sthash.K5Q8urie.dpuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s