Budi Susilo Supandji : Perguruan Tinggi Elemen Penting Bagi Ketahanan Bangsa

Oleh: http://prasetya.ub.ac.id

Semakin berkembangnya pengaruh negative dari dunia luar dan kurangnya masyarakat Indonesia akan potensi, letak geografis dan sejarah akan bangsa ini membuat ketahanan nasional negeri ini terkikis sedikit demi sedikit. Oleh karenannya Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Kuliah Tamu dan MoU dengan Universitas Brawijaya.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito bersama jajarannya pada hari Senin (9/6) di Gedung Widyaloka menerima kunjungan dari Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. dengan didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Laksma TNI E. Estu Prabowo, M. Sc. dan Kepala Biro Kerjasama Brigjen TNI Sudibyo, S.E.

Kunjungan ke kampus UB ini, merupakan salah satu upaya Lemhannas RI untuk mencapai visi menjadi lembaga nasional yang bertaraf internasional dimana perluasan kerjasama, (termasuk dengan UB) dapat semakin diperluas, tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi dalam lingkup global.

Selain melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lemhannas RI dengan UB.

Kerjasama yang berlangsung selama lima tahun sejak ditandatanganinya, mencakup kerjasama dalam bidang pendidikan penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional, penelitian dan pengkajian strategik, pemantapan nilai-nilai kebangsaan, pengukuran ketahanan nasional,dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan kerjasama yang dilakukan ini akan menjadi nilai tambah (added value) bagi Lemhannas RI dan UB.

Dalam kesempatan berikutnya, usai penandatanganan nota kesepahaman, Budi Susilo Soepandji juga turut menyampaikan kuliah umum dihadapan mahasiswa dan segenap civitas akademik UB. Dalam kuliah umum tersebut, Budi Susilo Soepandji menekankan arti pentingnya pemahaman akan geopolitik saat ini. Posisi geografis Indonesia yang sangat strategis menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki bargaining power dan bargaining position strategis dalam percaturan dan hubungan antar bangsa, baik dalam lingkup kawasan maupun global.

Namun perubahan lingkungan strategis dan globalisasi yang mendorong keadaan negara menjadi seolah tanpa batas (borderless) menjadi tantangan. Potensi ancaman kini tidak lagi dalam bentuk ancaman yang bersifat fisik. Selain itu pula, Dunia kini juga dihadapkan dengan perang yang dilakukan oleh pihak ketiga tanpa keterlibatan langsung pihak yang berkepentingan atau disebut proxy war. Untuk itu, negara harus melakukan upaya-upaya konstruksi wawasan kebangsaan sebagai “proyek bersama” (common project) bagi seluruh warganya yang harus dipahami, dimengerti dan didukung oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Menurut Budi Susilo Soepandji, Perguruan Tinggi termasuk UB merupakan elemen penting bagi ketahanan nasional khususnya di masa depan. “Kita tahu bahwa kalian semua para mahasiswa kelak akan menjadi pemimpin di bangsa ini, kalau mahasiswa ditempa dengan baik oleh kampusnya maka ketahanan dan stabilitas nasional bisa diwujudkan,” kata pria asal Yogyakarta resebut. (dimas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s