Berjiwa Besar

Oleh: Alhuzairin

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang selalu berusaha melepaskan pikiran-pikiran negatif yang melingkupi jiwanya.

Dalam perjalanan hidup manusia tak akan pernah luput dari kekalahan dan kemenangan. Untuk menghadapi fenomena menang-kalah dalam kehidupan kita harus memiliki perangkat hati yang disebut dengan Jiwa besar. Orang yang berjiwa besar adalah orang-orang yang selalu berusaha melepaskan pikiran-pikiran negatif yang melingkupi jiwanya, tidak melihat semua dengan ukuran hawa nafsunya. Ketika dia bisa melewati ikatan-ikatan tersebut, maka dia bisa berhubungan dengan orang, siap menerima kesalahan, kekurangan, dan kelemahan yang muncul dari orang lain.

Dengan Jiwa besar kita dapat memaknai kalah dan menang sebagai bagian dari warna-warni kehidupan. Lawan dari kemenangan, adalah hal yang terkadang sulit kita terima, yaitu kekalahan. Kekalahan sangat menyakitkan apabila kita sangat berharap dan tidak mendapatkannya, terlebih bila tidak disertai perasaan untuk menerima kekalahan tersebut, karena kita termakan oleh hawa nafsu.

Dalam kekalahan, bukan selalu berarti kita kalah, kita masih bisa menang, kita masih bisa mencapai keadaan yang kita harapkan, tetapi hal utama bangkit dari kekalahan adalah tekad dan kemauan dalam diri kita, dan juga kerelaan menerima kenyataan bahwa yang kita harapkan tidak selamanya bisa menjadi kenyataan. Inilah dinamika kehidupan. Inilah perjalanan hidup manusia, dimana terkadang kekalahan itu juga memiliki makna yang dalam. Dengan kekalahan, kita diterpa untuk berusaha. Dengan kekalahan, kita dipaksa untuk membuka mata kita terhadap kemenangan orang. Dengan kekalahan, kita belajar untuk menerima dan bersikap rendah hati. Dengan kekalahan, kita diharapkan bangkit. Dengan kekalahan, kita bisa menatap hal-hal indah di sekitar kita.

Sejatinya dalam kemenangan pun terkandung kekalahan, yaitu pada saat sang pemenang tidak memiliki jiwa besar untuk memaknai kemenangan sebagai amanah Allah SWT. Sehingga menjadi takabur dan lupa akan janji-janjinya. Jika demikian yang terjadi maka kemenangan yang diraihnya hanyalah sekedar jalan untuk menjadikannya ‘sang pecundang’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s