RUU Kamnas Tak Sesuai dengan Semangat Reformasi

Oleh: Tri Kurniawan-okezone.com

Koordinator LSM Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai tak ada alasan pemerintah untuk mengesahkan RUU Keamanan Nasional (Kamnas). Dia mengatakan, RUU Kamnas diciptakan untuk meredam radikalisme dan teroris hanyalah kamuflase.

“Kan sudah ada Undang-Undang (UU) Konflik yang mengatur itu, termasuk terorisme. Jadi tidak perlu UU Kamnas lagi,” kata Ray di Jakarta, Senin (24/9/2012).

Ray meminta kepada seluruh fraksi di DPR kompak untuk membatalkan pembahasan RUU Kamnas. Kata dia, enam fraksi yang menyetujui RUU Kamnas disahkan seharusnya mempunyai rasa malu kepada pemilihnya.

“Mereka harus malu kepada rakyat yang memilihnya kalau sampai mengkhianati rakyat dengan menggolkan RUU Kamnas menjadi undang-undang,” terangnya.

Sekretaris Eksekutif Hubungan Agama dan Kepercaaan (HAK) Konferensi Wali Gereja Indonesia, Antonius Benny Susetyo atau yang akrab disapa Romo Benny ikut mengecam RUU Kamnas. Dia mengatakan RUU Kamnas sangat bertentangan dengan semangat reformasi.

“Berbagai klausul pasal di dalam RUU sama sekali tidak sesuai tujuan reformasi dan tidak pro hak-hak sipil, apalagi dengan sifat pasal yang elastis itu,” ungkapnya.

Dia khawatir kritikan masyarakat dalam bentuk apapun termasuk persoalan ekonomi, budaya maupun sosial bisa dianggap sebagai sebuah ancaman. Kritik yang ditulis dalam situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan blogpress bukan tidak mungkin juga dianggap melanggar hukum.

“Apalagi defenisi ancaman dan keadaan darurat yang disusun dalam RUU Kamnas itu tidak tegas, jadi nampak ada upaya dibuat multi tafsir,” ujarnya.
(trk)

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

One thought on “RUU Kamnas Tak Sesuai dengan Semangat Reformasi”

  1. Setjen Wantannas mengajak kita merevolusi paradigma keamanan nasional yang berakar pada nilai-nilai pendirian republik, penghormatan negara hukum, kesetaraan warga dan martabat manusia. Ia menolak paradigma kamnas yang bertumpu pada negara yang kerap lahirkan otoritarianisme kekuasaan dengan mengurai nilai, konsep dan sistem keamanan yang berpusat kemanusiaan sehingga jelas bedanya keamanan nasional, keamanan publik dan keamanan insani yang adil, dan beradab. Kedepan, pemikirannya sekaligus mengundang kita merumuskan payung hukum, ruang koordinasi antar aktor keamanan hingga akuntabilitas sistem keamanan nasional. Selamat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s