Presiden Tandatangani UU Keistimewaan, Sultan HB Langsung Calon Gubernur Tapi Dilarang Masuk Partai Politik

Oleh: setkab.go.id

Hanya sehari setelah ditetapkan dalam Sidang Paripurna DPR-RI pada Kamis (30/8) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 31 Agustus lalu telah menandatangani Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selanjutnya pada 3 September lalu, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin resmi memasukkan UU ini dalam lembaran negara. Salah satu poin menarik dalam UU ini adalah bahwa Sultan Hamengku Buwono (HB) dan Adipati Paku Alam yang akan dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bukan merupakan anggota partai politik.

Disebutkan dalam Pasal 4 UU ini, bahwa keistimewaan DIY dilaksanakan berdasarkan asas: a. pengakuan atas hak asal-usul; b. kerakyatan; c. demokrasi; d. kebhineka tunggal ika-an; e. efektivitas pemerintah; f. kepentingan nasional; dan f. pendayagunaan kearifan lokal.

“Pengaturan Keistimewaan DIY bertujuan untuk: a. mewujudkan pemerintahan yang demokratis;

b. mewujudkan kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat; c. mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan social yang menjamin kebhineka tungkal ikaan dalam kerangka NKRI; dan d. melembagan peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa,” bunyi pasal 5 UU tersebut.

Disebutkan dalam UU tersebut, bahwa pemerintahan daerah dipimpin oleh Gubernur, yang dalam melaksanakan wewenangnya dibantu oleh Wakil Gubernur. Gubernur karena jabatannya juga merupakan Wakil Pemerintah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Mengenai calon gubernur, dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 itu disebutkan, bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur DIY harus memenuhi syarat di antaranya adalah bertahta sebagai Sultan Hamengku Buwono untuk Calon Gubernur, dan bertahta sebagai Adipati Paku Alam untuk calon Wakil Gubernur, serta berusia sekurang-kurangnya 30 tahun, serta bukan sebagai anggota partai politik.

Dalam tata cara pemilihan, DPRD DIY akan memberitahukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur serta Kasultanan dan Kadipaten tentang berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 3 (tiga) bulan sebelum berakhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, Kasultanan mengajukan Sultan Hamengku Buwono yang bertahta sebagai Calon Gubernur dan Kadipaten mengajukan Adipati Paku Alam yang bertahta sebagai Calon Wakil Gubernur paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya surat pemberitahuan dari DPRD DIY.

Kemudian DPRD DIY melalui Panitia Khusus melakukan verifikasi atas persyaratan pengajuan Sultan Hamengku Buwono sebagai Calon Gubernur dan Adipati Paku Alam sebagai Wakil Gubernur, dan selanjutnya DPRD DIY akan menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian visi dan misi dari Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, dan diakhiri dengan penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Presiden kemudian mengesahkan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY atas usul yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), berdasarkan pengesahan yang dihasilkan dalam Rapat Paripurna DPRD DIY.

“Masa jabatan Sultan Hamengku Buwono sebagai Gubernur dan Adipati Paku Alam sebagai Wakil Gubernur adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak pelantikan, dan tidak terikat pada ketentuan 2 (dua) kali periodisasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah,” bunyi Pasal 25 Ayat 1, 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 itu.

Khusus untuk Daerah Istimewa Yogyakarta ini disebutkan, bahwa pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur dilakukan oleh Presiden. Dalam hal Presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh Wakil Presiden. Dalam hal Presiden dan Wakil Presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh Mendagri. (ES)

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s