Jumlah Wirausahawan di Indonesia Sangat Sedikit

Oleh: Koran Jakarta

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, di Jakarta, Senin (3/9), mengatakan harus ada upaya meningkatkan jumlah wirausahawan jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Halim saat membuka Pelatihan Kewirausahaan 38 Mahasiswa di Bank Indonesia.

Menurut Halim, jumlah wirausahawan di Indonesia saat ini hanya 3,4 juta atau 1,56 persen dari total penduduk 240 juta jiwa.

“Tingkat kewirausahaan kita masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang sudah di atas empat persen, sementara negara maju memiliki persentase yang lebih tinggi,” kata Halim.

Berdasarkan penelitian Bank Dunia tahun 2008, tingkat kewirausahaan yang tinggi memiliki hubungan yang signifikan dengan pembangunan ekonomi yang pesat, partisipasi sektor formal, dan tata kelola yang lebih baik.

Wirausahawan, dalam pandangan Halim, telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan berbagai cara, di antaranya adalah inovasi produk atau proses produksi dan peningkatan produktivitas melalui peningkatan persaingan.

“Peran mereka tidak hanya sebatas output per kapita dan pendapatan, namun juga sebagai inisiator perubahan dalam struktur bisnis masyarakat. Wirausahawan juga menjembatani jarak antara pengetahuan dan pasar, menciptakan bisnis dan produk baru ke pasar,” kata Halim.

Pencari Kerja

Wirausahawan, papar Halim, memberi kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi melalui inovasi dan pengembangan produk, pengembangan proses, penemuan sumber pasokan baru, eksploitasi pasar baru, serta pengembangan bisnis dengan cara yang lebih baik.

Namun, di tengah peluang memperbaiki ekonomi Indonesia dengan menjadi wirausahawan, para pemuda di Indonesia, menurut Halim, justru lebih memilih menjadi pencari kerja dibanding menjadi pencipta lapangan kerja.

“Lulusan perguruan tinggi di Indonesia lebih suka menjadi pencari kerja. Hal ini mungkin disebabkan oleh sistem pendidikan yang menyiapkan mahasiswa untuk lebih cepat lulus dan mendapat pekerjaan,” kata Halim.

Menurut Halim, jika 4,5 juta mahasiswa Indonesia menjadi wirausahawan, efek bola salju yang akan ditimbulkan akan besar dan memengaruhi ekonomi negara dengan penyerapan tenaga kerja, pemasukan melalui pajak, dan penciptaan nilai tambah.

Dia mencontohkan bagaimana 25.800 perusahaan aktif yang didirikan alumni perguruan tinggi Amerika Serikat tahun 2009 telah menghasilkan penjualan rata-rata dua triliun dollar AS per tahun, setara dengan ekonomi terbesar di dunia nomor 11.

“Hal itu membuktikan bahwa dampak dari kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Halim.lex/E-9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s