Pelestarian Hutan Kebutuhan Bersama

Oleh: Mohammad Takdir Ilahi

Hutan kita yang pada awalnya penuh dengan aneka pepohonan semakin tergerus dan hancur. Padahal, keberadaan pepohonan dan berbagai satwa di hutan merupakan pendukung kehidupan manusia yang vital guna menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam.

Semakin berkembangnya teknologi modern, bukan memberikan jaminan kelestarian bagi aneka pepohonan di hutan belantara, melainkan justru mempercepat kerusakan alam. Penebangan hutan liar, kebakaran hutan, dan erosi, ikut memperparah kondisi hutan kita. Padahal, hutan berfungsi menjaga sistem keseimbangan hidup dan lingkungan.

Tanam Pohon

Seharusnya semakin banyak pohon-pohon ditebangi, makin besar pula kepedulian kita mencari alternatif untuk mengembalikan fungsi dan kelestarian lingkungan. Salah satunya melalui gerakan Indonesia Hijau Berseri yang mendapat respons sangat baik dari berbagai kalangan, terutama bagi aktivis lingkungan hidup.

Hal lain yang penting dilakukan bukan sekadar gerakan menanam, melainkan juga pemeliharaan. Apalah artinya ditanam ribuan bibit, jika dalam beberapa minggu kemudian sebagian besar mati. Untuk itulah, kita perlu bersepakat tentang pentingnya pemeliharaan pascatanam.

Dalam kaitan tersebut, kita menginginkan kerusakan hutan yang sedemikian parah harus diimbangi dengan gerakan menanam pohon yang serius dan konsisten. Kita bisa melihat, lahan dan hutan yang gundul memicu tanah longsor dan banjir. Bukan hanya lereng gunung yang longsor diterjang banjir, juga lereng-lereng di sekitar daerah aliran sungai. Hal ini akan mempercepat sedimentasi sungai sehingga saat musim hujan air sungai akan meluap dan membanjiri permukiman serta lahan pertanian. Itulah sebabnya, gerakan menanam pohon melibatkan semua elemen masyarakat. Merasa terlibat pada akhirnya merasa ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki kualitas lahan dan hutan kita yang semakin parah.

Kita perlu menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat guna menyelamatkan pohon-pohon yang semakin terbenam oleh kerakusan manusia, baik yang ada di lingkungan kita maupun di dalam hutan belantara.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Kita juga memiliki keanekaragaman hayati dengan segala keindahannya. Tak salah jika Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia.

Namun, tahukah kita setiap tahun 1,1 juta ha hutan di Indonesia rusak total. Implikasinya laju pertumbuhan konsumsi air Indonesia bertambah menjadi 6,7% per tahun. Dengan kata lain, telah terjadi degradasi air akibat pertambangan, perambahan hutan, eksploitasi air, pencemaran lingkungan, dan populasi udara yang makin parah.

Isu Kontemporer

Pemerintah juga terkesan kurang peduli terhadap kondisi hutan dan lingkungan hidup. Padahal, kunci utamanya dalam pelestarian hutan adalah terletak pada komitmen pemerintah.

Maka tak heran bila kerusakan hutan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakannya Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup di Stockholm, Swedia, pada 15 Juli 1972. Sedangkan di Indonesia, tonggak sejarah masalah kerusakan hutan dan lingkungan hidup dimulai sejak Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas Pajajaran Bandung pada 15-18 Mei 1972.

Persoalan lingkungan adalah isu kontemporer yang mengemuka untuk semua kalangan, terutama para aktivis lingkungan. Itu karena dampaknya akan merambah pada seluruh penduduk dunia. Jika persoalan tersebut dibiarkan tanpa penyelesaian berbagai jenis musibah dan bencana alam akan merusak kehidupan kita. (Sumber: Lampung Post, 21 Maret 2012)

Tentang penulis:
Mohammad Takdir Ilahi, Staf Riset The Mukti Ali Institute Yogyakarta

//

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

One thought on “Pelestarian Hutan Kebutuhan Bersama”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s