Komponen Bangsa Tanggulangi Kemiskinan

Oleh: matanews.com

GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional Budi Susilo Soepandji mengatakan, komponen bangsa harus berpartisipasi dalam menanggulangi kemiskinan karena persoalan itu tidak hanya bisa diselesaikan melalui program pemerintah.

“Kemiskinan tidak hanya dapat diselesaikan dengan program pemerintah tapi juga memerlukan pendampingan dan rasa kebersaman seluruh komponen bangsa, antara lain kegotong-royongan,” katanya di Lemhannas, Jakarta, Rabu 16 Mei 2012.

Ia memandang kemiskinan dan kesejahteraan merupakan masalah mendasar yang harus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, baik pemerintah, politisi, akademisi maupun seluruh komponen bangsa lainnya. “Selain faktor ekonomi namun juga ada faktor kulturalisasi yang harus dibenahi oleh berbagai elemen termasuk dari pemerintah,” katanya.

Oleh karena itu, Lemhannas melakukan kajian lebih dalam mengenai masalah kultural ini karena kemiskinan tidak hanya dapat diselesaikan dengan program pemerintah saja. “Memang penurunan angka kemiskinan ada, namun ada perlambatan. Yang terpenting lagi bagaimana menyelesaikan gap antara kaya dan miskin,” ujarnya.

Budi mengatakan, pada September 2000, Indonesia telah turut menandatangani komitmen dan deklarasi Millenium dalam bentuk tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGS) sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan dan diharapkan pada 2015 program itu dapat tercapai secara keseluruhan.

“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi komitmen itu, dengan menerbitkan Perpres No 5 Tahun 2010 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional 2010-2014 dan Perpres No 15 Tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan. Ini merupakan upaya nyata pemerintah,” katanya.

Sementara untuk jangka panjang, lanjut Budi, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 32 Tahun 2011 tentang masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Melalui program ini, pemerintah berupaya mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang salah satunya bertujuan menanggulangi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Secara faktual, harus diakui bahwa upaya penanggulangan kemiskinan belum sepenuhnya mencapai harapan,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2011, jumlah warga miskin sebanyak 29,89 juta jiwa atau 12,36 persen dari total penduduk Indonesia.

Lemhannas telah merumuskan langkah-langkah strategis pada kegitan Focus Group Discussion pada 25 April 2012. Ia berharap seminar ini mampu menghasilkan pemikiran dan konsep cerdas untuk menanggulangani kemiskinan sesuai dengan cita-cita bersama, demi tercapainya masyarakat adil dan makmur.(ant/hms)

Iklan

One thought on “Komponen Bangsa Tanggulangi Kemiskinan

  1. Gotong rotong memang sudah jadi budaya bangsa sejak dahulu. rakyat gak usah diajak aja ikhlas melakukan untuk ikut andil dalam penanggulangan kemiskinan. Disisi lain Pemerintah tidak hanya mengajak tapi juga HARUS memberi CONTOH. Sementara contoh yang dipamerkan adalah BEREBUT APBN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s