Bela Rasa Dua Seniman Akan Kedaulatan Merah Putih

Oleh: Bram Dwi Atmanto – Timlo.net

Gerakan tari dinamis dipadu padankan dengan alunan musik yang berkharakter kuat serta venue patung yang sangat apik disajikan dalam sebuah repertoar Merah Putih Meradang. Dengan konsep ngamen, Jantit Sonokolo dan Dwi Atmi menyajikan sebuah garapan seni berlatarbelakang bobroknya moral bangsa ini.

“Sang saka merah putih adalah pralambang keberanian dan kesucian, namun sayang dewasa ini sudah banyak masyarakat dan para petinggi yang melupakan makna bendera negeri ini. Merah putih hanya menjadi sebuah lambang ceremonial yang hanya diperingati ketika upacara bendera,” paparnya kepada Timlo.net, Selasa (7/9).

Seperti sebuah penggalan lirik lagu perjuangan “siapa berani menurunkan engkau serentak rakyat membela” (lirik Berkibarlah Benderaku karya Ibu Sud), seharusnya kita harus bisa membela negara yang saat ini tengah terancam kedaulatannya, lanjutnya.

Prahara Indonesia dan Malaysia tentu saja yang menjadi bahan pembicaraan. Namun bicara soal solusi, Jantit lebih memilih pemutusan hubungan diplomasi ketimbang berperang. “Putuskan hubungan diplomasi, bikin rakyat kita mandiri jangan hanya bergantung pada TKI dan TKW. Bangsa kita memiliki sejuta kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan. Itu salah satu solusi yang saya pilih,” ujarnya.

Dalam repertoar Merah Putih Meradang, terselip sebuah sajian tari Kala Kalbu yang ditarikan oleh Dwi Atmi. Tarian ini merupakan bentuk kristalisasi akan kejadian dan peristiwa aktual yang terjadi di negeri ini. “Ati ora resik rumangsa paling bener dewe (hati tidak bersih merasa paling benar sendiri) itu yang sering terjadi sekarang ini,” terangnya.

Walaupun malam berawan dan hujan rintik mengguyur Ngarsopuro, Jantit Sonokolo dan Dwi Atmi tetap menari dengan hanya sedikit penonton dan terkumpul 7 ribu rupiah. Namun semangat mereka tetap muncul karena apa yang mereka sajikan adalah bentuk keprihatinan yang mereka rasakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s