Untuk Kita Renungkan (Demi Papua)

papuakuOleh : Ibnu Nashr Alfarabi

Kondisi politik sosial kehidupan negara ini semakin carut marut. Isu perpecahan antardaerah mulai menampakan kenyataan yang sesungguhnya. Bukti yang bisa kita lihat belakangan ini adalah tentang Papua. Papua sebagai provinsi paling timur menginginkan untuk merdeka sebagai negara yang bebas berdaulat memisahkan diri dari bagian Indonesia. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai reaksi dan tanda tanya besar bagi kita semua. Terutama bagi pemerintah yang sekarang ini sedang memegang tampuk tertinggi kekuasaan di negeri yang terkenal dengan pengekspor tenaga kerja manusia ini. Bagaimana mungkin provinsi yang berhasil kita rebut dari tangan belanda dan nyata-nyata ingin menjadi bagian dari bangsa indonesia ternyata malahan ingin memisahkan diri dari NKRI? Ada apa sebenarnya? Mari sejenak kita renungkan.

Dahulu papua merupakan bagian yang menyatu dengan negara papua nugini ( Papua New Guinea). Akan tetapi karena berbeda negara yang menjajahnya, maka kedua bagian pulau papua ini dibagi menjadi dua. Bagian timur menjadi miliki Papua New guinea dengan memproklamirkan diri menjadi negara berdaulat penuh dengan dukungan australia sedangkan bagian barat menjadi wilayah kekuasaan belanda pada saat itu. Maka tak heran provinsi ini dahulu juga dikenal sebagai papua barat sebelum presiden suharto mengubah namanya menjadi Irian Jaya.

Provinsi ini terkenal dengan sumber daya alamnya yang sangat sangat melimpah. Mulai dari tambang hingga keanekaragaman hayatinya yang sangat beragam nan memukau. Mungkin hal ini juga yang mendasari belanda mati-matian untuk mempertahankan wilayah ini. Akan tetapi pada waktu itu indonesia yang dipimpin oleh presiden sukarno tidak tinggal diam. Presiden sukarno dibantu para pejuang pasca kemerdekaan lainnya berjuang tak kenal lelah untuk mengembalikan papua barat menjadi bagian NKRI. Akhirnya dengan berbagai proses panjang, papua barat dapat diambil alih oleh Indonesia dengan bantuan negosiasi dari AS (yang pada saat nantinya juga akan menguasai papua dengan melakukan eksploitasi besar-besaran tamabang emas melalui perusahaan Freeport).

Lantas dimanakah poin kelemahan Indonesia sehingga papua ingin memerdekakan diri? Seperti yang kita tahu, salah satu tambang emas terbesar di indonesia ada di papua barat dan yang kita ketahui juga bahwa freeport menguasai hampir seratus persen hasil emas yang ada di papua barat. Lalu apa korelasinya dengan perpecahan yang ada sekarang? Mari kita tilik lebih jauh.

Pada dasarnya tidak ada bagian dari wilayah Indonesia manapun yang menginginkan perpecahan apalagi memisahkan diri dari NKRI. Namun apa daya, semua upaya telah dilakukan. Maksudnya sudah semua hasil kekayaan alam papua diberikan kepada pemerintah indonesia namun yang didapat oleh rakyat papua hanyalah penghianatan dari “saudaranya” sendiri. sebagai bukti, papua menyerahkan tambang emas untuk di olah demi kesejahteraan indonesia. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah Indonesia malah memberikan ladang kekayaan itu kepada freeport dengan memberikan kompensasi yang hampir nihil bagi masyarakat papua. Hampir setiap hari limbah kotor dan beracun hasil industri tambang emas dibuang ke sungai-sungai atau lingkungan sekitar pemukiman warga. Tentu saja hal ini membuat masyarakat papua menjadi geram. Alih-alih diberikan perlindungan, pemerintah indonesia hanya mendiamkan apa yang telah dilakukan oleh freeport. Pemerintah seolah diam dan mati kutu menyaksikan pembantaian yang dilakukan perusahaan tambang bidab ini.

Pemerintah selalu mengatakan bahwa hendaknya dari setiap bangsa indonesia untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Tapi apa yang dilakukan pemerintah, mereka seolah menjilat ludah sendiri bahkan menjilat ludah orang lain (negara asing) demi mendapatkan pengakuan sebagai negara demokrasi terbaik. mereka menumbalkan darah saudaranya sendiri, menghianati tanah airnya sendiri bahkan hampir membunuh ibu pertiwi yang konon sangat ia cintai.

Kurang nasionalis apa masyarakat papua? Mereka mengorbankan harga dirinya, mengorbankan kehidupannya, mereka mengorbankan tetes dan peluh air mata serta darahnya hanya demi negeri tercinta, negeri yang mereka sayangi, negeri yang mereka junjung tinggi.

Belum lagi kesenjangan yang terjadi antara papua dengan wilayah lainnya terutama di wilayah barat indonesia yang konon sangat diperhatikan kesejahteraanya, sangat diperhatikan kebutuhannya dibandingkan masyarakat indonesia di wilayah timur.

Maka wajarlah apabila mereka sudah tidak tahan. Mereka sudah muak dengan apa yang terjadi saat ini. Mereka marah besar karena mereka telah dikhianati saudara sendiri, mereka menangis karena tak dibela saudara setanah air, mereka jijik dan benci melihat para pemimpinnya seperti banci yang selalu tunduk terhadap intervensi asing.

Sebelum semuanya terlanjur terjadi, marilah kita sadari bahwa ini masih bisa kita ubah . bisa kita perbaiki dengan langkah-langkah tanggap terutama oleh pemerintah. Jangan biarkan kasus seperti timor timur terjadi lagi untuk yang kedua kalinya. Mari bersama kita introspeksi diri, hentikan sudah rasa saling menyalahkan, hentikan juga rasa benci terhadap para pemberontak, karena mungkin saja mereka melakukan itu demi kebaikan bersama, demi negeri yang ia cintai. Berkhusnudzanlah kepada Sang Pencipta, Alloh SWT. Mohonkan negeri ini untuk bangkit dari keterpurukan. Mohonkan negeri ini menjadi negeri yang Indah,damai yang seperti kita semua idam-idamkan. Hanya dengan doalah semua bisa tercapai. Karena semua usaha tidak akan berarti tanpa doa kita kepada Sang Maha Pengabul.

Iklan

4 thoughts on “Untuk Kita Renungkan (Demi Papua)

  1. Jangan berharap banyak dgn pemerintah skrg ini. Bisa dilihat saat pidato pak presiden sendiri ga bisa bangkitin semangat rakyatnya, kerjaannya curhat mulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s