Balada Seorang Petani

Oleh: Imansyah Rukka

Wajah hitam penuh semangat

Terbakar sengat terik matahari

Terpancar sinar keikhlasan

Tiada lelah tiada putus asa

Demi negeri menyongsong pagi

Ayam jantan berkokok

Pertanda petani akan beranjak pergi

Kaki berlumur lumpur

Kepalan tanganmu menggenggam cangkul

Di Pundakmu beban negeri terpikul

Tatapan matamu lepas memandang

Dalam benakmu penuh tanya,…

Oh… sampai kapan ada perubahan

Ketika negeri ini semakin tak menentu

Nasib petani semakin tak pasti

Hanya pemimpin negeri yang tahu pasti

Petani butuh kepastian

Bukan angan-angan

Bukan pula retorika

Kepastian menjadi kenyataan

petani butuh perubahan

hanya Tuhan yang tahu segalanya

Nasib petani semakin terabaikan

Menjadi buruh di lahan sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s