Komodo Ditarik dari Finalis Keajaiban Dunia

Oleh: Fajar Online

Pemerintah Republik Indonesia (RI) memutuskan menarik mundur Taman Nasional Komodo (TNK) dari posisinya sebagai finalis tujuh keajaiban dunia yang pengumumannya tersisa tiga bulan lagi itu.

Keputusan RI melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) itu disampaikan secara resmi Menbudpar, Jero Wacik saat jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kembudpar Jakarta, Senin,15 agustus 2011. Dalam kesempatan itu, Jero Wacik didampingi Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar, Sapta Nirwandar, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemhut, Darori, kuasa hukum Kembudpar, Todung Mulya Lubis, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, pencetus MURI Jaya Suprana, penggiat Komodo, Zeby Febriana, perwakilan kementerian terkait serta wakil dari pemerintah Maldives, Mr. Simon Hawkins. Mr. Simon bahkan terlebih dulu telah menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari kampanye tersebut pada bulan Mei 2011.

Jero mengatakan, alasan Pemerintah Indonesia menarik mundur TNK dari ajang pemilihan tujuh keajaiban alam baru yang digelar Yayasan New 7Wonders of Nature (N7WN) itu karena penyelenggara kampanye telah melakukan tindakan tidakprofesional, tidak konsisten, tidak transparan, dan tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Menbudpar Jero Wacik, meskipun TNK ditarik mundur dari kampanye pemilihan, pemerintah tidak kuatir karena TNK sejak tahun 1991 sudah mendapatkan status World Heritage yang keberadaannya telah diakui oleh masyarakat dunia melalui lembaga resmi yang kredibel yaitu Unesco.

Menbudpar menjelaskan, berdasarkan fact finding terhadap kegiatan dan keberadaan yayasan N7W ditemukan sedikitnya tiga fakta yang menjadi alasan Pemerintah RI menarik mundur TNK sebagai finalis.

Ketiga fakta itu, kata Jero, pertama, Yayasan N7W sangat berorientasi komersil, walaupun mereka menyatakan diri sebagai yayasan non-profit. Kedua, pelaksanaan kampanye N7WN sangat tidak konsisten dan transparan, khususnya dalam segiketerbukaan informasi jumlah vote (suara) yang didapatkan oleh masing-masing finalis. Ketiga, sebagai sebuah organisasi internasional, adalah sangat ganjil ketika ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan virtual office), namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dollar. “Berdasarkan semua fakta tersebut, Kembudpar yang telah berperan sebagai Lead Agency untuk TNK pada kampanye N7WN, berketetapan tidak melanjutkan kampanye bersama dengan Yayasan N7W,” tandas Jero.

Jero mengungkapkan, meski TNK tak lagi sebagai finalis, masyarakat dunia tetap akan mengakui Komodo Dragon sebagai satu-satunya biawak raksasa yang nyata di dunia atau the one and only real dragon in the world.”Fakta ini tidak akan dapat tergantikan. Untuk ini Kembudpar tetap berkomitmen dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dan destinasi pariwisata internasional di Indonesia melalui branding Komodo the Real Wonder of the World. Kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia,” tegas menteri asal Pulau Dewata Bali ini.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar menambahkan, TNK selama tiga tahun telah gencar dipromosikan ke mancanegara sehingga TNK telah dikenal masyarakat dunia. “Ini bisa dibuktikan dengan kunjungan wisman ke sana (TNK, Red) yang meningkat pesat,” kata Sapta Nirwandar.

Sapta menyebutkan, pada 2007 jumlah wisman yang berkunjung sebanyak 16 ribu wisatawan mancanegara (wisman), namun tahun 2008 meningkat menjadi 21 ribu, lalu pada 2009 naik menjadi 36 ribu wisman. Pada tahun 2010 jumlah kunjungan melonjak menjadi 45 ribu wisman.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2008 Kembudpar bersedia menjadi Official Supporting Committee (OSC) Lead Agency agar TNK dapat terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam-baru (N7WN) yang pemilihannya dilakukan melalui online voting. Saat itu Kembudpar melakukan serangkaian kegiatan kampanye online dan offline baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK. Hasilnya, pada 21 Juli 2009 TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 Finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.

Yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan menyetujui Indonesia (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature). Untuk mewujudkan itu, Yayasan N7W menyaratkan Indonesia untuk membayar license feese bagai tuan rumah penyelenggaraan deklarasi sebesar 10 Juta USD serta menyiapkan 35 juta USD dari berbagai pihak swasta untuk biaya penyelenggaraan acara deklarasi. Padahal Kembudpar baru hanya menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal bidding resmi seperti yang diharuskan oleh yayasan N7W pada dokumen New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender.

Permintaan itu kemudian ditolak Kembudpar, karena dinilai tidak realistis. Sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W. Padahal kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan dikarenakan keberadaan TNK sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran dari yayasan N7W untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Ini merupakan dua hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali.

Selanjutnya pada 7 Februari 2011 pihak N7WF melalui press release memutuskan untuk tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan menghapuskan peran Kembudpar sebagai Official Supporting Commitee. Keputusan untuk menidadakan peran Kembudpar dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak didasari dengan alasan yang jelas. Selain itu N7W tidak mencabut maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang merupakan satu-satunya dokumen resmi (legal-binding document) yang telah ditandatangani bersama pada awal kampanye, dimana menyatakan Kembudpar sebagai Official Supporting Committeedari TNK pada kampanye N7WN. (aln/fmc)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s