Mengapa Indonesia Harus Mempunyai Minimal 10 Skadron Pesawat Tempur ?

Oleh: Masjanto

Alasan utamanya adalah ruang udara Indonesia adalah seluas benua Eropa, setara dengan luas daratan Amerika Serikat minus Alaska dengan total luas ruang udara kira-kira 6 juta kilometer persegi, meliputi ruang udara di atas daratan dan lautan.

Alasan berikutnya adalah Indonesia merupakan negara kepulauan, seandainya terjadi konflik di pulau-pulau terdepan, maka pesawat tempur adalah sarana yang paling responsif dan efektif menjangkau titik konflik tersebut dalam waktu singkat setelah adanya deteksi, tentu bila seluruh wilayah Indonesia sudah bisa dipantau oleh Radar Pertahanan Udara yang mumpuni. Dengan adanya kecepatan reaksi terhadap ancaman tersebut akan menimbulkan daya gentar terhadap pihak asing yang berani memasuki wilayah Indonesia secara ilegal.

Berikutnya, masih berhubungan dengan kondisi wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan seandainya terjadi konflik di wilayah Indonesia yang memerlukan kehadiran pasukan reaksi cepat lintas udara maka pengiriman dan penerjunan pasukan lintas udara di wilayah konflik hanya dimungkinkan jika ada perlindungan udara yang cukup kuat, peran ini hanya bisa dilakukan oleh pesawat tempur; jika tidak ada payung udara yang melindungi rombongan pesawat angkut berat pengangkut pasukan lintas udara kita,maka pesawat pengangkut pasukan itu hanya akan menjadi sasaran empuk pesawat tempur asing,hancur berkeping-keping bersama seluruh pasukan yang dibawanya sebelum sempat diterjunkan.

Demikian pula dengan armada kapal perang Indonesia, walaupun sejumlah kapal perang Indonesia telah diperlengkapi dengan kemampuan pertahanan udara namun untuk menjamim agar armada kapal perang Indonesia bebas dari ancaman serangan udara dalam menjalankan misi pendaratan atau bantuan tembakan dari laut, mereka tetap membutuhkan payung udara yang cukup kuat, jika tidak maka misi pendaratan pasukan marinir hanya akan menjadi sasaran empuk dari arteleri dan pemboman pesawat tempur asing sebelum mereka sempat mendarat di pantai yang dituju.

Yang terakhir, hanya dengan kekuatan udara yang cukup kuat yang direpresentasikan dengan banyaknya skadron pesawat tempur bersenjata lengkap yang dimiliki maka keamanan obyek-obyek vital negara, kota-kota besar, infrastruktur penting, kawasan industri dan kawasan niaga penting negeri ini bisa dilindungi dari ancaman serangan udara pesawat tempur asing, tentu saja dengan bantuan arteleri pertahanan udara, rudal-rudal pertahanan udara dan alat deteksi ancaman berupa radar pertahanan udara yang mumpuni.

10 skadron pesawat tempur itu akan didistribusikan di tiga wilayah pertahanan udara, 3 skadron untuk wilayah pertahanan udara barat yang bertanggung jawab atas pertahanan udara Sumatera dan Kepulauan Riau, 4 skadron untuk wilayah pertahanan udara tengah yang bertanggungjawab atas pertahanan udara Jawa,Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat/Timur,serta 3 skadron untuk wilayah pertahanan udara timur yang bertanggungjawab atas pertahanan udara Sulawesi, Maluku Utara,Maluku, Papua Barat dan Papua. Masing-masing dengan jenis dan kemampuan pesawat tempur yang disesuaikan dengan wilayah tugasnya.

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

One thought on “Mengapa Indonesia Harus Mempunyai Minimal 10 Skadron Pesawat Tempur ?”

  1. UNTUK APA ALUTSISTA DIPERBANYAK TAPI BAHAN BAKARNYA TIDAK MENCUKUPI
    .YG ADA NANTI HANYA BUAT PAJANGAN,
    KALAUPUN DISIAPKAN BAHAN BAKAR JANGAN DI PINDAHKAN KE KANTONG.KARNA BIASANYA SEMAKIN DI SIAPKAN BAHAN BAKAR SEMAKIN RAJIN DIMINUMIN OKNUM
    DIJAGA YANG BENAR……………………………………………. ITU UANG RAKYAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s