Indonesia Adalah Negara Terkaya di Dunia

Oleh: Endang Pujiyati

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah link yang dipostkan seorang teman dari jejaring sosial FB. Link ini mengemukakan bahwa Indonesia adalah negara terkaya di dunia tapi luput dari perhatian dunia. Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca note dalam link tersebut.

Memang benar apa yang di kemukakan dalam note tersebut. Indonesia adalah negara terkaya di dunia. Indonesia punya potensi yang cukup besar sebagai negara yang kuat. Dari kekayaan dan keindahan alam, dan budayanya. Laut Indonesia yang luas, panorama yang indah, penghasil rempah-rempah yang banyak dan beraneka ragam, kekayaan mineral yang tak terkira. Itu semua adalah potensi Indonesia untuk bisa menjadi negara kaya dan maju. Tetapi kenapa Indonesia masih tetap begitu-begitu saja?

Dalam note itu, penulis mengemukakan bahwa semua adalah kesalahan pemimpin bangsa. Yang tidak becus mengurus negeri, korupsi yang sudah mengakar dan membudaya. Dalam hali ini saya sedikit tidak setuju. Meskipun ada juga benarnya. Menurut saya kemajuan bangsa harus didukung oleh dua pihak di negeri Indonesia ini, yaitu pemerintahnya dan juga rakyatnya sendiri. HArus saling dukung untuk kemajuan bangsa bersama.

Menurut saya ada satu hal yang tidak benar di dalam diri penyusun struktur bangsa ini, yaitu mental. Mental untuk memajukan diri sendiri dan bangsanya menuju bangsa yang kuat dan kaya. Menjadi kaya dan sejahtera untuk bersama.

Dari pengalaman saya tinggal di negaeri matahari terbit Jepang, saya melihat apa sih yang menjadikan negara ini kuat, maju dan rakyat sejahtera? Boleh dikatakan bahwa Jepang tidak ada orang yang miskin sekali sampai tidak bisa sekolah atau tidak bisa makan sama sekali. Apa yang spesial? Kalau di liat dari kekayaan alam, kalah jauh dari Indonesia tapi mereka bisa kaya, dari hasil mineral, jepang lebih banyak import, dari luas wilayah pertanian, apalagi jauh dari Indonesia, tetapi mengapa petani di Jepang bisa kaya? Dari luas wilayah laut, tentu bisa di liat peta antara Jepang dan Indonesia, tetapi mengapa nelayan di Jepang bisa makmur dan sejahtera? Dari keindahan alam untu pariwisata, saya melihat bahwa Indonesia lebih indah lagi.

Pernah saya lihat mengenai tourist guide di beberapa kota di Jepang. Yang di tawarkan pantai, yang bagi saya pantai Indonesia lebih indah daripada pantai jepang. Terasering padi, yang bagi saya sudah biasa saya lihat kalau saya melewati pebukitan di Indonesia, dan wisata lam lain yang di tawarkan, yang bagi saya Jauh lebih indah di Indonesia. Tapi mengapa Indonesia tidak bisa menawarkan kekayaan wisata alamnya sehingga bisa di kenal dunia?

Terlepas dari potensi yang di miliki suatu bangsa, hanya satu mental seperti rakyat Jepang saja yang tidak ada dalam sebagian besar penduduk Indonesia. Mental untuk mau bekerja keras,menjunjung tinggi kejujuran, kepatuhan dan rasa malu.

Mau bekerja keras adalah modal awal, karena dengan kemauan bekerja keras setiap penduduk akan mampu menjadikan dirinya untuk melakukan usaha yang sebaik-baiknya untuk dirinya sendiri dan bangsanya, tidak tergantung dari pemberian ataupun belas kasihan orang lain. Ini saya sangat saya kagumi dari masyarakat Jepang. Mereka semua pekerja keras. Salah satu pengalaman saya yang melihat betapa mereka adalah pekerja keras, adalah ketika saya menggunakan jasa “moving company” yaitu jasa yang menawarkan untuk membantu saat orang pindah rumah. Di Jepang moving company sangat dibutuhkan karena kalau kita pindah rumah, tidak bakalan ada tetangga yang akan bantu-bantu membereskan dan mengantarkan barang kita ke tempat yang baru. Si pekerja moving company tersebut kalau kita lihat sekilas seperti buruh pengangkut barang di Indonesia, tetapi mereka bekerja secara profesional, dan bayarannya tentu saja per jam dan dihitung sesuai standar upah di jepang. Ketika dia mengendong barang, anda bisa bayangkan berapa berat dia harus mengangkut sendirian dan di naik turunkan sesuai dengan daerah si pengguna jasa. Meskipun di rumah di pucuk gungung dengan tangga hampir seribu pun mereka akan mengangkut sendirian. Betapa capeknya mereka. Tapi mereka setelah selesai bekerja tidak minta tip ataupun menrima tip, bahkan belas kasihan saya yang saya ungkapkan dengan menawari mereka minum, mereka tolak. Karena merea menganggap bahwa itu sudah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dirinya beserta resiko yang harus ditanggungnya. Tidak hanya mereka para pekerja kasar (istilah saya). Bahkan sampai dokterpun akan profesional sekali dalam memeriksa pasiennnya. Benar-benar bertanggung jawa pada pasien yang datang ke klinik atau rumah sakit tempat dia bertugas. Di jelaskan secara detil semua tindakan yang di ambil. Dijelaskan semua pertanyaan yang di ajukan.

Sikap yang kedua yang yang harus ada dalam diri penyusun struktur negara Indonesia adalah kepatuhan. Kepatuhan pada aturan. Tidak akan ditemukan pekerja ataupun masyarakat yang melanggar aturan yang dibuat. Dengan kata lain misalnya ada kong kalikonglah (seperti kebanyakan yang kita dengar di Indonesia). Kalau ya maka akan dikatakan ya, kalau tidak maka akan dikatakan tidak. Seperti salah satu contohnya yang paling sepele mungkin adalah buang samapah. Mereka tidak akan buang sampah sembarangan (meskipun sebagian kecil masih ada yang membuang sampah sembarangan, yang ini tidak bagus ditiru). Maka akan kita saksikan bahwa meskipun itu di pasar atau pun tempat umum tidak akan kita temukan banyak sampah di sana, semua bersih, rapih, sehingga semua merasa nyaman. Semua bertugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Tidak perlu harus diingatkan berulang kali.

Mental yang perlu juga ada dalam penyususn bangsa kita tercinta Indonesia adalah kejujuran. Kejujuran atas semua tindakan yang dia lakukan. Jujur dalam bekerja, jujur dalam bertindak dalam keseharian. Artinya tidak mencuri-curi untuk melakukan ketidak jumjuran. Sehinggga kita bisa di kantor tidak ada yang namanya pungli, kalau biaya yang di tarik 300 yen, mereka akan mengatakan 300 yen. Jujur dalam dalam setiap transaksi sehingga semua akan merasa nyaman. Nah inilah mental yang jelas masih banyak tidak di miliki bangsa terutama pengurus bangsa ini. Sehingga korupsi, pungli, dan segala bentuk kongkalikong masih mereja lela.

Mental yang juga perlu diterapkan oleh bangsa ini adalah rasa malu. Rasa malu bila melakukan kesalahan, melanggar aturan. Apapun yang berhubungan dengan kesalahan, mereka tidak segan untuk meminta maaf.

Dan yang terpenting adalah kedisiplinan dan rasa nasionalisme yang tinggi. Dengan disiplin dalam segala hal, maka semua akan berjalan sesuai schedule.

Pendidikan mental seperti ini sudah ditanamkan pada setiap hati penduduk sejak mereka kecil oleh orang tuanya atau ketika mereka masuk sekolah. Basis pendidikan budi pekerji paling ditegaskan di sekolah Jepang. Harus menghormati sesama, mau mengakui kesalahan dan mau minta maaf meski kesalahan yang tidak sengaja.

Semoga tulisan ini mampu menggugah rasa kita, rasa penduduk bangsa terutama para pemimpin negeri ini, agar terwujud Indonesia yang adil sejahtera, menjadi negara impian kita semua penduduk negeri ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s