Kebangkitan Nasional Indonesia

Oleh: Andi Gunawan

Suatu keniscayaan bagi kita untuk tampil di forum internasional sebagai bangsa dan Negara yang memiliki harga diri, sebagai bangsa dan Negara yang maju dan mempunyai peradaban adi luhung. Kapanpun waktunya, saat itu Indonesia tidak hanya dikenal kaya dalam arti ekonomi tapi juga dikenal kaya dalam arti moral, seimbang antara pembangunan jasmani maupun rohani, pendidikan yang berkualitas sehingga menjadi standar atau kiblat pendidikan dunia. Dalam tahap itu pula Indonesia dikenal juga sebagai bangsa yang jiwa socialnya tinggi yaitu selalu memperhatikan bangsa-bangsa lain yang membutuhkan bantuan karena kekurangan secara ekonomi maupun ilmu, kedermawan bangsa Indonesia membuat takjub siapapun yang ada dibumi sehingga langkah yang diambil Indonesia mampu memberikan contoh bagi bangsa dan Negara lain. Indonesia mampu pula memberikan rasa aman dikawasan Asia Tenggara maupun Dunia, karena militer Indonesia tidak diarahkan untuk menjadi polisi dunia walupun saat itu kekuatannya melebihi bangsa-bangsa lain, Indonesia tidak sombong tapi bijaksana,

Barangkali ini adalah mimpi yang kesekian kali dari seorang anak bangsa, akan tetapi mimpi indah ini adalah harapan yang dapat menjadi kenyataan, dan mimpi ini bisa menjadi milik siapa pun, persoalannya kita harus bekerja keras dan belajar sungguh-sungguh untuk mengejar kemajuan Negara lain yang lebih dulu maju.

Indikator bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dari sisi ekonomi telah ditulis oleh lembaga-lembaga keuangan dunia, salah satunya adalah Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi ketujuh pada 2050 (menurut Goldman Sach, salah satu Bank Investasi terbesar di dunia) setelah China, Amerika Serikat, India, Brasil, Meksiko dan Rusia atau keenam menurut Pricewaterhouse-coopers setelah Amerika Serikat, China, India, Jepang dan Brasil (Cyrillus Harinowo, Opini Kompas, Rabu, 1 Agustus 2007, judul “Goldman Sach tentang Indonesia”). Namun kita tidak boleh terlena dengan indikator tersebut yang justru dapat mengahancurkan negara, yang penting adalah bahwa bangsa Indonesia harus tetap waspada, sebab membangun negara tidak hanya dari pertumbuhan ekonomi saja.

Untuk membangun negara dibutuhkan jiwa patriot atau kepahlawanan, siap untuk berkorban membela dan mempertahankan serta membangun negara tanpa diminta, bukan merusak atau menggerogoti negara sebagaimana layaknya penghianat bangsa. Jiwa patriot harus ditanamkan sejak usia dini dimanapun dan kapanpun serta terus menerus disosialisasikan dalam setiap aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Dewasa ini di alam reformasi jiwa patriot dan kepahlawan bangsa Indonesia memudar, banyak indikasi yang mengarah kepada hal tersebut, seperti kasus korupsi, suap, tidak kriminalitas dan kejahatan kemanusian, mementingkan diri sendiri, kelompok atau partai dibandingkan kepentingan umum dan negara, banyak pemimpin negara atau partai tidak memberi contoh yang baik kepada orang yang dipimpinnnya dan sebagainya.

Bagaimana menumbuhkan jiwa patriot sehingga setiap individu bangsa Indonesia dengan mudah mengulurkan tangannya untuk berkorban baik tenaga, harta bahkan nyawa sekalipun? Ini adalah adalah persoalan yang harus dijawab dengan segera, karena dengan sikap siap berkorban dari warganya dipastikan negara menjadi kuat, maju dan langgeng.

Banyak cara menumbuhkan jiwa patriot, diantaranya yang pertama adalah menumbuhkan rasa cinta warga terhadap negaranya, tidak boleh sedikitpun warga membenci negaranya sekecil apapun, sebab yang dibenci warga adalah oknum aparat Negara yang menyimpang dari aturan. Oleh karena itu aparat harus menjaga citranya sebagai pemegang amanah dari rakyat yang dipimpinnya sekaligus amanah dari Tuhan.

Yang kedua adalah memahami dengan benar tujuan, cita-cita dan ideology Negara serta filosofi lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai pijakan kuat menyongsong masa depan ditengah derasnya arus globalisasi.

Yang ketiga adalah pemerintah harus berusaha agar program negara yang disampaikan presiden menarik perhatian warganya sehingga acara pidato presiden menjadi acara yang paling ditunggu bukan sebaliknya.

Yang keempat adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga akan produk sendiri yang tidak kalah dari produk luar yaitu dengan cara membelinya bahkan bila perlu mempromosikannya dalam setiap kesempatan.

Yang kelima adalah membangun istana presiden hasil karya cipta sendiri, bukan istana yang dibuat Belanda, sebab istana presiden adalah salah satu symbol kenegaraan yang dapat dijadikan kebanggaan oleh sebuah bangsa..

Yang keenam adalah menerapkan semacam wajib militer atau latihan dasar kepemimpinan untuk semua kalangan yang telah berusia dewasa sehingga mampu menyamakan persepsi untuk membela dan membangun Negara.

Dengan jiwa patriot akan mudah membangun bangsa dan negara, bahkan mampu mengejar kemajuan bangsa dan Negara lain seperti Amerika, Jepang, Jerman atau bahkan China yang sedang menggeliat sekalipun. Sebab dengan jiwa patriot akan menjadikan setiap individu bangsa Indonesia mempunyai jiwa merdeka, jiwa yang telah paham jati dirinya, jiwa yang paham akan kebutuhannya, jiwa yang siap dan sanggup berkorban untuk kemajuan bangsa dan negaranya tanpa diperintah.

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

One thought on “Kebangkitan Nasional Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s