Tumbuhkan Kepedulian Perlindungan Hutan Sejak Dini Pada Generasi Muda

http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/tangkah3.jpgOleh: Ramadani Saputra

Cara paling efektif untuk mengembalikan keindahan hutan dimasa kini dan masa yang akan datang

Berbicara mengenai hutan, yang sering terlintas dalam pikiran dan dalam benak kita adalah sebuah kawasan luas yang rimbun, hijau, ditumbuhi dengan pepohonan besar yang berumur ratusan tahun dan tentu saja berbagai habitat hewan hidup disana. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (Carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfera Bumi yang paling penting.

Bagi manusia sendiri, hutan merupakan sumber daya alam anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak terhingga nilainya. Manusia memang tidak akan bisa hidup tanpa hutan. Hutan sangat berjasa besar untuk mengedarkan air dan menghasilkan udara bersih. Hutan mempunyai nilai filosofi yang sangat dalam bagi kepentingan umat manusia. Dengan hanya sedikit pengertian manusia, hutan bisa memberikan segala kekayaan alam yang dikandungnya untuk memberikan kehidupan bagi makhluk hidup di bumi ini terutama bagi umat manusia.

Sering kita lihat ada tulisan yang ditempelkan di batang pohon besar di tengah taman, tepi hutan wisata, atau di pinggir jalan dekat perhentian bus kota. Tulisan itu ingin menyampaikan pesan cinta terhadap lingkungan, misalnya “Lindungi dan cintailah kami!”. Kadang-kadang di tempat dan kulit batang pohon yang sama pun terukir tulisan seorang pria yang ingin menyampaikan perasaan cinta kepada seorang wanita, misalnya “Romeo Love Juliet!”. Sebatang pohon memang bisa menjadi tanda bersejarah. Ia bisa membantu kita untuk mengenang sebuah peristiwa. Seringkali itu peristiwa penting, mengesankan, atau sangat bermakna dalam hidup kita.

Pemerintah pun kadang memakai pohon untuk menandai dimulainya suatu ajakan tertentu, misalnya mengajak masyarakat menanam sebatang pohon di pekarangannya tepat pada perayaan Hari Bumi (Earth Day) yang jatuh setiap tanggal 22 April. Namun demikian nilai filosofi hutan tersebut terus menerus mengalami penurunan. Fungsi hutan lindung tidak digunakan sebagaimana mestinya. Banyak orang yang memiliki kepentingan mengubah fungsi hutan lindung menjadi ladang mata pencarian. Hal ini disebabkan karena pengelolaan hutan selama ini kurang memperhatikan arti hakekat yang terkandung pada filosofi hutan sehingga kelestarian lingkungan hidup menjadi terganggu.

Pengelolaan hutan lebih mengejar profit yaitu mencari keuntungan ekonomi semata. Sebagai akibat dari perlakuan hutan dengan cara tersebut, hutan di Indonesia mengalami degradasi yang sangat tajam. Luas hutan Indonesia terus menciut, sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan bahwa Luas Penetapan Kawasan Hutan Tahun 1950 Luas (Hektar) 162,0 juta ha, tahun 1992 118,7 juta ha, tahun 2003 110,0 juta ha dan tahun 2005 93,92 juta ha.

Menurut Prof. Otto Soemarwoto ( Kompas, 6 Pebruari 2001 ) di Jawa luas hutan tinggal 9% sampai 10% dari luas daratan, sedangkan di luar Jawa kerusakan hutan mencapai 1-1,5 juta hektar per tahun. Selain itu, yang cukup memprihatinkan apabila kita mengetahui bahwa Indonesia akhirnya merebut rekor dunia kebakaran hutan mengalahkan Brazil. Tahun 1963 menoreh rekor kebakaran hutan seluas 2 juta Ha, tahun 1982-1983 seluas 3,5 juta Ha, dan di tahun 1997-1998 rekor diperbaiki dengan atas nama sendiri seluas 11,7 juta Ha. Sebagai dampaknya, polusi yang mengakibatkan pemanasan global akibat kebakaran hutan di Indonesia pun tidak tanggung-tanggung. Sebanyak kurang lebih 1,7 juta karbon terlepas ke atmosfir, setara dengan 26 % total emisi karbon dunia yang dihasilkan bahan bakar fosil per tahunnya.

Penderitaan dan kerugian yang dirasakan berulang-ulang setiap tahun akibat banjir, jelas bukan sesuatu yang ringan. Dari keadaan ini, semestinya program lingkungan harus segera disikapi lebih serius oleh segenap aparat pemerintah dan anggota msyarakat. Sebab banjir inipun sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan, antara lain pengelolaan sampah. Saluran air yang terhambat oleh sampah dipastikan melahirkan banjir yang merugikan. Belum lagi makin merajalelanya wabah penyakit. Yang sekarang diperlukan adalah tindakan nyata sebagai upaya penanggulangan bencana dan kerugian masyarakat. Juga sebagai tindak lanjut atas kesadaran masyarakat yang telah tumbuh mengenai pentingnya memelihara lingkungan hidup yang hijau, bersih dan indah. Untuk mananamkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus dimulai ditanamkan sejak dini terutama pada generasi muda.

Kalangan masyarakat saat ini berkembang sinyalemen bahwa generasi muda kurang berminat untuk terjun ke dunia pertanian termasuk didalamnya kehutanan. Indikator tersebut antara lain, dalam hal minat lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk masuk ke Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan di Perguruan Tinggi. Demikian pula lulusan dari Fakultas Pertanian serta Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian banyak yang memilih bekerja di luar sektor pertanian.

Dunia pertanian identik dengan dunia yang kotor, kumuh, miskin dan komunitas yang terpinggirkan serta dianggap tidak menjanjikan (Unpromising Bussiness). Pengenalan dunia hutan pada usia dini merupakan salah satu upaya strategis untuk kelangsungan fungsi hutan dalam menunjang kelestarian hutan dan lingkungan. Untuk mewujudkan maksud tersebut sudah sepantasnya pihak pemerintah/lembaga terkait dan masyarakat merancang suatu kegiatan yang dapat menarik minat generasi muda terhadap dunia kehutanan.

Berbagai pola dan metode yang bisa dikembangkan dalam kegiatan mencintai hutan ini, seperti :
a. Pengenalan Dunia Hutan
b. Penumbuhan Minat
c. Penghayatan Multi Fungsi Hutan
d. Perilaku Hutan
e. Mental Imagery

Pengenalan Dunia Hutan pada generasi muda dapat dimulai dari anak-anak sekolah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dan siswi mengenal dan tahu seluk beluk mengenai hutan. Dengan mengetahui fungsi-funngsi hutan tersebut, maka secara tidak langsung akan menumbuhkan minat anak-anak untuk mempelajari hutan lebih mendalam, termasuk didalamnya untuk mengetahui manfaat dan pentingnya hutan dalam kehidupan umat manusia serta makhluk hidup dibumi ini.

Pengenalan tentang hutan kepada anak-anak sejak dini merupakan salah satu modal penting untuk memelihara kelangsungan hutan kita dimasa yang akan datang. Hal itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengenalkan hutan kepada anak-anak kita. Pengenalan hutan sejak dini bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari lingkungan mikro sampai dengan lingkungan makro. Pengenalan hutan dalam lingkungan mikro Yang dimaksud dengan pengenalan hutan dalam lingkungan mikro pada anak-anak disini adalah mengenalkan anak-anak tentang hutan pada lingkungan keluarga. Orang tua harus memberikan pemahaman dan pengertian menganai hutan sekaligus fungsinya. Agar lebih menarik, maka ornag tua dapat memberikan gambaran mengenai keindahan-keindahan hutan, sehingga anak akan tertarik dan menyenangi hutan dan lambat laun kecintaan anak terhadap hutan akan bertumbuh kembang.

Metode yang digunakan ada beberapa cara, diantaranya yaitu : metode pengenalan dengan gambar maupun video kartun mengenai hutan, mengajak anak untuk melihat keindahan-keindahan hutan secara langsung dan masih banyak lagi cara yang lainnya. Interaksi anak dengan hutan secara langsung akan memberikan efek positif kepada mereka. Mereka akan mengetahui dan merasakan secara langsung manfaat dari hutan. Dengan begitu mereka juga akan sadar, bahwa semua itu perlu dilindungi dan dijaga kelestariannya. Pengenalan hutan dalam lingkungan makro

Apa yang dimaksud dengan pengenalan hutan dalam lingkungan makro?? Itu pertanyaan yang sering terlontar dalam pembelajaran mengani hutan pada generasi muda. Pengenalan hutan pada anak dalam lingkungan makro ini adalah pengenalan hutan yang dapat dilakukan pada lingkungan anak yang lebih luas, contohnya adalah melakukannya pada lokasi pendidikan mereka seperti di play group, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar maupun pada anak yang telah duduk dibangku SMP. Pembelajaran hutan pada anak di lingkungan makro akan lebih disenangi oleh anak-anak, karena mereka akan mempelajari bersama teman-teman mereka sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan.

Kelebihan lainnya adalah mereka dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan teman-teman mereka. Sehingga mereka akan mendapatkan ilmu-ilmu baru dari temannya. Generasi muda tersebut adalah generasi penerus dimasa yang akan dating, sehingga menumbuhkan kecintaan terhadap hutan dalam diri mereka adalah penting sekali. Kecintaan mereka terhadap hutan nantinya akan menjadi bekal mereka untuk melindungi, merawat serta melestarikan hutan kita. Semua itu tentu saja hanya dapat terwujud bila kita bekerjasama untuk mewujudkannya. Kita harus memulainya dari hal-hal yang kecil, sebab hal-hal yang kecil tersebut yang akan membawa kita pada hal-hal yang lebih besar. Kita tidak akan pernah mendapatkan hutan kita kembali bila kita tidak menumbuhkan kecintaan terhadap dunia dari sesuatu yang kecil.

Kita tidak boleh meyerah untuk mewujudkannya. Semua itu membutuhkan proses panjang dan waktu yang lama, sehingga kesabaran dan keteguhan hati harus tetap terjaga untuk mewujudkannya. Mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

One thought on “Tumbuhkan Kepedulian Perlindungan Hutan Sejak Dini Pada Generasi Muda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s