Menjaga dan Mengamankan Pulau Terluar

https://i2.wp.com/www.inilah.com/data/berita/foto/17583.jpgOleh: Farel Kuto

Sebanyak 92 pulau terluar di Indonesia, saat ini, perlu diamankan. Persoalannya, pulau-pulau tersebut sangat berpeluang diambil alih pihak asing. Jika tak ada tindakan konkret, nasib pulau-pulau tersebut bakal sama dengan Pulau Sipadan dan Pualu Ligitan yang jatuh ke tangan negeri jiran, Malaysia. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Ono Kurnaen Sumadiharga mengatakan pulau terluar yang perlu pengamanan itu tersebar dari Aceh hingga Papua. Pulau-pulau itu terletak jauh dari garis pantai wilayah yang berpenduduk dan sebagian belum memiliki nama.

Sebanyak 92 pulau terluar di Indonesia, saat ini, perlu diamankan. Persoalannya, pulau-pulau tersebut sangat berpeluang diambil alih pihak asing. Jika tak ada tindakan konkret, nasib pulau-pulau tersebut bakal sama dengan Pulau Sipadan dan Pualu Ligitan yang jatuh ke tangan negeri jiran, Malaysia. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Ono Kurnaen Sumadiharga mengatakan pulau terluar yang perlu pengamanan itu tersebar dari Aceh hingga Papua. Pulau-pulau itu terletak jauh dari garis pantai wilayah yang berpenduduk dan sebagian belum memiliki nama.

Beberapa pulau yang berada di sekitar Biak, Provinsi Papua, misalnya, sangat jarang dikunjungi pejabat pemerintahan. Begitu pula, beberapa pulau kecil yang terletak di sekitar kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, jarang tak dihuni penduduk. Lokasi yang jauh itu berpeluang diduduki dan direbut pihak asing. Mula-mula mungkin hanya nelayan asing yang menyandarkan kapal atau berteduh dari serangan badai. Kemudian, menetap lebih lama dan membangun pemukiman sederhana. Lama-kelamaan, nelayan tersebut mulai menancapkan bendera negaranya. Pada akhirnya, mereka mengklaim pulau itu sebagai miliknya.

Peringatan tersebut, kiranya mendapat perhatian serius. Tindakan TNI Angkatan Laut yang menempatkan personel marinir di empat pulau terluar Nusa Tenggara Timur, patut mendapat respons positif. Pulau terluar yang bertetangga dengan Australia dan Timor Leste itu ialah Ndana Sabu, Batek, Ndana Rote, dan Manggudu. Memang, fasilitas yang dibangun tersebut masih terbatas. Bangunan yang ditempati prajurit hanya terbuat dari atap daun lontar, dinding dari papan. Mereka juga hanya dibekali satu perahu karet sebagai alat transportasi untuk mengambil air minum dan membeli bahan makanan di pulau terdekat.

Pengamanan pulau-pulau terluar pun jangan hanya menjadi tanggung jawab instansi tertentu, seperti TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara matra laut. Terlebih lagi setelah diterbitkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Undang-undang tersebut mengamanatkan kepada lembaga Penjagaan Laut dan Pantai untuk melaksanakan fungsi penjagaan dan penegakan hukum di laut dan pantai. Dalam kenyataan, permasalahan yang timbul dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut antara lain regulasi yang tumpang tindih tentang tugas. Begitu pula, kewenangan instansi-instansi yang berkaitan dengan perairan laut.

Selain itu, pada aspek operasional, penanganan dan pengelolaan pengamanan, serta penegakan hukum di laut perairan yuridiksi Indonesia masih carut-marut. Dengan kata lain, untuk mengatasi persoalan tersebut, badan tunggal sesuai amanat undang-undang harus segera berfungsi. Apalagi, gangguan keamanan dan pelanggaran hukum di perairan laut Indonesia masih terus berlangsung dan cenderung meningkat, baik kualitas maupun kuantitas. Kondisi itu sangat merugikan bangsa Indonesia dan berpotensi menghambat pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Selain itu, merugikan citra Indonesia di dunia internasional, khususnya negara-negara pengguna laut dan masyarakat pengguna jasa maritim pada umumnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s