Papua Hutan Tropis Terakhir di Indonesia Yang Terancam Punah

indonesia_papua_forest_palm-300x199Oleh: Dominggus A Mampioper

Cagar Alam Cykloops yang selama ini berfungsi sebagai penyangga dan daerah tangkapan air beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan akibat aktivitas warga masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Puncak dari kerusakan itu pada Maret 2007 lalu di Kota Sentani ibukota Kabupaten Jayapura terjadi banjir dan longsor yang mengakibatkan tiga jembatan di sepanjang Jalan Raya Kemiri terputus dan kawasan rendah lainnya yaitu jembatan Kampung Harapan, Flafouw dan Kali BeloTak heran kalau Direktur WWF Region Sahul Papua Drs Ben Victor Mambay mengatakan kawasan CA Cykloops adalah gambaran di depan mata warga Kota Jayapura dan Sentani tetapi terus mengalami kerusakan apalagi wilayah hutan hutan lainnya yang jauh dari pengamatan warga. Agaknya pendapat Ben V Mambai ini patut menjadi keprihatian semua pihak khususnya di Papua dan Indonesia. Kalau beberapa tahun lalu hutan Kalimantan masih hijau dan berimbun, kini agaknya hutan Papua menunggu giliran untuk menyusul hutan hutan lainnya di Indonesia.

Memilukan memang sebab tanda tanda ke arah kerusakan hanya tinggal menunggu waktu. Pasalnya pemekaran wilayah kabupaten yang begitu banyak menambah maraknya pembukaan areal areal hutan baru. Kabupaten Nduga yang baru saja dimekarkan dari Kabupaten Jayawijaya saja letaknya tepat berada seratus persen di dalam kawasan Taman Nasional Lorenzs, sebuah situs dunia yang membanggakan sebab memiliki ekosistem terlengkap mulai dari hutan dataran rendah hingga alpen dan bersalju. Begitu pula dengan Kabupaten Mamberamo Raya juga wilayahnya termasuk di dalam kawasan Cagar Alam Mamberamo Foja yang kaya akan keanekaragaman hayati. Bayangkan saja kabupaten yang baru dibuka di tengah hutan rimba, tentu saja membutuhkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan membongkar hutan demi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.Pendapat ini agaknya sangat masuk akal sebab kawasan Cagar Alam Cykloop di depan mata warga Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura saja sudah terancam di eksploitasi. Apalagi nun jauh di sana dan di luar pantauan pengamatan, walau kita semua berpendapat ada petugas keamanan termasuk Polsus Kehutanan tetapi toh jebol juga hutan kita.

Penambangan nikel di kawasan Cagar Alam Cykloop sangat potensial dan banyak investor tertarik untuk menggarapnya. Meski Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Papua Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Papua Toto Purwanto kepada wartawan di Jayapura mengatakan bahwa penambangan nikel di kawasan Cagar Alam Cykloops tak bisa dilakukan karena penyimpan sumber air bersih bagi penduduk di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Bahkan hal senada juga dilontarkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Ir Marthin Kajoi dalam tingkatan kawasan konservasi jelas kawasan Cagar Alam sangat tinggi perannya sebagai kawasan yang dilindungi. “ Kami jelas tak bias memberikan rekomendasi dan ini harus melalui ijin Menteri Kehutanan di Jakarta,” ujar Kajoi menanggapi pertanyaan penulis seputar tambang di kawasan Cagar Alam Cykloop belum lama ini di Jayapura.

Sesuai dengan peruntukannya maka kawasan Cykloop sendiri sejak jaman Pemerintahan Belanda sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung. Mulai 1974 pemerintah Indonesia menetapkannya menjadi kawasan Cagar Alam Cykloop. Kebijakan ini lalu ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.56/Kpts/Um/101/1978 tanggal 26 januari 1978. Luas areal dalam kawasan Cagar Alam yang telah ditetapkan seluas 22.520 Ha. Pegunungan Cycloop yang terbentang dari Kota Jayapura, dan sebagian distrik di Kabupaten Jayapura, Papua menyimpan berbagai jenis tambang. Salah satunya yang adalah nikel. Walau kedua pejabat di atas mengatakan tidak mungkin melakukan eksploitasi tambang nikel di Depapre dan Ormu tetapi berdasar Ijin Kuasa Pertambangan dari Pemerintah Provinsi Papua maka eksploitasi pun berjalan.

Meski PT SIP yang telah melakukan operasi tetapi pada tanggal 29 Juni 2007, Bupati Kabupaten Jayapura, mengeluarkan Rekomendasi, tentang Perusahaan yang berhak mengelola hasil tambang di Kabupaten Jayapura yaitu PT.TABLASUPA NICKEL MINING, berhak mengelola Tambang Nickel di Tablasupa Distrik Depapre Kabupaten Jayapura. PT. Tablasupa Nickel Mining melakukan presentase Visi dan Misi namun hasil presentasi tidak disetujui masyarakat karena syarat-syarat yang diberikan masyarakat ke pihak Perusahaan tidak dipenuhi. Berikut PT.SINAR INDAH PERKASA (SIP) melakukan pendekatan kepada Ondoafi Kampung Tablasupa Obaja Apaseray dan kawan. Namun selanjutnya mendapat penolakan dari warga dan kini operasi PT SIP terhenti. PT SIP bukan saja beroperasi di Kabupaten Jayapura tetapi saat ini sedang melakukan eksplotasi di TOR Atas Kabupaten Sarmi.

Pada tanggal 29 Januari 2008, Rapat bersama Pemda.Kabupaten Jayapura dan Pemda.Propinsi Papua, tentang keabsaan SK.Nomor: 158, ijin operasi PT.Sinar Indah Perkasa(SIP) , oleh Gubernur di areal Pertambagan Nikel Tablasupa. Pokok mendasar dari pertemuan tersebut adalah areal Pertambagan Nickel Tablasupa termasuk kewenangan wilayah Kabupaten Jayapura, bukan kewenangan Propinsi. Hal senada juga dilontarkan Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Johanes Elluay tentang ijin yang diberikan tanpa sepengetahuan tuan rumah atau pemilik rumah. Permukiman kaki gunung Cykloop awal 1985 dan 1992 serta aktivitas perambahan hutan untuk berbagai keperluan masih berlangsung. Aktivitas ini misalnya berlangsung di Waena, Skyaline,Ifar Gunung,Sereh, Pos Tujuh, Polomo, Kemiri dan Doyo.

Kemudian 1993 kegiatan penggalian bahan golongan C, seperti batu dan pasir di beberapa aliran sungai mulai berlangsung. Penduduk Kota Jayapura saat ini baru mencapai 300.000 jiwa sedangkan Kabupaten Jayapura hanya sekitar 200.000 jiwa. Lajunya jumlah penduduk ini semakin memperkeruh persoalan Cagar Alam Cykloop karena tekanan ekonomi atau lahan permukiman yang semakin terbatas. Menurut data dari WWF Region Sahul Papua di kaki Gunung Cykloop 34 anak-anak sungai tetapi yang masih mengalir lancar hanya 14 anak sungai saja. Kini sumber air warga dan Danau Sentani tinggal menunggu waktu sebab kawasan Cagar Alam Cykloop mulai terganggu dengan aktivitas manusia. Kekhawatiran yang disampaikan Ben V Mambay sangat tepat sebab yang di depan mata saja digerogoti, apalagi yang jauh di sana seperti Taman Nasional Lorenzt dan Amazonenya Papua yakni kawasan Mamberamo Foja.

Selamat tinggal hutan tropis terakhir di Indonesia dan mungkin sebentar lagi hanya tinggal kenangan.

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

3 tanggapan untuk “Papua Hutan Tropis Terakhir di Indonesia Yang Terancam Punah”

  1. Pemerintah dalam hal ini DPR harus lebih jelih melihat masalah-masalah yang terjadi, khususnya masalah penggalian golongan C. apa lagi seperti yang terjadi di sentani dimana penggalian dilakukan dekan dengan jalan raya sentani abepura, dan hal yang sering ditemui yaitu pada saat hujan sisa-sisa galian sering terbawa oleh arus air yang mengalir dari gunung menuju ke jalan menyebabkan terjadi tumpukan batu dijalan raya. hal ini yang membuat sering terjadi kecelakaan lalulintas. saya harap Pemda dapat melihat hal tersebut dengan serius jangan dengan sebelah mata.

  2. Sedih dan terharu, itulah agaknya yang pantas saya ungkapkan. Hutan bukan saja sebagai penghasil duit, tapi bayak lagi yang dapat dihasilkannya untuk kita. Entah itu oksigen, cadangan air dan masih banyak lagi. Kita hanya disuruh menghargai dan menjaganya. Mengertilah wahai saudaruku di Papua, banyak sudah contoh yang hutannya tinggal kenangan. Bukankah bisa kita lihat di TV dan Koran, tentang bencana banjir dan tanah longsor yg membawa korban harta, jiwa dsb yang tidak sedikit. Mari kita bercermin pada diri kita, manusia macam apa kita yg merusak warisan untuk anak cucu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s