Secara Historis Pulau Ambalat Masuk Kesultanan Bulungan

sultan bulunganOleh: KapanLagi.com

Klaim Malaysia terhadap Pulau Ambalat sangat tidak mendasar baik ditinjau dari segi tasa negara maupun sejarah, karena secara historis Pulau Ambalat masuk dalam wilayah Kesultanan Bulungan yang kini menjadi salah satu kabupaten di Indonesia.

“Tidak ada alasan apapun yang bisa menguatkan Malaysia untuk menguasai Pulau Ambalat dan wajar jika Indonesia mengerahkan kapal perang untuk mengantisipasi sebagai sikap pertahanan diri, karena secara historis pulau tersebut masuk wilayah Indonesia,” kata Gubernur Kaltim, H Suwarna AF, di Samarinda, Jumat (04/03).

Suwarna mengatakan kalau mau jujur, Pulau Ambalat dan sejumlah pulau kesil lain di sekitarnya termasuk Sipadan dan Ligitan masuk dalam wilayah Kesultanan Bulungan yang sejak Indonesia merdeka menjadi salah satu wilayah kabupaten di Kaltim.

Sesuai dengan dokumen sejarah yang kini tersimpan di Belanda, Pulau Simpadan dan Pulau Ligitan masuk dalam wilayah Kesultanan Bulungan, dan diklaim Malaysia karena ada pinjam pakai oleh penjajah Inggris untuk membangun mercusuar.

Dalam persidangan di Mahkamah Internasional, Indonesia dikalahkan karena faktor keperdulian terhadap pengelolaan lingkungan pulau tersebut, bukan karena masalah fakta sejarah dan dokumentasi.

“Berbeda dengan Pulau Ambalat, karena bukan masuk dalam kawasan yang disangketakan karena itu harus dipertahan dengan cara apapun,” katanya.

Setelah Bulungan di pecah mehjadi empat kabupaten/kota, sejumlah pulau tersebut kini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Nunukan.

“Jadi apapun alasannya Malaysia tidak berhak menggaraf Pulau Ambalat, apalagi sampai memberikan konsesi pada perusahaan minyak Shell untuk melakukan kegiatan penambangan di kawasan itu,” ujarnya.

Ia menilai bahwa penguasaan Malaysia terhadap Pulau Ambalat di perairan Indonesia tidak mendasar sehingga patut dilawan dengan tegas dan keras.

Sikap tegas tersebut termasuk dengan mengerahkan kapal perang sebagai isayarat Indonesia siap untuk bertempur jika diperlukan.

Menurut Suwarna lepasnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia masih menjadi ingatan segar bagi Bangsa Indonesia, sehingga Malaysia jangan membuat masalah baru lagi dengan menguasai Pulau Ambalat yang jelas-jelas milik Indonesia.

Lebih menyakitkan, kata Suwarna Malaysia dengan gegabah menunjuk sebuah perusahaan minyak Shell untuk melakukan aktifitas penambangan di pulau tersebut.

Padahal sejak lama Indonesia mengetahui bahwa di kawasan itu terdapat kandungan minyak dan gas dan menunjuk PT Unocal untuk melakukan penambangannya di blok tersebut. (*/lpk)

Iklan

6 thoughts on “Secara Historis Pulau Ambalat Masuk Kesultanan Bulungan

  1. ini harga mati. jangan pernah diajak berunding di mahkamah internasional lagi. konspirasi besar pasti akan mengalahkan indonesia.
    salam

  2. Hmmm… harus peduli dengan perkembangan pembangunan di Kaltim (baca: wilayah perbatasan) atau segera dilaksanakan perubahan gelar kekuatan armada laut dan udara, minimal sesuai konsep TNI AL pada tahun 2007.
    ada beberapa referensi tambahan di
    sini, di
    situ, di
    sana
    atau silakan ke sini
    salam superhangat

  3. to……. presiden SBY janganlah kau rendahkan harga diri indonesia dengan menyerahkan pulau ambalat ke tangan malasia …indonesia sudah merdeka tolong pertahankan indonesia supaya jangan jadi sapi perah lagi bagi negara lain……..kalau ambalat jatuh ke tangan malaysia berarti percuma perjuanga semua orang yang telah gugur mempertahankan indonesia…..tegaslah dengan malaisia

  4. kita harus kompak seluruh jajaran nusantara mempertahankan negeri tercinta nkri,tidak ku ijinkan kau mengambil tanah kami

  5. kalau bisa pertahankan ambalat dr malaysia,,
    kita tdk boleh menyerah terhadap kasus tersebut…
    presiden hrus bs bersikap bijaksana dan bs lebih tegas terhadap negara lain supaya negara kita tidak terus2an dijajah negara lain…
    karena negara indonesia mempunyai byk kekayaan alam..pertahankan itu selamanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s