Pembangunan Pendidikan dan Nasionalisme

nasionalime-indonesia1Oleh:  R. Idris Musa

Indonesia adalah sebuah negara yang luas dan kaya akan sumber daya alam. Tidak mudah membangun Indonesia dengan ribuan pulau dan jutaan penduduknya yang sebagian besar masih rendah dalam tingkat pendidikan ataupun penghasilan. Terlebih lagi, bila masyarakat dan pemerintah tidak saling mempercayai dan tidak saling mendukung dalam proses pembangunan bangsa. Untuk mengubah dan membawa Indonesia menuju negara yang berkembang baik dalam pola pikir maupun kesejahteraan rakyat adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Ada begitu banyak aspek yang harus diperbaiki dan dari sekian banyak aspek tersebut, ada dua hal yang pantas dikedepankan yaitu pendidikan dan nasionalisme.

Pendidikan bukan hanya masalah mencari sertifikat atau ijazah, ataupun pengakuan. Pendidikan adalah bekal seseorang ataupun suatu kelompok untuk maju. Pendidikan tidak hanya sebatas pendidikan di sekolah, tetapi juga melingkupi pendidikan di luar sekolah. Pendidikan formal dan non-formal, pendidikan akademis dan non-akademis, pendidikan otak dan mental. Bila masyarakat Indonesia bisa memaknai pentingnya sebuah pendidikan, tentu negara ini tidak akan selalu terpuruk dalam kesulitan. Dengan pendidikan, pola pikir bangsa akan semakin maju. Dengan pendidikan, bangsa ini bisa mengurangi ketergantungan dengan negara lain dalam hal teknologi. Dengan pendidikan, akan mengeliminir ”kesemrawutan” dan keresahan sosial. Sebagai contoh kecil, bila seseorang itu berpendidikan, baik akademis maupun non-akademis, ia tidak akan membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran air buntu dan akhirnya menyebabkan banjir. Bila seseorang berpendidikan, ia tidak akan menentang sesuatu dengan kekerasan karena ia tahu kekerasan hanya akan manambah masalah. Bila seseorang berpendidikan, ia bisa menciptakan penemuan –penemuan yang berguna, yang bisa membangun perekonomian bangsa, seperti di bidang pertanian maupun teknologi informasi. Dengan pendidikan, seseorang akan mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak.

Untuk itu, pemerintah harus menghargai pendidikan dan rakyat harus berprestasi dalam pendidikan. Pemerintah harus menyalurkan 20% dari anggaran negara untuk pendidikan sebagai amanat Undang-Undang Dasar, bahkan lebih bila mungkin. Pemerintah harus memberikan hak rakyat untuk memproleh pendidikan dan itu adalah kewajiban negara untuk memenuhinya. Lalu bagaimana dengan kewajiban rakyat? Rakyat harus bisa berprestasi, tidak bisa tidak. Tiap individu harus bisa menunjukkan bahwa mereka benar – benar memanfaatkan dengan baik pendidikan yang ada. Individu yang malas dan tidak berprestasi harus diberi tindakan yang tegas, seperti dikeluarkan ataupun diberi sangsi, contoh sederhana bagi mahasiswa ataupun pelajar sekolah yang melakukan plagiarisme.

Muncul kemudian pertanyaan yang lain, bagaimana setelah target pendidikan terpenuhi? Bagaimana mengatasi pengangguran dan membangun desa – desa terpencil? Sebagian besar lulusan perguruan tinggi ataupun sekolah saat ini hanya memikirkan gengsi dan gaya hidup. Lebih memilih ke kota besar daripada kota kecil. Padahal, mereka bisa mendapatkan pekerjaan di kota – kota kecil atau di pedesaan, untuk kemudian membangun desa tersebut. Tapi hal ini harus didukung oleh pemerintah. Misal, pemerintah hendaknya membangun sebuah institusi yang mengakomodasi para cendekiawan muda. Dibentuk sebuah kelompok pelajar atau cendekiawan. Selanjutnya, mereka dikirim ke pedesaan dan daerah terpencil untuk membangun desa – desa tersebut. Bila berhasil, mereka akan mendapatkan bonus penghasilan atau insentif di luar penghasilan tetap. Begitu juga untuk desa tersebut, bila berhasil maju, maka desa tersebut akan mendapatkan anggaran dana yang lebih dari pemerintah untuk pembangunan. Ini adalah bentuk persaingan sehat. Tiap daerah, bahkan yang terpencil sekalipun, akan berusaha untuk maju. Para pelajar semakin termotivasi untuk membangun daerah – daerah terpencil. Pengangguran juga bisa dikurangi. Pertanyaannya apakah para pelajar tersebut mau beranjak ke desa atau daerah terpencil?

Oleh sebab itu diperlukan rasa nasionalisme. Membangun rasa nasionalisme sangatlah penting karena bangsa dan negara hanya bisa dibangun oleh rakyat yang merasa memiliki dan ingin membangun negerinya. Tapi, semua ini tidak akan bisa dilakukan bila para pelajar dan masyarakat tidak punya rasa nasionalisme yang tinggi atau tidak ada keinginan untuk membangun bangsa demi kemajuan bersama. Pembangunan Indonesia akan bisa terlaksana bila rakyat, termasuk kaum terpelajar dan pemerintah, mempunyai keinginan untuk membangun, berbakti, berkarya dan mencurahkan jiwa raga untuk bangsa dan negaranya.

Pembangunan rasa nasionalisme adalah pekerjaan yang sangat penting. Pemerintah maupun rakyat harus bisa mempunyai rasa kebanggaan akan bangsa dan negaranya. Pemerintah juga harus bisa membangkitkan rasa nasionalisme tersebut, melalui pemberian materi pelajaran, pelaksanaan festival, promosi budaya dan atau dengan hal lain. Apabila rakyat tidak lagi punya rasa nasionalisme, pembangunan di negeri ini akan terhenti karena tidak ada yang ingin berbakti dan berkarya untuk negara dan bangsanya. Rakyat pergi, pemerintah asyik sendiri, negarapun akhirnya mati. Inilah yang akan terjadi bila rasa Nasionalisme tidak ada lagi.

Dengan modal pendidikan dan rasa nasionalisme yang tinggi, Indonesia akan maju. Entah kapan hal tersebut akan terwujud, tergantung rakyat Indonesia itu sendiri. Apakah mereka bisa menghargai pendidikan dan membangun kecintaan pada bangsanya yang mulai pudar ini?

Iklan

Diterbitkan oleh

admin

yang buat blog bela negara RI

2 tanggapan untuk “Pembangunan Pendidikan dan Nasionalisme”

  1. se..7

    Pendidikan harus diutamakan di atas segalanya yang kedua adalah kesehatan bukan Mall dan Apartemen yang hanya menguntungkan orang kaya.

    Jadi Pilih Pemimpin yang pro rakyat.

  2. MAKANYA RAKYAT INDONESIA HARUS BISA MEMILIH PEMIMPIN. JANGAN MENTANG MENTANG GAGAH, SANTUN TAPI KALO GAK TEGAS, GAK PEDULI RAKYAT, MALAH PARTAINYA JADI SARANG KORUPTOR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s