Bela Negara di Tengah Globalisasi

globalisasiOleh: Hanik Lifdiati

”Pemerintah sebagai pengemban mandat sekaligus pengelola dana dari rakyat seyogianya dapat mengakomodasikan segala aspirasi terkait bela negara. Pemerintah tidak perlu merasa superior, sehingga memonopoli makna bela negara serta memarginalkan pribadi atau lembaga di luar pemerintahan.”

Globalisasi menyebabkan batas-batas wilayah suatu negara menjadi kabur. Kecanggihan teknologi informasi mendukung proses komunikasi, sehingga setiap kejadian yang dialami kawasan bumi mana pun segera diketahui siapa pun.

Solidaritas dan soliditas pun semakin terbangun dalam masyarakat global yang mengedepankan empat matra. Yaitu, demokratisasi, pemenuhan hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender dan pengikisan kultus individu dengan rasionalitas yang realistis, serta teknologi ramah lingkungan yang menjamin kelestarian bio-diversitas (keanekaragaman hayati).

Sudut pandang tentang makna nasionalisme dan patriotisme sudah sangat berbeda pada era imperialisme-kolonialisme dengan situasi saat ini. Spesifikasi sosok pahlawan atau pejuang pada awal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kini tentu berbeda. Secara substansi, yang tidak membedakan adalah kesediaan (kerelaan) sosok pahlawan untuk berkorban bagi masyarakat (negara) yang dibelanya.

Apakah globalisasi akan menghapus batas-batas administratif wilayah negara, kemudian membentuk sebuah pemerintahan yang dipimpin suatu negara adikuasa? Negara yang umumnya direpresentasikan oleh pemerintah harus berusaha sekuat tenaga mewujudkan cita-cita yang diamanatkan dalam undang-undang (bagi NKRI tentu saja UUD 1945).

Justru inilah momentum bagi pemerintahan di negara mana pun untuk terus berusaha keras mengusung (merealisasikan) empat matra yang diamanatkan globalisasi. Dengan begitu, pemerintahan suatu negara akan menjadi acuan dalam menggiring dan mengarahkan perkembangan satu masyarakat global yang mendiami bumi.

Berangkat dari situ, dialektika dan dinamika materi bela negara tetap urgen untuk dibahas dalam proses mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pendidikan kewarganegaraan. Ke depan, seharusnya setiap individu berusaha keras berperan dalam sistem yang demokratis untuk saling mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan dan pengkhianatan dalam merealisasi asa bangsa.

Roadmap (peta jalan) adalah suatu metode praktis untuk melihat rencana dan arah maupun sasaran sebuah kegiatan yang mulai diwacanakan memasuki milenium ketiga. Menyimak pembukaan hingga isi UUD 1945, telah diakomodasi hak sekaligus kewajiban warga negara, termasuk dalam bela negara.

Kenyataan tersebut merupakan nilai lebih UUD 1945 sebagai sebuah peta jalan penuntun arah dan sasaran yang akan dicapai. Mengapa negara perlu dibela? Sebab, pendirian NKRI memiliki cita-cita luhur sebagaimana diuraikan dalam pembukaan.

Dua ciri khas NKRI yang perlu dibela adalah secara struktural UUD 1945 serta ideologis Pancasila. Selain itu, kekayaan budaya dengan ragam kearifan lokal yang telah menjadi tradisi perlu dilestarikan. Misalnya, sifat gotong-royong guna segera mengentas sebagian warga yang masih berkubang dalam kemiskinan untuk cukup pangan dan sandang serta papan layak. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar fisik (raga), setiap warga negara akan mampu menyediakan ruang psikis (jiwa) untuk bela negara.

Pemerintah sebagai pengemban mandat sekaligus pengelola dana dari rakyat seyogianya dapat mengakomodasikan segala aspirasi terkait bela negara. Pemerintah tidak perlu merasa superior, sehingga memonopoli makna bela negara serta memarginalkan pribadi atau lembaga di luar pemerintahan.

Iklan

One thought on “Bela Negara di Tengah Globalisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s