Setia Indonesia: Setia Pada Pancasila, NKRI, dan Kedaulatan Bangsa

cinta-tanah-airOleh: Bugiakso.Com

Sangat jelas bahwa yang menjadi cita-cita kemerdekaan, yang merupakan cita-cita dari lahirnya bangsa negara Indonesia itu sangat jelas, ada di dalam Pancasila. Lima sila itulah yang memberikan petunjukan ke mana perjuangan kita dan bagaimana masa depan yang kita tuju dari perjuangan itu.

Republik Indonesia lahir sebagai hasil perjuangan bangsa melawan penjajahan. Dari hasil perjuangan kemerdekaan tersebut dibentuklah pemerintah negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila. Dengan demikian, Pancasila juga merupakan suatu hasil perjuangan yang sekaligus menjadi sumber inspirasi perjuangan bangsa. Pancasila, sekali lagi, adalah kristalisasi inti peradaban nusantara, rumusan filosofis-ideologis yang bertolak dari kesadaran sejarah dan cara pandang bangsa Indonesia dalam menghadapi masa depannya.

Pancasila dasar negara, ia adalah moral dari perjuangan bangsa kita. Sebagai moral perjuangan, Pancasila bukan saja berperan sebagai nilai pengukur bagi tujuan dan baik buruknya kebijakan, tetapi sekaligus juga sebagai nilai pengukur bagi proses dan cara dalam melaksanakan. Pancasila sebagai moral perjuangan untuk mencapai sasaran perjuangan nasional perlu diresapi agar menjadi sumber inspirasi perjuangan, penggerak, dan pendorong, pengarah, dan sumber cita cita, sumber ketahanan nasional, dan pembimbing moral pada tingkatan operasional.

Jujur diakui, perjalanan Pancasila juga menampakkan sisi-sisi yang pasang surut. Kita mengetahui bagaimana Pancasila dipertanyakan, dipersoalkan, dipertentangkan, bahkan diselewengkan. Lebih dari itu, Pancasila juga telah dimaknai secara berlebihan, sehingga ada banyak mitos-mitos yang dikaitkan dengan Pancasila. Kita tidak bisa menghindar dari kecenderungan munculnya berbagai bentuk penafsiran dan penentangan. Antara dukungan dan penolakan adalah dua hal yang selalu menyertai perjalanan sejarah Pancasila.

Kita menyadari bahwa Pancasila tidak sekadar legitimasi konstitusional sebagai syarat sah berdirinya sebuah negara, tetapi lebih dari itu, Pancasila haruslah benar-benar menjadi pandangan hidup di kalangan masyarakat, menjadi praksis sosial yang merekatkan seluruh keragaman yang kita miliki sejak beribu-ribu tahun yang lalu.

Kita tetap harus memaknai Pancasila dalam konteks sejarah kemerdekaan. Pemaknaan itu adalah, pertama, nilai-nilai tersebut memiliki makna khas ketika kelimanya dirangkum menjadi satu kesatuan nilai. Artinya, makna Pancasila itu sendiri telah mengandung spirit ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Inilah jiwa Indonesia itu, jiwa yang akan mengerakan kita untuk terus berjuang. Kedua, Pancasila tidak semata-mata dipahami sebagai seremoni atau sekadar hafalan, tetapi merupakan upaya kita memahami proses penggalian terhadap Pancasila, sekaligus sebagai acuan praksis perjuangan. Pancasila bukanlah slogan, tapi cita-cita dan petunjuk bagaimana perjuangan itudiarahkan dan dilakukan. Dengan itu, kita dapat memaknai lebih dalam kekuatan dan kesadaran dari seluruh kiprah perjuangan, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Pancasila harus benar-benar dilaksanakan sebagai sebuah ideologi perjuangan. Pancasila telah menjadikannya seorang yang berpikir dan bertindak visioner sekaligus revolusioner. Pancasila adalah ideologi revolusioner, ideologi yang tidak sudi terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan. Sebuah ideologi perlawanan terhadap segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan. Pancasila juga merupakan ideologi atas cita-cita masyarakat. Visi yang akan dicapai. Pancasila adalah tatanan masyarakat Indonesia, bentuk masyarakat Indonesia. Sehingga jelas bagaimana kita mengambarkan masyarakat itu, mengambarkan masyarakat yang akan kita perjuangankan, masyarakat Pancasila.

Sekali lagi ingat pesan Soekarno, “Pancasila masih harus diperjuangkan pelaksanaannya. Tanpa diperjuangkan, Pancasila tidak akan menjadi kenyataan. Tanpa perjuangan, kaum penghisap dan penindas akan menyabotnya, karena berjalannya Pancasila akan merugikan mereka.” “Jikalau bangsa Indonesia ingin Pancasila menjadi realiteit, janganlah lupa menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, sekali lagi perjuangan,” demikian tegas Bung Karno.

Hanya dengan kesetiaan kepada Pancasila itulah Indonesia akan mencapai cita-cita seperti yang diamanatkan oleh perjuang kemerdekaan. Setia Pancasila menjadi daya bagi mereka yang masih mencintai Indonesia, masih berharap atas kemerdekaan rakyat yang sesungguhnya. Setia Pancasila adalah modal dan alat perjuangan, dengannya kita akan mampu bertarung baik semangat, pikir, dan tindakan kita dalam melawan musuh-musuh Indonesia.

***

Perjuangan kemerdekaan juga telah mengariskan dengan tegas bahwa bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses pemilihan bentuk negara ini tentu juga tidak lepas dari pembacaan para pejuang pendahulu atas kondisi Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Hanya dengan kesatuan yang bersendi pada kedaulatan rakyatlah Indonesia akan mampu menghadapi segala bentuk tantangan, ancaman, dan musuh-musuh revolusi kemerdekaan.

Ini terbukti pada proses perjuangan Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Indonesia dapat mewujudkan kemerdekaan, mengalahkan kolonialisme, hanya dan hanya dengan kesatuan rakyatnya. Bersatunya kekuatan seperti inilah yang menjadikan kita merdeka dari segala bentuk penjajahan. Maka jangan heran bila sampai ini masih ada keingginan untuk mengubah negara kesatuan, jangan heran bila ada yang mengerakan Indonesia untuk tercerai berai. Kita sudah membaca sejarah bangsa ini, maka kita harusnyapun sudah tahu siapa yang mempunyai kepentingan atasakan mencapai cita-cita seperti yang diamanatkan oleh perjuang kemerdekaan. Setia Pancasila menjadi daya bagi mereka yang masih mencintai Indonesia, masih berharap atas kemerdekaan rakyat yang sesungguhnya. Setia Pancasila adalah modal dan alat perjuangan, dengannya kita akan mampu bertarung baik semangat, pikir, dan tindakan kita dalam melawan musuh-musuh Indonesia.

***

Perjuangan kemerdekaan juga telah mengariskan dengan tegas bahwa bentuk negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses pemilihan bentuk negara ini tentu juga tidak lepas dari pembacaan para pejuang pendahulu atas kondisi Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Hanya dengan kesatuan yang bersendi pada kedaulatan rakyatlah Indonesia akan mampu menghadapi segala bentuk tantangan, ancaman, dan musuh-musuh revolusi kemerdekaan.

Ini terbukti pada proses perjuangan Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya. Indonesia dapat mewujudkan kemerdekaan, mengalahkan kolonialisme, hanya dan hanya dengan kesatuan rakyatnya. Bersatunya kekuatan seperti inilah yang menjadikan kita merdeka dari segala bentuk penjajahan. Maka jangan heran bila sampai ini masih ada keingginan untuk mengubah negara kesatuan, jangan heran bila ada yang mengerakan Indonesia untuk tercerai berai. Kita sudah membaca sejarah bangsa ini, maka kita harusnyapun sudah tahu siapa yang mempunyai kepentingan atas perubahan negara kesatuan, atas ambruknya persatuan. Tidak lain tidak bukan adalah kaum penjajah yang hingga saat ini masih saja ada yang mau bekerjasama dengan mereka.

Perjuangan panjang bangsa ini untuk mencapai kemerdekaan dan menegakkan negara sendiri yang setara sejajar dengan negaranegara merdeka lainnya di dunia ini, bertalian erat sekali dengan perjuangan untuk membangun nasion, membangun puluhan suku bangsa kita menjadi satu bangsa, satu nasion yang punya kesadaran identitas sebagai bangsa Indonesia, sebagai suatu nasion yang bukan saja punya identitas nasional, tetapi juga punya harga diri sebagai nasion.

Di sinilah pentingnya kesetiaan kita pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila kita setia pada Ibu Pertiwi, pada yang melahirkan kita sebagai manusia, sebagai masyarakat, maka sudah seharusnya kita mencintainya dengan selalu setia padanya.

***

Satu hal lagi yang tidak boleh dibiarkan ialah masih ada fikiran dan analisis yang menyebutkan bahwa kemenangan bangsa kita dalam perjuangan melawan agresi militer Belanda pada masa perang revolusi kemerdekaan, bukan disebabkan oleh perjuangan bangsa kita sendiri

Pendapat atau “analisis” tersebut mengklaim bahwa agresi atau aksi polisional Belanda itu bukan digagalkan oleh perjuangan bangsa kita, kesediaan Belanda untuk menghentikan agresinya terhadap RI dan akhirnya rela “mengembalikan wilayah Republik Indonesia”, bersedia melakukan perundingan KMB dan bersedia meninggalkan Indonesia, itu semua disebabkan oleh tekanan Amerika atas Belanda. Dengan demikian, menurut “analisis” tersebut adalah berkat Amerika Serikat, maka kita berhasil mengalahkan kolonialisme Belanda.

Itu suatu fikiran yang teramat keliru dan sama sekali tidak didukung oleh fakta-fakta sejarah perjuangan kita sendiri. Kemerdekaan yang telah kita capai serta mendapat pengakuan internasional, pertama-tama disebabkan oleh hasil perjuangan bangsa kita sendiri.. Jelas-jelas bahwa kemerdekaan kita adalah hasil perjuangan rakyat

Indonesia, hasil kucuran air dari jutaan rakyat yang melawan penjajahan, dari cucuran darah, keringat, dan air mata. Jelas bahwa kedaulatan bangsa bukan sesuatu yang dapat ditawar-tawarkan apalagi digadaikan. Kedaulatan bangsa harus dijaga dan diperjuangkan tanpa kompromi. Saat ini memang bentuk

penjajahan semakin sulit terlihat dengan kasat mata, tetapi bagi mereka yang menyadari ke-Indonesia-annya sangatlah gamblang melihat bagaimana kedaulatan bangsa sudah tercabik-cabik, yang menjadikan rakyat semakin menderita. Tidaklah mungkin cita-cita masyarakat adil dan makmur itu dapat terwujud bila kedaulatan bangsa tidak ditegakan.

Untuk itu tidak ada lagi tawar-menawar bagi mereka yang telah menyebut dirinya Indonesia. Kita harus setia pada perjuangan bangsa ini. Setia memberikan air dari tubuh kita, memberikan darah, keringat, dan air mata, sebagaimana para pejuang pendahulu kita telah memberikannya. Ya setia pada kedaulatan bangsa, meneruskan perjuangan kemerdekaan itu, menjaga kedaulatan bangsa.

Iklan

14 thoughts on “Setia Indonesia: Setia Pada Pancasila, NKRI, dan Kedaulatan Bangsa

  1. Saya setuju yang diutarakan dalam tulisan ini, saya selaku praktisi pelatih belanegara mengharapkan lebih banyak lagi tulisan yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa,bernegara. Faham kebangsaan yang selama ini dirusak oleh pencitraan globalisasi yang bertujuan untuk menjadikan dunia ini sama yg akhirnya dapat di’remote’ oleh negara tertentu berdasarkan kepentingan mereka….jangan sampai terjadi di negara kita….kita punya jatidiri yg khas yg dunia kagum pada kita kenapa kita tidak menyadari hal ini…? Kita salut setinggi-tingginya bagi para pendahulu pejuang NKRI…mereka mempunyai visi jauh kedepan bagi kemakmuran rakyat Indonesia yang harus terus diperjuangkan sampai kapanpun…

  2. Iya mas sekarang wajib ada ya pemuda siap bela negara karena musuh kita sendiri adalah bangsa sendiri yang mengaku cinta tanah air padahal ingin memecahkan karena daerah ya merasa bisa berdiri sendiri itu sangat tidak menghargai para pahlawan yang telah susah merebut kemerdekaan maka wajib kita harus menghargai dan menghormati, jasa para pahlawan hanya tinggal kesadaran akakn memiliki rasa cinta tanah air dan harus kita menjaganya bila perlu kita pertahankan walaupun nyawa jadi taruhannya…….?HIDUP PEMUDA INDONESIA AYO BUNG KITA JAGA BERSAMA….?

  3. Menurut anda saat ini apakah PANCA SILA masih dijalankan secara utuh, coba perhatikan sila I sampai ke V, bandingkan dengan pemilihan langsung presiden/kepala daerah (sila ke IV), pelaksanaan otda (sila ke III), nasib buruh baik lokal maupun migran (sila ke II),perlakuan diskriminasi terhadap pelayanan kesehatan,pendidikan (sila ke V), dan mungkin masih banyak lagi penyimpangan terhadap PANCA SILA. Marilah kita kembalikan bangsa ini kejalan yang lurus sesuai cita cita para pendiri bangsa Indonesia.

  4. NKRI adalah Harag Mati
    Mari bersama mempertahankan NKRI,
    suku dari segala suku tidak lebih besar dari Negara Indonesia. Oleh karena itu jangan mau dipecah belah hanya karena merasa satu suku lebih berharga dari suku lainnya. Bhinneka Tunggal Ika adalah alat pemersaru Bangsa Indonesia

  5. Alinea 80 Pidato Soekarno
    Saudara-saudara, Dasar Negara telah saya usulkan. Lima bilanganya. Inikah Panca Darma? Bukan . Nama Panca Dharma tidak tepat disini. Dharma berarti kewajiban, sedangkan kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik, simbolik angka pula. Rukun Islam Lima jumlahnya. Jari kita Lima setangan. Kita mempunyai Panca Indra, apa lagi yang lima bilangannya?
    ( seorang yang hadir” Pandawa Lima……..).
    Pandawapun Lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip: Kebangsaan, Internasionalissme, Mufakat, Kesejahteraan dan Ketuhanan. Lima pula bilanganya.

    Alinea 81 Pidato Soekarno
    Namanya bukan Panca Dharma , tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa , namanya ialah Panca Sila. Sila artinya Azas atau Dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
    (Tepuk tangan riuh……………… )

  6. saya setuju bela negara, karna saya melihat perjuangan-perjuanagan para pahlawan saat ini seperti sirna ditelan zaman, pelajaran-pelajaran sekolahpun tak luput dari pergeseran nilai-nilai moral kebangsaan yang telah dicita-citakan Bung Karno.

    Negara ini dijadikan bahan “BANCAKAN” oleh orang-orang yang haus kekuasaan tak pelik lagi rakyatlah yang harus menerima kesengsaraan, penderitaan dan kemelaratan
    GELORAKAN SEMANGAT BUNG KARNO UNTUK KEJAYAAN INDONESIA

  7. Membela negara adalah kewajiban smua warga negara,bukan melulu harus dng perang ,tapi d mulai dr perubahan diri untuk cinta kpd produk2 Indonesia,bersikap dan bertingkah laku sesuai aturan dan hukum yg berlaku d bumi Indonesia tercinta……mari saudara2 sebangsa ,setanah air bangsa kita adlh bangsa yg besar kita hrs bangga dan memajukan bangsa kita menjadi bangsa yg besar……amin

  8. mari kita mulai dari yang paling mudah…taati semua peraturan yang ada.karena dengan kita menegakkan aturan yang ada itu sidah menandakan rasa cinta kita pada NKRI….jangan hanya taat ketika ada petugas.saya sedih ketika harus menindak kaum terpelajar kita yang notabenenya adalah generasi penerus pimpinan kita….hidup warga taat aturan-hidup warga anti korupsi-dan hidup pelajar yg betul2 pelajar….saya tunggu partisipasinya…..

  9. Kedaulatan dan hak-hak yurisdiksi NKRI merupakan semangat kemerdekaan dari seluruh rakyat Indonesia sebagai hasil perjuangan Bangsa terdahulu dengan penuh pengorbanan yang wajib untuk dipertahankan oleh segenap Rakyat Indonesia.

    Suatu pendapat bahwa salah satu unsur dari ujung tombak kedaulatan dan hak-hak yurisdiksi NKRI perlu diawali pada tertib pengelolaan diwilayah Perbatasan Negara. Oleh karena itu bila pandangan dimaksud adalah benar, perlu segera didukung untuk diwujudkan dalam suatu lembaga/institusi yang bertanggungjawab dalam bidang pengelolaan di wilayah Perbatasan Negara, nampaknya keberadaan lembaga/institusi tersebut saat ini sudah sangat dibutuhkan oleh Bangsa dan Negara sejak awal Kemerdekaan Republik diproklamasikan guna mendukung dan mengisi Kemerdekaan Bangsa Indonesia melalui Kedaulatan dan hak-hak yurisdiksi NKRI, sehingga tertib pengendalian pengelolaan wilayah Perbatasan Negara dapat lebih terfokus dan terjamin integritasnya.

    Perlu diketahui bahwa selama pemecahan permasalahan diwilayah perbatasan Negara masih bersifat parsial/ad-hock dan belum dapat dilaksanakan secara terintegrasi atau terfokus, maka dapat dibayangkan akan terbit persoalan-persoalan baru yang menambah beban dalam penyelesaiannya dikemudian hari, persoalan ini akan membentuk bola salju yang semakin membesar dan lambat laun dikhawatirkan akan dapat mengikis rasa Nasionalisme berbangsa dan bertanah air serta berakibat pada lunturnya kedaulatan dan hak-hak yurisdiksi NKRI.

    BAGAIMANA PENDAPAT ANDA…???

    LEMBAGA/INSTITUSI PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN NEGARA

  10. saya setuju dengan adanya lembaga yang mengelola perbatasan, karena selama ini perbatasan seolah-olah dianaktirikan, mereka dianggap garis belakang justru mereka adalah garis depan ; menjadi sangat wajar sebagai warga yg jauh dari mana-mana mencari kemudahan yang ada di seberang matanya..akan tetapi lembaga pengelolaan perbatasan ini jangan sampai menjadi lembaga yg hanya diada-adakan dan tidak membawa manfaat bagi perbatasan itu sendiri, dan dalam prosesnya jangan pula terjadi perdebatan yang terlalu menguras waktu dan biaya, padahal persoalan di perbatasan ini tidak pernah ada kata ‘stop’ ; akan selalu muncul..dan terpenting adalah kesejahteraan bagi masyarakat di garis terdepan ini…..

  11. saya sangat terbantu dengan postingan mengenai pancasila. Kebeteluan saya mengambil sedikit kata-kata dari postingan anda untuk bahan tugas saya . sekali lagi terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s