Akankah Bikin NPWP Sama Dengan Bikin Kartu Kredit ?

pajak-bukti-cinta-tanah-airOleh: Gede Suarnaya

Upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk menggenjot penerimaan sudah dilakukan dengan berbagai upaya. Mulai dari Ekstensifikasi Wajib Pajak melalui sektor properti dengan menggali wajib pajak dari data wajib pajak bumi dan bangunan serta sektor bisnis lainnya sampai kepada program Sunset Policy. Tujuannya tiada lain yaitu untuk meningkatkan penerimaan negara melalui kepemilikan NPWP.

Upaya yang dilakukan tersebut memang tidak selalu berjalan mulus di lapangan sesuai yang diharapkan. Berbagai macam komentar positif maupun negatif datang dari berbagai komponen masyarakat terutama dari dunia industri serta masyarakat yang awam terhadap masalah pajak. Masyarakat awam masih takut dan apatis berurusan dengan pajak. Maklum, pengalaman berurusan pajak di masa lalu memberikan kesan yang kurang baik bagi mereka. Nah upaya perbaikan internal DJP tersebut, sudah dilakukan secara bertahap melalui proses Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan di seluruh Indonesia.

Program Sunset Policy yang sudah memasuki bulan terakhir tahun 2008 memang sudah memberikan kontribusi yang berarti bagi penerimaan pajak, dimana pendaftaran NPWP sangat melonjak tajam, dari 7000 NPWP per hari menjadi 75.000 NPWP Per hari. Menurut Dirjen Pajak Darmin Nasution, penerimaan pajak pada akhir tahun ini lebih 30 triliun tari target (Harian Bisnis Indonesia), dan diprediksi target penerimaan pajak bisa melebihi target APBN yang ditetapkan sebesar 535 Triliun menjadi 565 Triliun. Mudah-mudahan saja prediksi tersebut bisa tercapai.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah program sunset policy tersebut mampu menumbuhkan kesadaran warga negara untuk membayar pajak dengan benar atau malah masyarakat justru terpaksa membayar pajak agar tidak dikenai sanksi pajak yang lebih tinggi. Bisa iya bisa tidak tergantung kepada pribadi masing-masing. Ketika ditawari kartu Kredit, kebanyakan masyarakat kita senang dan bahagia berlomba-lomba manaikan limit kartu kredit biar bisa tarik tunai sepuasnya, tetapi ketika ditawari bikin kartu NPWP kok malah kabur. ” Gaji buat makan sebulan saja ga cukup apalagi buat bayar pajak”!, kebanyakan dari kita pasti berpikir seperti ini. Tidak bisa disalahkan juga bahwa budaya masa lalu dibawah imperialisme bangsa asing memang memberikan sindrom negatif terhadap kewajiban membayar pajak, dimasa lalu rakyat diperas untuk membayar utpeti (baca=pajak) kepada penjajah, nah sekarang setelah kita merdeka ga heran kewajiban membayar pajak tersebut benar-benar ingin dihilangkan dari pikiran mereka. “Sudah merdeka kok masih bayar pajak”…

Dilain pihak, manfaat riil yang bisa dinikmati rakyat Indonesia mungkin dinilai sangat kurang menyentuh lapisan bawah, fasilitas umum, sekolah yang rusak dimana-mana, jalan yang bolong-bolong, biaya pendidikan yang mahal merupakan salah satu penyebab apatisnya masyarakat terhadap pajak. Pemerintah sebaiknya lebih hati-hati dalam alokasi APBN guna membiayai pembangunan nasional, jangan sampai penerimanan pajak habis gara -gara di korupsi. “Apa Kata Dunia”??…

Satu lagi, kebiasaan buruk masyarakat kita yaitu bikin NPWP ketika dipaksa untuk membuatnya, ketika Developer mensyaratkan kita melampirkan NPWP guna pengajuan KPR, dengan langkah seribu langsung meluncur mengurus NPWP, sebagai informasi saja bagi Anda yang berkeinginan ke luar negeri tetapi tidak memiliki NPWP pada tahun 2009 nanti Anda harus membayar 3 kali lipat dari tarif biasa…pusing kan??…

Kartu Kredit memang berbeda dengan Kartu NPWP, tetapi setidaknya kita memberikan kontribusi terhadap negara dengan kewajiban bela negara melalui bayar pajak. Memang mengubah budaya yang sudah mengakar keras memerlukan waktu yang panjang untuk merubahnya. Mudah-mudahan dengan adanya Sunset Policy ini bisa menumbuhkan kesadaran rakyat Indonesia untuk membayar pajak. Kita tunggu di Tahun 2009.. Semoga…

Iklan

One thought on “Akankah Bikin NPWP Sama Dengan Bikin Kartu Kredit ?

  1. salut dengan petugas pajak, hari sabtu dia orang mau kerja ya, untuk melayani masyarakat yang mau bayar pajak. cuman sayang ya, kami sekeluarga punya acara sendiri kalo week end. Orang tua saya punya dulu ada bantu perjuangan kemerdekaan di kampungnya, sekarang bangsa kita sedang berjuang meneruskan perjuangan pendahulunya. saya senang sekali dengan pelayanan di kantor pajak ya, dia punya petugas baek-baek ya.
    orang tua saya selalu kasi nasehat, halim kamu bukan olang cina, kamu olang indonesia, kamu halus dukung bangsa ini, ingat pesan papah. Saya sadar dengan bayar pajak saya sudah meneruskan perjuangan alm papah saya, semoga papah diterima Bapak, amin.
    terima kasih ya, orang kantor pajak, saya salut sama anda ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s