RUU Bela Negara Perlu Untuk Hadapi Globalisasi

latestOleh: Tutut Herlina

Rencana Departemen Pertahanan untuk menghadirkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Bela Negara dan Komponen Cadangan dinilai sangat tepat guna menghadapi globalisasi karena Indonesia secara geopolitik merupakan negara kepulauan dan kesatuan. Namun, rencana itu harus diikuti dengan keadilan sosial melalui jalan pembangunan dasar industri dalam negeri dan tidak hanya tergantung dengan investasi asing.
Demikian dikemukakan pengamat geopolitik militer dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jay Singh Yadav ketika dihubungi di Yogyakarta, Kamis (21/2). Keinginan pemerintah untuk menghadirkan RUU Komponen Cadangan dan Bela Negara itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pertahanan Letjen TNI. Syafrie Syamsuddin usai rapat Joint Border Committee (JBC) Malaysia–Indonesia.
“Karena Indonesia negara begitu luas dan kepulauan, perbatasan di mana-mana, tentu semangat bela negara itu harus tinggi dan penuh kesadaran tentang geografi politik. Bisa dilihat karakter negara Indonesia diperlukan nasionalisme yang dibarengi semangat bela negara,” katanya.
Yadav menambahkan otonomi daerah yang semula untuk menyejahterakan rakyat, ternyata tidak sejalan dengan cita-cita awal, karena semangat kesatuan mengalami penurunan. Semangat kedaerahan yang merupakan kedok para elite politik berjalan secara berlebihan.
“Ancaman itu tidak bisa diselesaikan dengan hanya membuat UU, tapi infrastruktur harus diperkuat, juga didasari suatu pembangunan industri dasar, tidak tergantung dengan asing. Tiap tahun pemerintah harus buat itu namanya industri dasar dalam negeri, kalau tidak RUU Bela Negara itu hanya semu,” paparnya.

Tujuan Sosial
Sementara itu, pengamat militer dari UGM Najib Acsa menjelaskan, ada sisi positif dan negatif jika pemerintah menghadirkan RUU Komponen Cadangan dan Bela Negara. RUU itu akan memberikan dampak positif karena mobilisasi umum baik untuk tujuan perang maupun sosial dipayungi dalam satu wadah. Ini juga akan membuat mobilisasi dapat dijalankan secara sistematis dan cepat.
Namun, di sisi lain, RUU ini juga memunculkan kekhawatiran akan disalahgunakan oleh para elite tertentu, sehingga bisa menggagalkan tujuan demokratis. Kekhawatiran ini muncul karena adanya peristiwa masa lalu, dimana sipil yang dididik secara militer ternyata hanya digunakan untuk kepentingan tertentu yang membawa trauma secara sosial. Cara pertanggungjawabannya pun juga ilegal, sehingga tidak ada penggerak yang dihukum.
“Beberapa negara memang menggunakan wajib militer (wamil) dan itu sah. Ini mengandung kewajiban tertentu, bisa langsung digunakan jika suatu ketika dibutuhkan. Tapi sekarang yang mungkin perlu dipikirkan proses mobilisasinya itu, misalnya untuk bantuan sosial ataupun spesifik lainnya,” katanya.
Dia menolak anggapan yang menyebutkan bahwa adanya RUU Bela Negara akan menghancurkan dikotomi antara sipil dan militer yang masih berlangsung hingga kini. Sikap inferior masyarakat sipil terhadap militer selama ini sebenarnya dipicu oleh sejarah masa lalu yang menjadi militer sebagai momok bagi kehidupan politik masyarakat.

Iklan

2 thoughts on “RUU Bela Negara Perlu Untuk Hadapi Globalisasi

  1. …”Joint Border Committee (JBC)Malaysia-Indonesia”
    Seingat saya untuk perundingan masalah perbatasan antara indonesia-malaysia adalah General Border Committee (GBC), bukan “JointBorder Committee (JBC)”.

    Joint Border Committee (JBC) adanya antara
    1. Indonesia dengan Papua New Guinea.
    2. Indonesia dengan Timor Leste.

    Demikian terima kasih.

  2. …”Joint Border Committee (JBC)Malaysia-Indonesia”
    Seingat saya untuk perundingan masalah perbatasan antara indonesia-malaysia adalah General Border Committee (GBC), bukan “JointBorder Committee (JBC)”.

    Joint Border Committee (JBC) adanya antara
    1. Indonesia dengan Papua New Guinea.
    2. Indonesia dengan Timor Leste.

    Demikian terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s