Bhinneka Tunggal Ika dalam Demokrasi Indonesia

Oleh: kompasiana.com

Perbedaan suku, bahasa, agama, serta budaya, telah terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh (NKRI), yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keragaman tersebut berdiri tegak dalam lingkaran persamaan, di bawah naungan satu bendera: bendera Merah Putih. Satu lagu kebangsaan: lagu Indonesia Raya. Satu bahasa: Bahasa Indonesia. Satu lambang negara, yakni seekor Garuda yang memiliki azas Pancasila, dan dipadu dengan seuntai kalimat bermakna agung “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai mottonya.

Jika merujuk pada esensi atau inti dari motto “Bhinneka Tunggal Ika” yang hakekatnya mengandung nilai-nilai nasionalisme Baca lebih lanjut

Bhinneka Tunggal Ika Dalam Demokrasi Indonesia

Oleh: Hanifah NS

Perbedaan suku, bahasa, agama, serta budaya, telah terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh (NKRI), yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Keragaman tersebut berdiri tegak dalam lingkaran persamaan, di bawah naungan satu bendera: bendera Merah Putih. Satu lagu kebangsaan: lagu Indonesia Raya. Satu bahasa: Bahasa Indonesia. Satu lambang negara, yakni seekor Garuda yang memiliki azas Pancasila, dan dipadu dengan seuntai kalimat bermakna agung “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai mottonya.

Jika merujuk pada esensi atau inti dari motto “Bhinneka Tunggal Ika” yang hakekatnya Baca lebih lanjut

Revitalisasi Nilai Luhur Pancasila Dalam Kehidupan Nasional

Oleh: Budi Susilo Soepandji

1. Latar Belakang

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang lahir karena kemajemukan dan perbedaan yang dipersatukan oleh kesadaran kolektif untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan panjang bangsa untuk bersatu, diwarnai oleh kepahitan dan perjuangan fisik yang panjang dari generasi pendahulu bangsa untuk merdeka. Bukan merupakan hal yang mudah bagi para pendiri negara (founding fathers) menyepakati Pancasila, yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa, dan menetapkannya Baca lebih lanjut

Bhinneka Tunggal Ika

garuda111Oleh: Erander

Waktu aku masih kecil, dirumah orang tua ku .. ada orang dari suku Daya, Madura, China (Tiong Hoa), Jawa, Bugis, Padang, Aceh dan Sunda .. dengan agama yang beragam pula seperti Islam, Kristen Katolik dan Budha. Jadi sejak kecil, aku sudah merasakan alam Indonesia yang sejati – dengan keberagamannya – di rumah orang tua ku. Dulu aku menganggap rumah orang tua ku adalah miniaturnya Indonesia.

Mereka adalah orang2 yang tinggal di rumah orang tua ku – silih berganti. Ada anak angkat, anak asuh, pegawai orang tua yang tinggal dirumah, adik ipar orang tua ku dan handai taulan yang ada disekitar / lingkungan tempat tinggal kami yang ikut tinggal bersama. Makanya tidak sulit bagi ku – dikemudian hari – untuk menerima segala perbedaan kultur dan agama yang ada saat ini. Baca lebih lanjut

Bhineka Tinggal Luka

garuda-10Oleh: Tanti R Skober

Memotret Indonesia di ruang majemuk multi warna, membhineka, kayaknya sih, seperti melihat album sejarah berdebu yang perih, yang selalu saja ada gambar-gambar nanar tersembunyi. Simak, kekerasan cendekiawan, kekerasan fisik, adu provokasi, tukang perintah bernama pemerintah dan amarah muncrat berdarah-darah telah diubah-suai menjadi produk intertainment manjing ning sjroning televisi. Lelaku luka ini dihidangkan di ruang keluarga. Dengan secangkir kopi hangat, bisa saja kita bicara, ”Kebiadaban ini mari diadopsi sebagai peradaban hak epilepsi bhineka tinggal luka.” Baca lebih lanjut