Arsip untuk ‘Wujud Bela Negara’ Kategori

Oleh: DMC

Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan), mengadakan pertemuan dengan media massa, Selasa (10/8) di Kantor Kemhan, Jakarta. Hadir dari pihak Kemhan antara lain Dirjen Pothan Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji D.E.A, didampingi sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kemhan. Sementara itu dari pihak media massa, hadir sejumlah Redaktur Pelaksana (Redpel) media massa elektronik dan cetak lokal.

Pertemuan ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi interaktif antara Kemhan dalam hal ini mewakili pemerintah dengan komunitas media guna menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan strategis khususnya penyiapan regulasi terkait dengan RUU Komponen Cadangan dan RUU Keamanan Nasional yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional 2010-2014. (lebih…)

picture407Oleh: Tanti Skober

Bela negara dalam lanskap nasionalisme ketika dimaknai sebagai kinasih tanpa pamrih terhadap tanah air,pada hakikatnya merupakan komitmen kultural bersifat holistik. Di sini ada benang merah saling-silang pengaruh antarpersonal dalam mengakses kodrat manusia sebagai mahkota kebudayaan. Soalnya, mengadopsi pendapat Soeryanto Poespowardoyo bahwa kemampuan manusia bukan ciptaan perorangan tapi hasil bersama kehidupan manusia dalam masyarakatnya.
Dengan demikian dalam komitmen kultural bersifat holistiklah akan ada legitimasi kinasih tanah air itu. Dalam arti lain, bela negara ataupun nasionalisme itu tak cuma bermakna pertaruhan jas-maniah, juga bisa diartikulasi sebagai dialektika rohanisme. Maka tak aneh bila diskursus kritis di seputar bela negara kudu diposisikan sebagai perenungan substansi signifikan tentang manusia Indonesia, tentang sistem nilai budaya yang mencerahinya juga a-gregat semangat kesejarahannya. (lebih…)

keraton-soldierJudul post ini cenderung terdengar seperti pembelaan negara saat mau perang. Padahal tidak ada hubungannya.

Ini sebuah post yang isinya dilema. Bukan dilema saya. Tapi dilema banyak orang..hmm..mungkin.

Sejak pertama kali angkat kaki dari Republik Indonesia, saya tahu kalau saya pasti akan kembali lagi ke negara saya. Bukan sok nasionalis, bukan sok negaraisme, tapi..saya butuh ada di dalam lindungan negara saya..ada di bawah merah putih..menjadi bagian dari komunitas WNI.

Ini pemaparan dilema banyak orang. (lebih…)

menbudparLaporan Wartawan Kompas, Suhartono

HANOI, RABU – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan, bangsa Indonesia di mana pun berada dan dengan berbagai cara wajib bela negara untuk kejayaan Indonesia. Wajib bela negara tidak hanya berperang melawan musuh, akan tetapi juga bisa dengan promosi pariwisata.

Hal itu disampaikan Jero Wacik saat memberikan sambutan di rumah dinas Duta Besar RI untuk Vietnam, di jalan Ngo Quyen No. 50 di Hanoi, Vietnam, Rabu (7/1) malam waktu setempat.

Dalam acara itu hadir Duta Besar RI untuk Vietnam Pitono Purnomo dan jajaran Kedutaan Besar RI. Sambutan Jero Wacik dilakukan sebelum orkes symponi Twillite Orchestra (TO) pimpinan Conductor Addie MS serta istrinya Memes, yang menampilkan dua buah lagu, yaitu Di Bawah Sinar Bulan Purnama dan Plink Plank Plunk. Khusus, Plink Plank Plunk dimainkan khusus dengan petikan di biola. (lebih…)

lindungi-hutan1H. MS. Kaban
Menteri Kehutanan Republik Indonesia

Rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2004-2009 menyebutkan bahwa Pemerintah RI akan mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, dan mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. Kita telah mengarungi perjalanan panjang pembangunan nasional, namun sasaran keberhasilan pembangunan nasional masih belum tercapai. Ada beberapa indikator keberhasilan pembangunan nasional, di antaranya adalah :
1. Kedaulatan NKRI tetap teguh dan utuh; disertai keamanan dalam negeri dan berakhirnya konflik komunal.
2. Terwujudnya kepastian hukum; dengan menghilangnya diskriminasi, pemberantasan KKN dan tegaknya HAM. (lebih…)