Penerapan Budiluhur Pada Lingkungan Keluarga

Posted: 18 Mei 2012 in Budiluhur, Doa, Orang Tua, Praktek Langsung

Oleh: Dadang Supriadi

Bagaimana cara untuk berbudiluhur dalam lingkungan keluarga? Praktek budiluhur harus dikembangkan dalam lingkungan yang sedikit lebih luas, yaitu lingkungan keluarga. Di antara anggota keluarga perlu pula dikembangkan sikap budiluhur yaitu untuk saling menghormati kepentingan masing-masing anggota keluarga. Budiluhur yang dilaksanakan pada level keluarga akan memberikan dampak sebagai berikut:

Di lingkungan masyarakat menjadi kebiasaan yang dengan sendirinya akan terpraktekkan. Kehidupan keluarga akan menjadi damai, nyaman, dan harmonis bagaikan hidup di surga. Akan menjadi tauladan bagi masyarakat

Penerapan budiluhur pada level keluarga ini adalah sangat penting, karena pada level ini ada ikatan emosional yang sangat kuat sehingga sangat memungkinkan dilakukan keterbukaan untuk saling belajar, saling mendidik, saling menasehati, dan saling mempengaruhi. Inilah tataran pendidikan yang paling dasar yang sangat mempengaruhi perilaku seseorang.

Interaksi sosial yang terjadi pada level ini adalah antara ayah, ibu, anak, pembantu, atau mungkin juga ada kakek, nenek, cucu, dan lainnya.Di antara masing-masing anggota keluarga pasti ada perbedaan-perbedaan. Saling memahami dan menghormati inilah sebetulnya kunci budiluhur dalam keluarga.

Bagaimanakah contoh perilaku budiluhur anak kepada kedua orangtuanya?

1. Bertutur kata dengan bahasa yang halus
2. Mohon ijin ketika mau bepergian/pamitan dengan mencium tangan serta mohon do’a mereka.
3. Bila disuruh, segera mengerjakannya, selama tidak maksiat.
4. Bila dinasihati, anak mendengarkan dengan baik serta tidak memotong pembicaraannya.
5. Jujur dan amanah, tidak bohong dan tidak berkhianat kepada orangtua.
6. Merawat orangtuanya ketika sedang sakit.
7. Selalu mendoakan yang baik kepada orangtuanya.

Lalu, bagaimanakah contoh perilaku budiluhur orangtua kepada anaknya?

1. Selalu mendoakan yang baik kepada anak-anaknya.
2. Dapat mendidik anaknya dengan baik dan sabar, tidak bosan memberi nasihat.
3. Memberikan pujian kepada anaknya ketika anak telah mengerjakan sesuatu yang baik dan
benar.
4. Dapat berbuat adil, baik yang bersifat materi maupun perhatian dan kasih sayang
kepada anak-anaknya.
5. Tidak mudah membentak pada anak dan tidak melaknatinya.

Namun, apabila orangtua tidak berhasil dalam mendidik anak-anaknya maka akan menjadi beban berat bagi orangtuanya baik di dunia maupun di akhirat, sedangkan bagi anak, orangtua alah jembatan untuk mencapai keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s