Pluralisme Dalam Program Pendidikan Reguler

Posted: 31 Januari 2012 in Gubernur Lemhannas RI, Pemimpin Nasional, Pluralisme

Oleh: Lemhannas RI

“Keragaman latar belakang profesi, disiplin ilmu, dan pengalaman selama menempuh pendidikan di Lemhannas RI diharapkan dapat menghasilkan pemikiran komprehensif dan konstruktif, dalam proses pembentukan watak dan karakter kader pemimpin nasional dengan wawasan kebangsaan yang kuat,” kata Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji mengawali Upacara Pembukaan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVII di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI (24/01).

Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) merupakan salah satu program pendidikan di lingkungan Lemhannas RI untuk menyiapkan kader pimpinan nasional terpilih yang mewakili berbagai stakeholders masyarakat, dan pada gilirannya nanti diharapkan mampu memberikan pendidikan dan aplikasi yang mendalam mengenai pemahaman wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Untuk itu, Lemhannas RI memandang perlu untuk mengangkat keseragaman di dalam masyarakat yang diwakili oleh para peserta selama menempuh proses pendidikan di Lemhannas RI

Dengan mengangkat tema pendidikan PPRA XLVII “Pendidikan Politik dalam rangka Ketahanan Nasional”, Lemhannas RI menyertakan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari birokrasi, TNI, Polri, akademisi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, maupun peserta negara asing yang berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, Vietnam, Republik Mali, Zimbabwe, dan Yordania. Tema yang diangkat pada PPRA kali ini sangat relevan dengan perkembangan proses demokratisasi dan implikasinya yang sedang dan akan terus dijalani bangsa Indonesia.

Pendidikan untuk pimpinan tingkat nasional ini ditujukan agar pembangunan kehidupan politik nasional mampu mewujudkan kehidupan demokrasi yang sehat, jujur, beretika dan bermartabat. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI mengatakan, “Saudara-saudara dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran, moralitas, dan etika akademik dalam penyelesaian berbagai kewajiban maupun penugasan yang diberikan lembaga kepada saudara-saudara.”

Acara tersebut dihadiri oleh mantan Gubernur Lemhannas RI yaitu Prof. Dr. Muladi, S.H., Prof. Dr. Ermaya Suradinata, M.Si., para pejabat Lemhannas RI, Duta Besar Zimbabwe, Atase Pertahanan Malaysia, Filipina, Singapura, dan Yordania, serta perwakilan dari berbagai institusi.

About these ads
Komentar
  1. Puji Santosa mengatakan:

    Setiap warga negara hukumnya wajib dan harus bela negara.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s