Perlu Wawasan Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air

Posted: 21 Oktober 2009 in Indonesia, Kapuas Hulu, Malaysia

http://fc04.deviantart.com/fs21/f/2007/280/7/0/Kami_Cinta_Indonesia_by_putrithewicked.jpgOleh: BorneoTribune.com

Dandim 1206 Putussibau, Letkol Inf Toyo mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan salah satu wahana membangun cinta tanah air. Karena wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia, tentang diri dan lingkungannya yang didasari oleh falsafah cita-cita dan tujuan nasional.

“Atau juga ideologi serta kemungkinan penyesuaiannya di dunia yang dinamis. Karena itu, wawasan kebangsaan harus terus dipupuk di tengah-tengah masyarakat. Terutama warga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Toyo.

Toyo berkata, tujuan wawasasn kebangsaan adalah, menumbuhkan dan menanamkan kembali rasa memiliki, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesatuan dan persatuan, serta bela negara dan cinta tanah air dalam rangka mewujudkan tegak kokohnya NKRI. “Oleh sebab itu, wawasan kebangsaan harus terus dibangun dan di pupuk di benak dan sanubari warga negara Republik Indonesia,” katanya.

Terutama lagi bagi masyarakat di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain. Bukan ingin mengucilkan rasa kebangsaan masyarakat perbatasan, namun karena ancaman di kawasan ini lebih besar, katanya.

Daerah perbatasan merupakan salah satu daerah yang memiliki ancaman secara ideologi. Ancaman ini berimplikasi pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Seperti di perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu.

Toyo mengatakan, ketergantungan masyarakat Indonesia di perbatasan terhadap Malaysia cukup tinggi. Seperti dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok yang didatangkan dari negeri Jiran. Tidak hanya itu, ada beberapa warga yang juga memilih mencari kerja, menyekolahkan anak, hingga berobat ke Malaysia.

“Kita tidak bisa memungkiri realita tersebut. Secara tidak langsung, ketergantungan ini adalah ancaman yang tidak kelihatan,” katanya.

Toyo menegaskan, dirinya tidak pernah meragukan rasa kebangsaan masyarakat perbatasan terhadap NKRI. Hanya saja, ancaman-ancaman terhadap hal demikian harus diimbangi dengan aksi nyata. Seperti membangun dan mengingatkan kembali masyarakat akan arti cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan teguh kokoh menjaga harkat dan martabat NKRI.

About these ads
Komentar
  1. muhammad nazuki mengatakan:

    Jangan cuma gembar-gembor Wawasan Kebangsaan pada rakyat. Yang lebih penting Penguasa ini harus menjadi teladan. Negeri ini sudah digerogoti korupsi dan nepotisme Penguasa dan Konglomerat brengsek. Di negeri Indon ini sila ke 5 Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indon hanya khayalan belaka. Yang ada keserakahan “penguasa” hampir seluruh Indon. Gimana kalau Pancasila kita ganti saja dengan memberi peluang hukum islam (syariah) terutama qishas. Biar Adil.

  2. putri mengatakan:

    oke

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s