membangun watak bangsa

Indonesia Punya Bukti Kuat Pemilik Sah Wilayah Ambalat

kasus-ambalatOleh: Suara Pembaruan Daily

Pakar hukum laut internasional, Prof Dr Hasyim Djalal, menegaskan, secara hukum serta berdasarkan konsensus Mahkamah Internasional, Indonesia pemilik sah wilayah Ambalat. Jika kasus ini kembali diajukan ke Mahkamah Internasional, Indonesia memiliki alat bukti kuat mengenai kepemilikan kawasan tersebut sebagai bagian dari wilayah Nusantara.

“Saya mendengar bahwa Pemerintah Malaysia dalam hal ini perdana menterinya akhirnya melunak dan menawarkan langkah diplomasi atau merundingkan kembali persoalan ini. Saya rasa ini adalah langkah yang baik bagi kedua negara untuk menentukan kebijakan strategis mengenai Ambalat,” ujar Hasyim kepada Pembaruan di Jakarta, Jumat (4/3).

Menurut Hasyim, akar persoalan kasus sengketa Ambalat ini terjadi akibat tidak adanya kesepakatan garis batas landas kontinen antara Indonesia dan Malaysia di Laut Sulawesi.

Sedangkan kesepakatan garis batas antara Indonesia dan Malaysia, yaitu mengenai Selat Malaka dan Laut Cina Selatan sehingga dalam kesepakatan itu jelas kawasan apa saja yang menjadi kepemilikan Indonesia.

Dikatakan, Indonesia adalah negara kelautan yang memiliki bukti dan dokumen sejak peninggalan pemerintah Belanda yang sangat kuat mengenai Nusantara yang memuat hukum laut dan batas garis pangkal nusantara dan batas laut dasar sampai pantai dasar serta di mana posisi perairan Indonesia berada sampai 200 mil dari Zona Ekonomi Eksklusif.

“Sementara mereka baru menetapkan hukum laut dan mengklaim kepemilikan Ambalat tahun 1979.

Dengan demikian mereka secara hukum tidak mempunyai hak cukup kuat sebagai bukti kepemilikan Ambalat,” ujarnya.

Ketegangan Meningkat

Sementara itu, ketegangan di perbatasan Malaysia dan Indonesia meningkat. Pesawat pengintai udara Malaysia jenis Super King telah dua kali melintasi wilayah udara RI di sekitar perairan Tarakan, Kalimantan Timur.

Pesawat pengintai itu bahkan terbang melintas di atas kapal perang TNI Angkatan Laut yang tengah patroli di perbatasan RI – Malaysia, khususnya di sekitar Ambalat.

Berkaitan dengan kondisi itu, Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengatakan, persoalan atas perbatasan Indonesia-Malaysia di kawasan Kalimantan bagian utara itu akan diselesaikan dengan solusi terbaik. Presiden tidak menginginkan langkah ekstrem dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Penjelasan Presiden itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Kamis (3/3) petang, seusai pertemuan mendadak dengan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kasad Letjen Djoko Santoso, Kasal Laksamana Madya Slamet Soebijanto, dan Kasau Marsekal Madya Djoko Suyanto. Hadir Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.

Menteri ESDM diundang mengikuti pertemuan tersebut karena di kawasan itu terdapat kilang minyak yang sangat potensial. Beberapa titik di kawasan itu selama ini telah dieksplorasi, baik oleh Malaysia maupun Indonesia, antara lain yang ditangani Petronas dan Shell (Malaysia) serta Unocal (Indonesia).

Pihak Malaysia, sebagaimana penjelasan Kepala Angkatan Bersenjata Malaysia, Jenderal Tan Sri Mohd Zahidi Zainuddin, akan tetap melanjutkan pengawasan dan penjagaan di daerah perairannya yang terdapat minyak, termasuk daerah perbatasan yang bersebelahan dengan negara tetangga.

Dia menerangkan hal itu setelah menutup pelatihan National Service yang diikuti 410 peserta di Desaru Gerak Khas, Kota Tinggi, Malaysia, Kamis.

Dia mengatakan, penjagaan di perusahaan minyak milik Petronas, Malaysia, akan diperketat dan perusahaan minyak yang berasal dari negara lain menjadi tanggung jawab aparat keamanan negara tersebut untuk memastikan bahwa negara mereka tetap aman.

Menurut Kepala Staf Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim), Kol Laut (P) Marsetio, kepada wartawan di atas KRI Wiratno yang tengah berlabuh di Tarakan, Jumat (4/3), pesawat Super King milik Malaysia sudah dua kali melewati batas wilayah udara Indonesia. Terakhir, pesawat pengintai tersebut terbang di atas tiga kapal perang Indonesia yang tengah berpatroli, Kamis, sekitar pukul 15.20 Wita.

Menurut dia, pesawat tersebut telah melanggar peraturan pelayaran internasional. Bahkan, terbang selama 10 menit berputar-putar di atas kapal perang Indonesia. Padahal, menurut Marsetio, tiga kapal perang Indonesia yakni KRI Nuku, KRI Wiratno, dan KRI Rencong saat itu tengah berpatroli membentuk suatu gugus tugas. Namun, tak lama kemudian pesawat Super King melintas di atas tiga kapal itu.

Sejauh ini kapal-kapal perang Indonesia tidak melakukan tindakan provokasi, karena masih diperintahkan untuk bersiaga saja. Marsetio berharap agar pemerintah, khususnya Mabes TNI, memberikan bantuan kekuatan udara.

Setiap kekuatan militer asing yang melanggar perbatasan Indonesia, menurut dia, seharusnya segera diusir. Hal itu telah diatur dalam Undang Undang (UU) No 17 Tahun 1985 tentang ratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Dikemukakan, saat ini Malaysia mengklaim 12 mil laut yang berada di sekitar Pulau Karang Ambalat. Itu artinya, menurut Marsetio, batas wilayah laut Malaysia jika dihitung dari Pulau Sipadan dan Ligitan sudah sejauh 70 mil.

Dikatakan, saat ini sekitar 12 pulau di wilayah Indonesia yang memiliki masalah-masalah perbatasan. Di perbatasan Malaysia, selain di sekitar Ambalat, juga ada potensi bermasalah di Pulau Berhala. Lalu Pulau Rondo, wilayah barat Indonesia berbatasan dengan negara India.

Pulau-pulau lain, Pulau Nipah berbatasan dengan Singapura, Pulau Sekatung dengan Vietnam, Pulau Marore, Miangas dan Pulau Marampit dengan Filipina, Pulau Beras, Fani, Fanilda dengan Republik Palau (sebelah utara Irian), lalu dengan Timor Leste ada Pulau Bate, dan Pulau Dana yang berbatasan dengan Australia.

Patok Perbatasan

Lebih lanjut Sudi mengatakan, Presiden Yudhoyono meminta Menhub menentukan patok perbatasan di wilayah terluar Indonesia, yakni di Pulau Karang Unarang. Selain itu, Departemen Perhubungan diminta segera membangun mercu suar di pulau yang diklaim Malaysia, setelah sebelumnya mengklaim Sipadan – Ligitan.

Kepada Panglima TNI, menurut Sudi, Presiden Yudhoyono meminta untuk tetap menaati hukum internasional tanpa mengurangi kewaspadaan. Panglima TNI dan jajarannya diharapkan tetap melaksanakan tugas mempertahankan wilayah NKRI.

Panglima TNI menyatakan siap menjaga kedaulatan NKRI. Lima KRI yang disiagakan di sana, menurut dia, adalah bagian dari kewajiban TNI menjaga kedaulatan NKRI. Panglima berharap persoalan saling klaim ini tidak menjadi konflik terbuka.

Menurut dia, selama ini sudah ada dialog dengan Menteri Pertahanan Malaysia. Termasuk pengiriman lima KRI sudah diberitahukan kepada pihak Malaysia.

Dipermainkan

Rentetan masalah dengan Malaysia, terutama kepastian batas wilayah, membuktikan Indonesia selalu dipermainkan. Untuk itu pemerintah harus segera menuntaskan persoalan yang beberapa kali telah dibicarakan pada periode pemerintahan sebelumnya.

Wakil Ketua Komisi I Effendi Choiri, Jumat (04/3), di Jakarta, kepada Pembaruan, mengatakan, Indonesia seakan-akan dikucilkan oleh Malaysia sehingga pemerintah seharusnya lebih tegas lagi menyelesaikan masalah perbatasan tersebut.

“Sudah beberapa kali kita dikerjai Malaysia, tetapi pemerintah sepertinya tidak memberikan ketegasan kepada mereka. Ini yang seharusnya segera diselesaikan baik dengan Malaysia maupun negara-negara tetangga lainnya,” katanya.

Seperti diberitakan, Malaysia telah beberapa kali melanggar batas negara dengan membiarkan kapal patroli ataupun kapal lainnya melintasi perairan Indonesia. Bahkan, terakhir, sekalipun telah diprotes Indonesia terkait dengan pemberian konsensi minyak dari Laut Sulawesi yang masuk dalam wilayah Indonesia. Pihak Departemen Luar Negeri Malaysia, sebagaimana dikutip media massa setempat, mengatakan bahwa konsensi yang diberikan tersebut oleh Petronas Malaysia kepada perusahaan Shell, masih berada dalam wilayah Malaysia.

Choiri menambahkan, terkait dengan perbatasan tersebut maka Indonesia seharusnya mempercepat penyelesaian dengan semua negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Timor-Timur dan Australia. Pada akhirnya akan dibuat dalam satu Undang Undang (UU) Perbatasan RI, yang sampai saat ini belum dimiliki. (E-5/WD/O-1/Y-3/H-12)

About these ads

49 responses

  1. amat

    Anggota DPR yang hanya OMDO, tidak ada uang untuk apa bikin UU. Kapan mau mikirin rakyatnya dan negara ini. Mau berak baru bikin lubang

    5 Juni 2009 pukul 2:41 am

  2. Mr.Mata-Mata HAMAS-TALIBAN

    Assalamualaikum,…
    Knpa kedua negara yg sama2 islam indonesia dan malaysia hrus memperebutkan sbuah pulau yaitu pulau ambalat lewat jln berperang sungguh itu ironis sekali,bukankah bumi ini beserta pulau2nya milik Allah jadi manfaatkan lah secara bersama2 / bergantian dan ddirikanlah masjid disana trus tegakkan syariat islam dipulau tsb.

    Kita umat islam itu adalah satu ibaratkan sebuah bangunan yg kokoh,jadi knp kita saling mnyakiti satu sama yg lain, Aq berperang krna dijalan Allah hanya semata-mata untuk Allah bukan dijalan memperebutkan sebuah pulau. itulah org2 kafir/zionis2 dan syetan musuh kita (umat muslim) yg sebenarnya. liatlah saudara2 kita di Palestina,Afganistan,dan negara2 Islam yang lainnya.

    Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada dibumi ini…

    Sebagaimana firman Allah:

    “,Telah nyata kerusakan di darat dan di laut,disebabkan usaha tangan manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” ( Q.S Ar-Rum ayat;41)
    Wassalam,…..

    5 Juni 2009 pukul 3:21 am

  3. Andai Djuanda masih ada …

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/06/03/bila-djuanda-melawat-ke-ambalat/

    Butuh Djuanda baru penyelamat ambalat

    Salam

    5 Juni 2009 pukul 3:26 am

  4. 1.Kita sebenarnya ada badan kerjasama perbatasan RI-Malaysia yaitu GBC (General Border Committee) yang menyelenggarakan sidang setiap tahun yang tempatnya bergiliran antara RI-dan Malaysia,tetapi mengapa Malaysia masih sering melakukan pelanggaran seperti kasus di Ambalat.
    2.Sebagai negara tetangga,serumpun dan bersahabat mestinya sopan santun juga diperlihatkan.
    3.Terima kasih.

    5 Juni 2009 pukul 3:48 am

  5. Pak bagaimana caranya agar Kalimantan utara bisa menjadi milik Indonesia ? Apakah ada dalil hukumnya pak ?

    5 Juni 2009 pukul 4:05 am

  6. uminasafira

    Sipp. selamat berjuang http://www.uminasafira.wordpress.com

    5 Juni 2009 pukul 4:20 am

  7. geulist133

    memangnya waktu sipadan ligitan bukti Indonesia gak kuat?
    sepertinya gak cuma butuh bukti deh tapi juga ketegasan!

    5 Juni 2009 pukul 5:16 am

  8. astaghfirullah, malaysia…
    kenapa pemerintah gak mau tegas yah??
    RUDAL aja tuh pesawat yang lewat perbatasan.
    kayaknya pemerintah malaysia seneng banget ngancurin Indonesia, kenapa yah??

    5 Juni 2009 pukul 7:32 am

  9. ocan

    MALAYSIA kalau di plesetin pake bahasa sunda MALINGSIA

    5 Juni 2009 pukul 8:25 am

  10. mungkin taun depan tjd perang ina vs malaysia…karena ina terlalu lemah akan provokasi. kedaulatan seolah diperkosa…

    5 Juni 2009 pukul 9:39 am

  11. hidup indonesia, jaya negeri kita!!

    5 Juni 2009 pukul 10:12 am

  12. engeldvh

    Bneran nih malaysia = Maling-Sia-lan!! :-)
    http://engeldvh.wordpress.com

    5 Juni 2009 pukul 11:38 am

  13. Dasar malingsit…bisanya ngaku2 doang…kreatif dong…kere tapi aktif…huehuehue… ;)

    http://sendit.wordpress.com

    5 Juni 2009 pukul 12:46 pm

  14. sakainget

    yap… tunggu apa lagi. cepetan diurus :D
    biar gak diobok2 lagi ama negara lain

    5 Juni 2009 pukul 2:18 pm

  15. Masalah batas tidak hanya Indonesia saja yang merasakan rumit, hanya saja lagu ini sudah menjadi lagu kenangan tapi kenangan tinggal kenangan kita memang bangsa yang gampang lupa. Jangan-jangan kepala daerah yang berada di batas antar negara saja tidak tahu batas wilayahnya sendiri, kalau negeri jiran perkuat dan memajukkan negaranya mengapa Indonesia selalu menjadi yang terlambat?

    5 Juni 2009 pukul 2:37 pm

  16. Malay coba tarik ulur pemerintah indo, langsung TABOK az tuh si malay, tele2 banget -_-“

    5 Juni 2009 pukul 2:58 pm

  17. postingan seperti inilah yang bikin jiwa nasionalisme kita menggebu-gebu
    :lol:

    Blog jelek, Jangan DI KLIK !!

    5 Juni 2009 pukul 3:29 pm

  18. papit

    udh g ush dialog2an sgla,mdgn lngsng hajar aja malay…mkn lm mkn edan tuh negara…

    5 Juni 2009 pukul 3:56 pm

  19. Jika Soekarno Bilang Ganyang Malaysia,… maka bergetarlah suaranya didunia. dan jika pemimpin kita bilang pertahankan ambalat,… maka sepenuhnya saya akan mendukung dan kalau perlu, tembak saja kapal-kapal yang berani memasuki wilayah Indonesia.
    Hidup Indonesia

    5 Juni 2009 pukul 7:00 pm

  20. Zoe

    malon sialan…
    bisanya nyolong.
    kaga punya apa2 dasar maling

    5 Juni 2009 pukul 7:12 pm

  21. gipsylinux

    Bukti kuat? dulu waktu kasus sipadan ligitan ngomongnya juga punya bukti kuat, tapi ternyata lepas ke tangan Malon. Hayyaaa…. ini angin surga, harusnya kita belajar dari masa lalu.

    5 Juni 2009 pukul 11:39 pm

  22. aspal07

    Yang penting negara kita mesti tegas, kayaknya selama ini kita kurang tegas.

    6 Juni 2009 pukul 6:48 am

  23. ganyang malaysia!

    6 Juni 2009 pukul 7:02 am

  24. jack

    Kalo diplomasi mandek, perang aja boz… rekrut sukarelawan, lumayan ngurangin jumlah pengangguran..

    6 Juni 2009 pukul 7:58 am

  25. Banu Ismail

    NKRI Harga Mati

    8 Juni 2009 pukul 9:33 am

  26. Seribu Tentara Malingsia menyerang Indonesia, maka Sepuluh ribu Tentara Nasional Indonesia akan langsung menghancurkan Tentara MALINGSIA. Ganyang Malaysia.

    9 Juni 2009 pukul 12:30 am

  27. bhutocaviar

    Bukti kepemilikan dah kuat. Apa aja dari pihak asing mana saja yang masuk NKRI tanpa pamit dan telah di peringatkan 3x prosedural tidak mengindahkanmaka apabila itu adalah kapal laut segera di tenggelamkan dan jika itu adalah pesawat tempur segera tembak jatuh. Ketegasan seperti ini harus mulai sekarang di miliki oleh PEMERINTAH kita baikdi masa sekarang maupun di masa akan datang…!!!

    9 Juni 2009 pukul 4:48 pm

  28. reggy

    KEDAULATAN KOK DIRUNDINGKAN? PERGI DARI AMBALAT ATAU PERANG..TEMEN2 AYO KITA BENTUK KEMBALI BARISAN TENTARA PELAJAR KITA BERGABUNG DENGAN TNI.

    12 Juni 2009 pukul 8:15 am

  29. kopasus/721

    tunggu apa lagi!

    13 Juni 2009 pukul 9:13 am

  30. ipin

    hidup indonesiaku nkri harga mati

    13 Juni 2009 pukul 3:09 pm

  31. novita ariani

    saya tahu mengapa malaysiamenginginkan permasalahan ini dibawa ke mahkamah internasional..jawabannya karena malaysia PANDAI BERBOHONG dan PANDAI MEMUTAR BALIKKAN FAKTA,sehingga dipengadilan internasional mereka lebih yakin memenangkan kasus ini.

    15 Juni 2009 pukul 3:43 am

  32. soero

    saatnya kita bertindak lebih tegas dan arif, perang bukan solusi tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk mempertahankan keutuhan NKRI……….

    18 Juni 2009 pukul 6:00 am

  33. laskar kaltim

    sekali2 kita yg langgar batas negara meraka gmn..?
    kita yg pancing kemaahan meraka skrang…

    25 Juni 2009 pukul 3:46 am

  34. doni n siti

    dasar malaysia…maling kelas kakap,,,,,ayo kita perang utk mendapatkan pulau ambalat…!!!!

    30 Juni 2009 pukul 6:40 am

  35. aya

    malay,, knp seh lo ky musuh dlm selimut kita… seddiiiii de w..

    23 Juli 2009 pukul 5:33 am

  36. Page@Deep

    Orang Malay Brengsek…Udah Nyuri kebudayaan kita..masih brani juga jelek2 in lagu kebangsaan kita..Minta Di Habisin tuh…

    29 Agustus 2009 pukul 4:00 pm

  37. Page@Deep

    Kasitau tu orang Malaysia…klo mau nyuri budaya kite…cium dulu tuh bokong emaknye..nyokap nye…

    29 Agustus 2009 pukul 4:02 pm

  38. Sapto Margono S_Al Husain

    Malaysia memang senang ngaku-ngaku plus termasuk nagkunya beriman ???????????

    20 Januari 2010 pukul 6:13 am

  39. Sapto Margono S_Al Husain_Al Syekh Magrib Tuban

    Bisanya hanya membuat kekacauan di muka bumi ini saya tahu keturunan anda itu siapa ? ngak usah ngaku-ngaku deh ? semua milik indonesia / Nusantara diakuinya jangan mencari “takwilnya” lah, tolong di baca alquranmu itu Orang yang senang mencari takwilnya adalah golongan orang-orang Musrik, Paham ?

    20 Januari 2010 pukul 6:16 am

  40. Int

    1.Yang menganggap Ambalat pulau, ambalat bukan pulau, tp sbh blok laut. Mslh perbatasan laut cndrg lbh rumit berbeda dgn perbatasan yg ada di darat apalagi blm ada kspktn perjanjian Ind-Malay mengenai perbtsn di bbrp tempat termasuk Laut Sulawesi (yg trdpt Ambalat).
    2. Dari sisi polugri, polugri Indonesia skrg ini sbnrnya cndrg bergerak “acak” dan “no profile”, berbeda dgn polugri zmn Soekarno ataupun orba. Stlh reformasi, tdk ada “panduan” jelas dan pasti kemana arah politik trmsk polugri Indonesia. Sehingga terkesan pemerintah “bingung” hrs bersikap bgmn smntra di dlm negeri tuntutan rkyt utk bersikap pd Malay smkn besar. Yg terjadi, hub. harmonis bilateral pemerintah hny ada d tingkat “atas”.
    3. Perlu strategi&kehati-hatian yg besar jk membawa mslh Ambalat ini ke Mahkamah Intrnsional krn kptsn MI brsft final & tdk ada institusi yg lbh tinggi utk mengajukan banding.
    4. Masalah klaim-mengklaim sbh wilayah adl hal yg “wajar” terjadi dlm hub.antarnegara, jgn terpancing emosi krn sblm mengklaim pun Malaysia pasti sudah memperhitungkan bnyk hal.

    16 Juni 2010 pukul 6:12 pm

  41. RAHMAN

    TUNGGU APA LAGI INDONESIA U

    11 Agustus 2010 pukul 4:18 am

  42. RAHMAN

    TAK APA INDONESIA KU TERCINTA

    12 Agustus 2010 pukul 3:03 am

  43. agnez

    sebaiknya tembak aj dulu malingsia yg melanggar pebatasan ind (untuk ketegasan) karna sdh jls ambalat batas indonesia. buktinya jg sdh ad. klo mly menyatakan perang baru bw k MI (Mahkamah Internasional). karena war membawa dampak yg buruk. malay aj berani maen kucing2an knp ind tidak.

    4 September 2010 pukul 3:51 am

  44. preman

    diplomasi melalui MI merupakan langkah yg terbaik gunakan lawyer2 handal asli indo.. ayo indo fasiitasi lawyer2 indo dengan fasilitas yg lengkap jangn anggota DPR MPR aj yg dibikin kenyang buat uu aj salah2 n revisi terus.

    4 September 2010 pukul 4:00 am

  45. negasa kesayangan anda REPUBLIK INDONESIA itu penuh dengan sumber alam yg kaya sebab itu bakalan maju… rakyat anda adalah aset yg luar biasa besar bagi bangsa INDONESIA !

    17 November 2011 pukul 9:44 am

  46. Indonesia maju…..

    17 November 2011 pukul 9:46 am

  47. Rara

    Assalamualaikum wr.wb…
    Allah swt memerinth kn kpd kt agr slu bersyukur,,cz kt tlah memiliki kekayaan alam yg melimpah maka jg lah dia,cintai dia,perhatikan dia,mk dia pun akan setia pd kt……
    saya yakn masalah ini adl sbuah teguran dr allah swt,,cz mkn slm ini kt slalu ingkar pd Nya..mari kt intropeksi dr..
    Taat pd printh ALLAH..
    Jgn KORUPSI..
    Jgn salng BERTENGKAR DIANTARA KITA mr mulai skrng kt BERSATU MELAWAN MUSUH NEGARA KT..klw bkn kt sapa lg,,klw hnx menghrap kan aparat pemerintah saja g’ cukup…

    11 Februari 2012 pukul 1:31 pm

  48. zambo

    hi….to all my reader….i have read all this…
    some of us still guess and like to think about what they want to do…m
    aybe because there’s a lot movie in cinema played lately.
    here i want give some advice, when we are going to war, we dont know what are going to happen, all the young children and women will become the victim.
    all of our children will lost the place to play like ours before.no home, no shelter, no food.
    would u like to see all of this thing happen because of very small island????
    let both of us Indonesia and Malaysia and be a good friends..all of us are going to die soon…why dont we corperation in matter to help the country who really need our help. for those who are really like to war, please go to palestine and help them kill the regime zionist (israel). if you are not brave enough, just shut up or mouth and think the way to solve the problem nicely.
    sorry to all the Malaysian and Indonesian…
    but please wake up guys…so shame when both of u fighting for small things…theres a lot to do to make your level same with the Japan, america, england, france and russian…please wake up guys…. please….

    8 Maret 2012 pukul 10:57 am

  49. febri

    tidak perlu adanya perang,karena perang hanya merugikan korban sipil yg tidak bersalah.Satu yg paling penting adalah setiap negara mematuhi hukum internasional.

    3 Juli 2012 pukul 8:12 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 751 pengikut lainnya.