membangun watak bangsa

Kisah Pahlawan Tuanku Imam Bonjol “Pemimpin Utama Perang Padri”

imam-bonjol-2Oleh: Suryadi

Tuanku Imam Bonjol (TIB) (1722-1864), yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1837) yang gigih melawan Belanda.

Selama 62 tahun Indonesia merdeka, nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik bangsa: sebagai nama jalan, nama stadion, nama universitas, bahkan di lembaran Rp 5.000 keluaran Bank Indonesia 6 November 2001.

Namun, baru-baru ini muncul petisi, menggugat gelar kepahlawanannya. TIB dituduh melanggar HAM karena pasukan Paderi menginvasi Tanah Batak (1816-1833) yang menewaskan “jutaan” orang di daerah itu (http://www.petitiononline. com/bonjol/petition.html).

Kekejaman Paderi disorot dengan diterbitkannya buku MO Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela Gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833 (2006) (Edisi pertama terbit 1964, yang telah dikritisi Hamka, 1974), kemudian menyusul karya Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (2007).

Kedua penulisnya, kebetulan dari Tanah Batak, menceritakan penderitaan nenek moyangnya dan orang Batak umumnya selama serangan tentara Paderi 1816-1833 di daerah Mandailing, Bakkara, dan sekitarnya (Tempo, Oktober 2007).

Mitos kepahlawanan

Munculnya koreksi terhadap wacana sejarah Indonesia belakangan ini mencuatkan kritisisme terhadap konsep pahlawan nasional. Kaum intelektual dan akademis, khususnya sejarawan, adalah pihak yang paling bertanggung jawab jika evaluasi wacana historis itu hanya mengakibatkan munculnya friksi di tingkat dasar yang berpotensi memecah belah bangsa ini.

Ujung pena kaum akademis harus tajam, tetapi teks-teks hasil torehannya seyogianya tidak mengandung “hawa panas”. Itu sebabnya dalam tradisi akademis, kata-kata bernuansa subyektif dalam teks ilmiah harus disingkirkan si penulis.

Setiap generasi berhak menafsirkan sejarah (bangsa)-nya sendiri. Namun, generasi baru bangsa ini—yang hidup dalam imaji globalisme—harus menyadari, negara-bangsa apa pun di dunia memerlukan mitos-mitos pengukuhan. Mitos pengukuhan itu tidak buruk. Ia adalah unsur penting yang di-ada-kan sebagai “perekat” bangsa. Sosok pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Sisingamangaraja XII, juga TIB, dan lainnya adalah bagian dari mitos pengukuhan bangsa Indonesia.

Jeffrey Hadler dalam “An History of Violence and Secular State in Indonesia: Tuanku Imam Bondjol and Uses of History” (akan terbit dalam Journal of Asian Studies, 2008) menunjukkan, kepahlawanan TIB telah dibentuk sejak awal kemerdekaan hingga zaman Orde Baru, setidaknya terkait tiga kepentingan.

Pertama, menciptakan mitos tokoh hero yang gigih melawan Belanda sebagai bagian wacana historis pemersatu bangsa.

Kedua, mengeliminasi wacana radikalisme Islam dalam upaya menciptakan negara-bangsa yang toleran terhadap keragaman agama dan budaya.

Ketiga, “merangkul” kembali etnis Minang ke haribaan Indonesia yang telah mendapat stigma negatif dalam pandangan pusat akibat peristiwa PRRI.

Kita tak yakin, sudah adakah biji zarah keindonesiaan di zaman perjuangan TIB dan tokoh lokal lain yang hidup sezaman dengannya, yang kini dikenal sebagai pahlawan nasional.

Kita juga tahu pada zaman itu perbudakan adalah bagian sistem sosial dan beberapa kerajaan tradisional Nusantara melakukan ekspansi teritorial dengan menyerang beberapa kerajaan tetangga. Para pemimpin lokal berperang melawan Belanda karena didorong semangat kedaerahan, bahkan mungkin dilatarbelakangi keinginan untuk mempertahankan hegemoni sebagai penguasa yang mendapat saingan akibat kedatangan bangsa Barat. Namun, mereka akhirnya menjadi pahlawan nasional karena bangsa memerlukan mitos pemersatu.

Bukan manusia sempurna

Tak dapat dimungkiri, Perang Paderi meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 20 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berbunuhan adalah sesama orang Minangkabau dan Mandailing atau Batak umumnya.

Campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema awal April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang. Kompeni melibatkan diri dalam perang itu karena “diundang” kaum Adat.

Pada 21 Februari 1821 mereka resmi menyerahkan wilayah darek (pedalaman Minangkabau) kepada Kompeni dalam perjanjian yang diteken di Padang, sebagai kompensasi kepada Belanda yang bersedia membantu melawan kaum Paderi. Ikut “mengundang” sisa keluarga Dinasti Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Muningsyah yang selamat dari pembunuhan oleh pasukan Paderi yang dipimpin Tuanku Pasaman di Koto Tangah, dekat Batu Sangkar, pada 1815 (bukan 1803 seperti disebut Parlindungan, 2007:136-41).

Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Agama melawan Belanda. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB)— transliterasinya oleh Sjafnir Aboe Nain (Padang: PPIM, 2004), sebuah sumber pribumi yang penting tentang Perang Paderi yang cenderung diabaikan sejarawan selama ini—mencatat, bagaimana kedua pihak bahu-membahu melawan Belanda.

Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Di ujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau sendiri.

Dalam MTIB, terefleksi rasa penyesalan TIB atas tindakan kaum Paderi atas sesama orang Minang dan Mandailing. TIB sadar, perjuangannya sudah melenceng dari ajaran agama. “Adapun hukum Kitabullah banyaklah yang terlampau dek oleh kita. Bagaimana pikiran kita?” (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?), tulis TIB dalam MTIB (hal 39).

Penyesalan dan perjuangan heroik TIB bersama pengikutnya melawan Belanda yang mengepung Bonjol dari segala jurusan selama sekitar enam bulan (16 Maret-17 Agustus 1837)—seperti rinci dilaporkan De Salis dalam Het einde Padri Oorlog: Het beleg en de vermeestering van Bondjol 1834-1837: Een bronnenpublicatie [Akhir Perang Paderi: Pengepungan dan Perampasan Bonjol 1834-1837; Sebuah Publikasi Sumber] (2004): 59-183—mungkin dapat dijadikan pertimbangan untuk memberi maaf bagi kesalahan dan kekhilafan yang telah diperbuat TIB.

Kini bangsa inilah yang harus menentukan, apakah TIB akan tetap ditempatkan atau diturunkan dari “tandu kepahlawanan nasional” yang telah “diarak” oleh generasi terdahulu bangsa ini dalam kolektif memori mereka. (Kompas 10/11/2007 Oleh Suryadi, Dosen dan Peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Zuidoost-Azië en Oceanië, Universiteit Leiden, Belanda).

97 responses

  1. BROMOCORAH

    Semoga ke depan Negera Indonesia tidak akan pernah lagi dikuasai oleh Umat Hindu, ataupun Umat Nasrani. Semoga Islam tetap jaya di Negeri Indonesia tercinta. Supaya Raden Patah tidak dianggap Penjajah. Supaya P Diponegoro tidak dianggap Ekstrimis, dan termasuk Imam Bonjol yang masih di usik tentang kepahlawanannya. Alhamdulillah PKI tidak menguasai Negeri ini, sehingga AIDIT, Letkol UNTUNG, KOLONEL LATIF dkk tidak dianggap sebagai Pahlawan Oleh Negeri ini. Tapi saya yakin mereka dianggap Pahlawan oleh anak cucu mereka.

    31 Agustus 2009 pukul 3:15 am

  2. Orang Kalah

    Bapak Bromocorah. Kog pikiran anda picik sekali. Pengusiran penjajah jaman dulu bukan karena agama yang ingin di perjuangkan. Tetapi wilayah tertorial yang dianggap bisa menjadi basis kekuasaan setiap pejuang masa itu. Sebenarnya tidak ada seorang pejuangpun yang menggagas kemerdekaan dan membentuk negara Republik Indonesia kecuali kalangan terdidik seperti Soekarno-hatta dan yang seanggkatanya.
    Apakah ketika Indonesia menguasai Timor Leste juga berkeinginan mengislam kan Timor Leste? Hingga pelajaran sejarah sekolah di Timor Leste sekarang menyebut bahwa negara mereka pernah di jajah Indonesia?
    Mari membangun Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika ini. Termasuk keberagaman agama rakyat Indonesia.

    17 Januari 2010 pukul 5:02 am

  3. mahatir iglesias

    semoga perjuangan imam bonjol tidak sia sia

    25 Februari 2010 pukul 1:13 pm

  4. tyo

    tuan kuimam bonjol lahir pada tanggaL

    10 April 2010 pukul 6:34 am

  5. pahlawanku emang hebat

    20 April 2010 pukul 9:36 am

  6. Rian

    Terima kasih artikelnya bang
    sangat membantu untuk tugas sekolah saya

    1 Agustus 2010 pukul 10:47 am

  7. Ping-balik: Tuanku Imam Bonjol « Mannaismayaadventure's Blog

  8. ling-ling

    SALUT! ^_^

    16 September 2010 pukul 7:46 am

  9. RERE VEBRIANI

    berkat beliau kita terbebas dari penjajahan . . . . .thank you so much

    17 September 2010 pukul 10:09 am

  10. Dogom Harahap

    tidak ada pahlawan yang sempurna.

    8 Oktober 2010 pukul 8:37 am

  11. saya sangat menghargai jasa-jasa nya terhadap indonesia dan rakyatnya

    16 Oktober 2010 pukul 5:41 am

  12. saya sangat menghargai jasa-jasanya ter hadap negara ini & rakyatnya

    16 Oktober 2010 pukul 5:42 am

  13. erdi..............

    saya anak indonesa,kami merdeka bahwa negara kami indonesia bebakat,saya setuju cerita yang di atas.ihdup indonesa……………jawab rakyat indonesia,saya semakin semangat,bahwa imam bonjol memberi saya semangangatttttttttttttt,kami anak
    indonesiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    25 Oktober 2010 pukul 6:39 am

  14. Ping-balik: Kisah Pahlawan Tuanku Imam Bonjol | aditsmkn36

  15. wew

    pahlawan q emang hebattt

    23 November 2010 pukul 12:31 pm

  16. cinta tanah air

    orag zmn skrg hnya bs mengkritik dgn alasan penddkan & amp; sumber2 yg blm tntu jelas kbrpihakannya. Mrk (pejuang) sudah terbukti dgn jiwa dn raga berjuang buat kemerdekaan. Generasi skrg, apa yg tlh dilakukannya untk bangsa ini yg dirasakan oleh slurh warga negara ?

    12 Desember 2010 pukul 7:12 am

  17. Bang

    Apa yang dilakukan oleh TIB dan Paderi, mengeleminasi paganisme di tanah Batak memang sudah sewajarnya. Sayang usaha itu tidak berhasil 100%, sehingga masih menyisakan pagan-pagan seperti Parlindungan. Generasi Paderi sekarang dan yang akan datang, harus melanjutkan pekerjaan TIB yang tersisa.

    12 Januari 2011 pukul 6:48 pm

  18. tolong tg saya mau tentang latar belakang perjuangannya tuanku imam bonjol di tulis jugan di google ini . . .

    20 Januari 2011 pukul 10:06 am

  19. adhe

    okkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk??????????

    DEH kudapat mie

    22 Januari 2011 pukul 5:33 am

  20. pig ong

    memang hebat aku salut
    ^_^

    24 Januari 2011 pukul 11:30 am

  21. Citra

    sal;ut

    29 Januari 2011 pukul 9:19 am

  22. pahlawan(^^^)

    30 Januari 2011 pukul 5:49 am

  23. wahaiii tuanku imam bonjol aku dan temanku sngat menghargai jasa-jasa mu semua jasa-jasa akan kami kenang dan kepahlawanmu sangat membantu tugas sekolah kami terimah kasih tuanku imam bonjol

    1 Februari 2011 pukul 4:38 am

  24. Trimakasih untuk Tuanku Imam Bonjol yang sudah berjuang mengusir penjajah!!!-_-“

    9 Februari 2011 pukul 9:55 am

  25. adam

    gitu ajja kok repot….

    24 Februari 2011 pukul 3:16 pm

  26. vitha

    MERDEKA

    25 Februari 2011 pukul 9:05 am

  27. Rizal Pradana Putra

    Mantap

    7 Maret 2011 pukul 8:48 am

  28. Devana

    Hidup Pahlawan Indonesia

    7 Maret 2011 pukul 11:09 pm

  29. genlupzdis

    hidup

    25 Maret 2011 pukul 12:15 pm

  30. Loebis

    Gelar pahlawan kepada Tuanku Imam Bonjol harus dipertahankan sampai kapanpun.. jaman dulu tidak ada HAM..kenapa Ham dikait-kaitkan dengan zaman.. orang mandailing tidak pernah menggugat…yang menggugat adalah orang-orang yan tidak mendapat hidayah dan sampai sekarang tetap non Muslim.. para generasi muda jangan trpropokasi dengan cara-cara kafir dengan menonjolkan HAM..

    17 April 2011 pukul 9:45 am

  31. imam bonjol memang pahlawan nasional, orang yang tidak setuju dengan kepahlawanannya kebanyakan orang batak yang kebanyakan nasrani, memang dulu semua penguasa daerah kebanyakan memperbesar wilayahnya dengan menaklukan daerah tetanganya, itu hukum alam jaman dulu belum ada negara indonesia yang ada raja raja kecil atau penguasa lokal, orang batak dulu juga gitu karena kalah dia mencari kesalahan TUANKU IMAM BOJOL

    26 April 2011 pukul 8:24 am

  32. Tuanku Imam Bonjol

    29 April 2011 pukul 4:15 pm

  33. gw

    1 Mei 2011 pukul 8:05 am

  34. silwi

    merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,thank you untuk para pejuang semuaa,,,,yang telah menaruhkan jasa jasa nya kepada negara ini,,,,

    2 Mei 2011 pukul 3:24 am

  35. dudirustandi

    saya bangga tehadap tuanku imam bonjol jgn lah iridgn anugerah yg telah ia dpatkan hy para pengusik jgn lah buat negeri ini jd kacau akibat oleh mu lw km mw anugreah seperti dia maka berbuat lah kebaikan ,jgn bisanya mengusik2 sejarh yg belum km keahui .apakah km hidup di msa tuanku imam bonjol pa ga dan km thu ga sejarah yg sebenarnya

    11 Mei 2011 pukul 7:19 am

  36. muhammat arif

    dia adalah tuanku dan dialahsemangat islamku

    22 Juli 2011 pukul 1:15 pm

  37. cinta damai

    Bisa tdk yah, komen nya itu tdk saling memojokan satu sama lain,.. negara kita kan menegaskan bahwa agama di indonesia itu ada 5, kenapa kalian msh pada berseteru, katanya anak indonesia , berbangsa dan bertanah air, merupakan satu kesatuan, apakah itu hanya sebuah simbol??? masalah untuk menganut agama terserah dengan hak masing2 dong,.. indonesia gmn bisa maju klo rakyatnya hanya memikirkan ego nya sendiri,..

    3 Agustus 2011 pukul 7:09 am

  38. sekarang harus , giat belajar

    13 Agustus 2011 pukul 6:22 am

  39. desy

    akk bngga dngan pahlawan ku……???

    19 Agustus 2011 pukul 4:55 am

  40. desy

    mkasi pahlawan akk ats klian smua negri INDONESIA ini bsa MERDEKA…..

    meeeerrrdeeeeka negri akk…

    19 Agustus 2011 pukul 4:58 am

  41. semoga arwahnya diterima di sisi-Nya

    24 Agustus 2011 pukul 4:04 am

  42. fakri

    enak juga lagu

    25 Oktober 2011 pukul 12:28 pm

  43. Ping-balik: yunansaervin189che

  44. Ping-balik: cerita pahlawan imam bonjol | Siti5's Blog

  45. Sigit Setia Eka

    Apa betul di kota Medan tidak ada nama jalan Tuanku Imam Bonjol?
    Seperti di kota Solo dan Yogyakarta tidak ada nama jalan Trunojoyo (KOMPAS 22 Oktober 2011)
    Seperti juga di Jawa Barat tidak ada nama jalan Majapahit & Gajah Mada karena peristiwa alun-alun Bubat kurang lebih 700 tahun yang lalu….

    14 November 2011 pukul 8:00 am

  46. ngapain diganggu orang batak dan tanah batak ya……..
    apa salah orang batak?

    17 November 2011 pukul 11:03 am

  47. makasih ceritanya bung..
    #dari cerita ini akhirnya saya lebih banyak tahu dan akan saya coba untuk membuat puisi^

    19 November 2011 pukul 3:25 am

  48. shiren

    aku salut sama perjuangan TIB

    T I B
    emang oke…………!!!!!

    1 Januari 2012 pukul 7:42 am

  49. saya sangat bangga sekali karna tuan sudah menyelamatkan negara indonesia dari penjajahan belanda dan jepang

    18 Januari 2012 pukul 6:41 am

  50. aku sangat bangga karena semua pahlawan telah menyelamatlan negara kita

    18 Januari 2012 pukul 6:48 am

  51. INDONESIA slalu sukses

    18 Januari 2012 pukul 7:59 am

  52. maricc

    aqw salut pada perjuangan imam bonjol imam bonjol is tebest

    18 Januari 2012 pukul 11:31 am

  53. I L0V3 IND0N3S14

    Thx yya..

    Aku dpet tugas dri guru jdi bisa ngerjain..

    18 Januari 2012 pukul 3:08 pm

  54. Masday

    Artikel yang bagus. Salam kenal. Bagi anda yang mempunyai keluhan sakit jantung, stroke, diabetes, kolesterol jahat, tekanan darah tinggi, dll Silahkan klik BADAN SEHAT Semoga Bermanfaat

    22 Januari 2012 pukul 10:20 am

  55. Hunting Wolf Raider

    thanks ya atas artikelnya.light for thanks

    23 Januari 2012 pukul 8:22 am

  56. bagus sekali !!

    23 Januari 2012 pukul 10:28 am

  57. iwa

    Kita harus bangga kepada pahlawan2 kita karena mereka lah sudah merebut KEMERDEKAAN.kalau kita semua hanya menghormat bendera saja banyak alasan seperti CONTOH : sakit perut sakit kepala dan sakit lain2.kalau pahlawan2 kita sampai menetas darah

    17 Februari 2012 pukul 2:23 pm

  58. saudia

    ane gak masalah, ane yakin gak akan terpengaruh orang2 yang nulis buku itu.
    anak kemarin sore kok cerita tentang jaman dulu, sok tau lagi :D

    28 Februari 2012 pukul 5:00 pm

  59. benjol

    wah orang iri yang nulis bukunya, kurang efek ah :P
    yang keren disini

    28 Februari 2012 pukul 5:23 pm

  60. rahma ..

    kerennnnn !!

    29 Februari 2012 pukul 2:29 am

  61. BERLIN

    WAH……… HEBAT BAGAT

    3 Maret 2012 pukul 9:40 am

  62. sifa

    semoga perjuangan Tuanku Imam Bonjol tidaklah sia-sia untuk kita semua

    7 Maret 2012 pukul 9:26 am

  63. Tem Hatano

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya,lalu mengapa kt anak bangsa ini yg katanya bangga akan kebinekaannya malah saling menghujat,dan berebut kebenaran padahal kebenaran yg sejati dan hakiki hanyalah milik sang penguasa alam.
    Jangan kt seperti pemimpin kontenporer sekarang ini yg mengatas namakan rakyat demi perjuangan nya namun setelah tercapai malah penderitaan rakyatnya yang bertambah …..
    Waulahu’alam bissawab………….

    8 Maret 2012 pukul 3:15 pm

  64. Jika Aku Seperti Imam bonjol aku terus bersabar Amieen…

    11 Maret 2012 pukul 1:14 pm

  65. adnan

    aku bangga sama pahlawan yang gugur di medan perang aku menghargai jasanya akan ku kenang mereka di hatiku yang murani

    16 Maret 2012 pukul 6:50 am

  66. adnan

    aqw itu bagus

    16 Maret 2012 pukul 6:57 am

  67. ucok ritonga

    bagaimanapun setiap manusia punya cela dan salah tapi cela dan salah tuanku imam bonjol tertutupi dengan kegigihannya melawan penjajah belanda..dan orang batak mandailing tidak akan pernah mau mengugat gelar kepahlawannya…karena kami tahu jasa tuanku sangat besar kepada negeri ini..

    14 April 2012 pukul 9:12 am

  68. terima kasih pahlawanku ???????

    4 Mei 2012 pukul 2:53 pm

  69. arwani ahmad

    Allah menyelamatkan kita dan mensejahterakan kita…Allah membuat mereka para pahlawan sebagai simbol, pelaku, penebus, apapun namanya dari “tangan” Allah. maka memuliakan jasad, ruh, keluarga dan keturunannya.dan bangsanya.>>para pahlawan bukan penyelamat bangsa, bukan pembuat merdeka, bukan karena mereka bangsa ini merdeka…sama sekali tidak ada andil usaha mereka.

    12 Mei 2012 pukul 2:18 am

  70. Djoko

    Manusia tdk Ada yg sempurna, Dan sejarahnya terjadi Ada konteknys. TIB sudah tiada, dia mempertanggungjawabkan Amal Dan perbuatan di hadapan Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana kita juga harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Lebih baik membangun diri, keluarga, lingkungan Dan Indonesia tercinta. Atau Akan hilang di panggung sejarahnya….

    3 Juni 2012 pukul 5:46 am

  71. lufi

    PAHLAWANKU ….semua berhati suci dan nurani bersih ….tanpa ada niat buruk dalam setiap langkahnya …….sayang niatmu yang dulu itu tidak dilaksanakan oleh generasimu sekarang………hanya kepentingan pribadi dan golongan yang diutamakan………semoga mereka ditunjukan kejalan yang benar……..atas kesiasiaan tetes darahmu ……..di bumi nusantara ini

    15 Juni 2012 pukul 12:40 pm

  72. hai

    18 Juni 2012 pukul 12:37 pm

  73. Ijin share

    5 Agustus 2012 pukul 1:35 am

  74. admin

    Silahkan Ukhuwah

    5 Agustus 2012 pukul 11:03 am

  75. sip lengkap pokoknya
    makasih ya….

    31 Agustus 2012 pukul 5:26 am

  76. pahlawan indonesia sangat tangguh meskipun hasilnya guaaagaaalllllllll……………..

    31 Agustus 2012 pukul 6:13 am

  77. jasanya imam bonjol apa kk kok ga di beritau disini

    4 September 2012 pukul 8:34 am

  78. abcde

    waaaw

    9 Oktober 2012 pukul 9:08 am

  79. novalia putri diana

    pahlawan ku tanpa tanda jasa !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    terima kasihku untuk mu ************
    NOVA

    28 Oktober 2012 pukul 8:04 am

  80. Bukankah dia dalang pembantaian ribuan manusia di tanah Batak? Manusia-manusia yang tidak bersalah. Begitukah seorang pahlawan. Kalau manusia seperti itu saya kira lebih cocok disebut penjahat kemanusiaan. OK?

    14 November 2012 pukul 10:07 am

  81. islam itu memang kejam…liat saja sejarah muhammad yang isinya tentang pemerkosaan, pembunuhan, penjarahan, hingga pembantaian. islam bukan agama…islam cuma ciptaan muhammad untuk melampiaskan nafsu perang dan nafsu seksnya

    6 Januari 2013 pukul 4:51 pm

  82. imam bonjol emang hebat banget islam eamang agama yang di ciptakan ole allah swt

    7 Februari 2013 pukul 9:16 am

  83. biografinya brmnfaat bngt skli.. thnx…

    21 April 2013 pukul 3:55 pm

  84. tanggal berapa tuanku imam bonjol lahir

    22 Juni 2013 pukul 11:05 am

  85. TTL Tuanku Imam BONJOL BRAPA KAK

    22 Juni 2013 pukul 11:07 am

  86. bagusss

    29 Agustus 2013 pukul 2:43 pm

  87. admin

    Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864

    7 September 2013 pukul 3:16 am

  88. admin

    maaf saya sdh cari informasi, sementara ini belum dpt tgl lahirnya. terima kasih

    7 September 2013 pukul 3:17 am

  89. kita seharusnya menyadari apa yang Tuanku Imam Bonjol. Dan aku juga berterima kasih karena atas perjuanggannya sampai hayatnya. Terima kasih Tuanku Imam Bonjol

    14 September 2013 pukul 8:57 am

  90. jangan asal bela.. di mandailing jaman tuanku lelo banyak korban..
    cerita tua-2 dia itu setiap ngasah pedang ngetesnya sama leher budak yang di tangkapi..
    dan hobbynya berburu budak buat dijual ke belanda..
    ini yang angkat kan si bonjol..
    jadi dosanya banyak sama HAM..

    6 Oktober 2013 pukul 11:33 pm

  91. klo mau jujur dan dibuktikan lewat bukti2 sejarah, coba dihitung, berp org2 krisen yg jadi pahlawan? kebanyakan mereka adalah penhianat negeri, krn satu agama dengan para penjajah, yah mereka mereka lebih banyak yg jadi kaki tangan penjajah

    12 Oktober 2013 pukul 5:42 am

  92. ya benar

    3 November 2013 pukul 3:01 pm

  93. kapan tuanku imam bonjol lahir dan dimana tuanku imam bonjol lahir

    9 Januari 2014 pukul 1:03 am

  94. Hanya Tuhan lah yang tahu perjuangan imam bonjol itu dan sebenarnya ditanya aja ada kah keturunan dari Imam bonjol.Tapi,Islam is still the best

    13 Februari 2014 pukul 12:37 pm

  95. Anonymous

    Tahukah anda, Jika anda ke Daerah Sumatera, dan menyebut Tuanku Imam Bonjol Sebagai seorang pahlawan, ada kemungkinan masyarakat golongan tua akan menatap sinis anda.
    Karena, Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang penjahat , suka membunuh bagi mereka. ya benar, saya tidak salah menulis. Meskipun ia memimpin pasukan melawan Belanda, namun ada beberapa sumber mengatakan bahwa Tuanku Imam Bonjol menjarah setiap desa yang ia lewati, memaksa laki2 nya untuk bergabung dengan tentaranya, membunuh yang menolak, dan berbuat tidak hormat terhadap para wanitanya. Itu sekedar info aja

    25 Februari 2014 pukul 10:55 am

  96. nisa

    wah imam bonjol hebat.Tapi sayangnya teman laki -laki saya mengejek anda kecuali akmal,tsabat,azzam,Ihya,imam,nanda,alif,ahmad,cyril!Terima kasih imam bonjol kau pendekar islam yang baik seperti hasan al banna,imam safi’i,dll.semoga masuk surga aminn..

    15 Maret 2014 pukul 10:55 am

  97. Yida

    Cerita ini bikin aku terharu!Semoga Imam Bonjol masuk Syurga di langit Ke-7.Amiennnnnn

    10 Mei 2014 pukul 12:02 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 754 pengikut lainnya.