Kisah Pahlawan Tuanku Imam Bonjol “Pemimpin Utama Perang Padri”

Posted: 30 Maret 2009 in Imam Bonjol, Kaum Adat, Kaum Agama

imam-bonjol-2Oleh: Suryadi

Tuanku Imam Bonjol (TIB) (1722-1864), yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (1803-1837) yang gigih melawan Belanda.

Selama 62 tahun Indonesia merdeka, nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik bangsa: sebagai nama jalan, nama stadion, nama universitas, bahkan di lembaran Rp 5.000 keluaran Bank Indonesia 6 November 2001.

Namun, baru-baru ini muncul petisi, menggugat gelar kepahlawanannya. TIB dituduh melanggar HAM karena pasukan Paderi menginvasi Tanah Batak (1816-1833) yang menewaskan “jutaan” orang di daerah itu (http://www.petitiononline. com/bonjol/petition.html).

Kekejaman Paderi disorot dengan diterbitkannya buku MO Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela Gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833 (2006) (Edisi pertama terbit 1964, yang telah dikritisi Hamka, 1974), kemudian menyusul karya Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (2007).

Kedua penulisnya, kebetulan dari Tanah Batak, menceritakan penderitaan nenek moyangnya dan orang Batak umumnya selama serangan tentara Paderi 1816-1833 di daerah Mandailing, Bakkara, dan sekitarnya (Tempo, Oktober 2007).

Mitos kepahlawanan

Munculnya koreksi terhadap wacana sejarah Indonesia belakangan ini mencuatkan kritisisme terhadap konsep pahlawan nasional. Kaum intelektual dan akademis, khususnya sejarawan, adalah pihak yang paling bertanggung jawab jika evaluasi wacana historis itu hanya mengakibatkan munculnya friksi di tingkat dasar yang berpotensi memecah belah bangsa ini.

Ujung pena kaum akademis harus tajam, tetapi teks-teks hasil torehannya seyogianya tidak mengandung “hawa panas”. Itu sebabnya dalam tradisi akademis, kata-kata bernuansa subyektif dalam teks ilmiah harus disingkirkan si penulis.

Setiap generasi berhak menafsirkan sejarah (bangsa)-nya sendiri. Namun, generasi baru bangsa ini—yang hidup dalam imaji globalisme—harus menyadari, negara-bangsa apa pun di dunia memerlukan mitos-mitos pengukuhan. Mitos pengukuhan itu tidak buruk. Ia adalah unsur penting yang di-ada-kan sebagai “perekat” bangsa. Sosok pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Sisingamangaraja XII, juga TIB, dan lainnya adalah bagian dari mitos pengukuhan bangsa Indonesia.

Jeffrey Hadler dalam “An History of Violence and Secular State in Indonesia: Tuanku Imam Bondjol and Uses of History” (akan terbit dalam Journal of Asian Studies, 2008) menunjukkan, kepahlawanan TIB telah dibentuk sejak awal kemerdekaan hingga zaman Orde Baru, setidaknya terkait tiga kepentingan.

Pertama, menciptakan mitos tokoh hero yang gigih melawan Belanda sebagai bagian wacana historis pemersatu bangsa.

Kedua, mengeliminasi wacana radikalisme Islam dalam upaya menciptakan negara-bangsa yang toleran terhadap keragaman agama dan budaya.

Ketiga, “merangkul” kembali etnis Minang ke haribaan Indonesia yang telah mendapat stigma negatif dalam pandangan pusat akibat peristiwa PRRI.

Kita tak yakin, sudah adakah biji zarah keindonesiaan di zaman perjuangan TIB dan tokoh lokal lain yang hidup sezaman dengannya, yang kini dikenal sebagai pahlawan nasional.

Kita juga tahu pada zaman itu perbudakan adalah bagian sistem sosial dan beberapa kerajaan tradisional Nusantara melakukan ekspansi teritorial dengan menyerang beberapa kerajaan tetangga. Para pemimpin lokal berperang melawan Belanda karena didorong semangat kedaerahan, bahkan mungkin dilatarbelakangi keinginan untuk mempertahankan hegemoni sebagai penguasa yang mendapat saingan akibat kedatangan bangsa Barat. Namun, mereka akhirnya menjadi pahlawan nasional karena bangsa memerlukan mitos pemersatu.

Bukan manusia sempurna

Tak dapat dimungkiri, Perang Paderi meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 20 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berbunuhan adalah sesama orang Minangkabau dan Mandailing atau Batak umumnya.

Campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema awal April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang. Kompeni melibatkan diri dalam perang itu karena “diundang” kaum Adat.

Pada 21 Februari 1821 mereka resmi menyerahkan wilayah darek (pedalaman Minangkabau) kepada Kompeni dalam perjanjian yang diteken di Padang, sebagai kompensasi kepada Belanda yang bersedia membantu melawan kaum Paderi. Ikut “mengundang” sisa keluarga Dinasti Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Muningsyah yang selamat dari pembunuhan oleh pasukan Paderi yang dipimpin Tuanku Pasaman di Koto Tangah, dekat Batu Sangkar, pada 1815 (bukan 1803 seperti disebut Parlindungan, 2007:136-41).

Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Agama melawan Belanda. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB)— transliterasinya oleh Sjafnir Aboe Nain (Padang: PPIM, 2004), sebuah sumber pribumi yang penting tentang Perang Paderi yang cenderung diabaikan sejarawan selama ini—mencatat, bagaimana kedua pihak bahu-membahu melawan Belanda.

Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Di ujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau sendiri.

Dalam MTIB, terefleksi rasa penyesalan TIB atas tindakan kaum Paderi atas sesama orang Minang dan Mandailing. TIB sadar, perjuangannya sudah melenceng dari ajaran agama. “Adapun hukum Kitabullah banyaklah yang terlampau dek oleh kita. Bagaimana pikiran kita?” (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?), tulis TIB dalam MTIB (hal 39).

Penyesalan dan perjuangan heroik TIB bersama pengikutnya melawan Belanda yang mengepung Bonjol dari segala jurusan selama sekitar enam bulan (16 Maret-17 Agustus 1837)—seperti rinci dilaporkan De Salis dalam Het einde Padri Oorlog: Het beleg en de vermeestering van Bondjol 1834-1837: Een bronnenpublicatie [Akhir Perang Paderi: Pengepungan dan Perampasan Bonjol 1834-1837; Sebuah Publikasi Sumber] (2004): 59-183—mungkin dapat dijadikan pertimbangan untuk memberi maaf bagi kesalahan dan kekhilafan yang telah diperbuat TIB.

Kini bangsa inilah yang harus menentukan, apakah TIB akan tetap ditempatkan atau diturunkan dari “tandu kepahlawanan nasional” yang telah “diarak” oleh generasi terdahulu bangsa ini dalam kolektif memori mereka. (Kompas 10/11/2007 Oleh Suryadi, Dosen dan Peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Zuidoost-Azië en Oceanië, Universiteit Leiden, Belanda).

About these ads
Komentar
  1. BROMOCORAH mengatakan:

    Semoga ke depan Negera Indonesia tidak akan pernah lagi dikuasai oleh Umat Hindu, ataupun Umat Nasrani. Semoga Islam tetap jaya di Negeri Indonesia tercinta. Supaya Raden Patah tidak dianggap Penjajah. Supaya P Diponegoro tidak dianggap Ekstrimis, dan termasuk Imam Bonjol yang masih di usik tentang kepahlawanannya. Alhamdulillah PKI tidak menguasai Negeri ini, sehingga AIDIT, Letkol UNTUNG, KOLONEL LATIF dkk tidak dianggap sebagai Pahlawan Oleh Negeri ini. Tapi saya yakin mereka dianggap Pahlawan oleh anak cucu mereka.

  2. Orang Kalah mengatakan:

    Bapak Bromocorah. Kog pikiran anda picik sekali. Pengusiran penjajah jaman dulu bukan karena agama yang ingin di perjuangkan. Tetapi wilayah tertorial yang dianggap bisa menjadi basis kekuasaan setiap pejuang masa itu. Sebenarnya tidak ada seorang pejuangpun yang menggagas kemerdekaan dan membentuk negara Republik Indonesia kecuali kalangan terdidik seperti Soekarno-hatta dan yang seanggkatanya.
    Apakah ketika Indonesia menguasai Timor Leste juga berkeinginan mengislam kan Timor Leste? Hingga pelajaran sejarah sekolah di Timor Leste sekarang menyebut bahwa negara mereka pernah di jajah Indonesia?
    Mari membangun Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika ini. Termasuk keberagaman agama rakyat Indonesia.

  3. mahatir iglesias mengatakan:

    semoga perjuangan imam bonjol tidak sia sia

  4. tyo mengatakan:

    tuan kuimam bonjol lahir pada tanggaL

  5. irfan mengatakan:

    pahlawanku emang hebat

  6. Rian mengatakan:

    Terima kasih artikelnya bang
    sangat membantu untuk tugas sekolah saya

  7. [...] Tuanku Imam Bonjol hero story ” Chief of the Padri War “ [...]

  8. ling-ling mengatakan:

    SALUT! ^_^

  9. RERE VEBRIANI mengatakan:

    berkat beliau kita terbebas dari penjajahan . . . . .thank you so much

  10. Dogom Harahap mengatakan:

    tidak ada pahlawan yang sempurna.

  11. inu wahyu ramdhani mengatakan:

    saya sangat menghargai jasa-jasa nya terhadap indonesia dan rakyatnya

  12. inu wahyu ramdhani mengatakan:

    saya sangat menghargai jasa-jasanya ter hadap negara ini & rakyatnya

  13. erdi.............. mengatakan:

    saya anak indonesa,kami merdeka bahwa negara kami indonesia bebakat,saya setuju cerita yang di atas.ihdup indonesa……………jawab rakyat indonesia,saya semakin semangat,bahwa imam bonjol memberi saya semangangatttttttttttttt,kami anak
    indonesiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  14. [...] Kisah Pahlawan Tuanku Imam Bonjol “Pemimpin Utama Perang Padri” [...]

  15. wew mengatakan:

    pahlawan q emang hebattt

  16. cinta tanah air mengatakan:

    orag zmn skrg hnya bs mengkritik dgn alasan penddkan & amp; sumber2 yg blm tntu jelas kbrpihakannya. Mrk (pejuang) sudah terbukti dgn jiwa dn raga berjuang buat kemerdekaan. Generasi skrg, apa yg tlh dilakukannya untk bangsa ini yg dirasakan oleh slurh warga negara ?

  17. Bang mengatakan:

    Apa yang dilakukan oleh TIB dan Paderi, mengeleminasi paganisme di tanah Batak memang sudah sewajarnya. Sayang usaha itu tidak berhasil 100%, sehingga masih menyisakan pagan-pagan seperti Parlindungan. Generasi Paderi sekarang dan yang akan datang, harus melanjutkan pekerjaan TIB yang tersisa.

  18. RIZKI mengatakan:

    tolong tg saya mau tentang latar belakang perjuangannya tuanku imam bonjol di tulis jugan di google ini . . .

  19. adhe mengatakan:

    okkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk??????????

    DEH kudapat mie

  20. pig ong mengatakan:

    memang hebat aku salut
    ^_^

  21. Citra mengatakan:

    sal;ut

  22. fauziah mengatakan:

    pahlawan(^^^)

  23. yoga dan alviAN mengatakan:

    wahaiii tuanku imam bonjol aku dan temanku sngat menghargai jasa-jasa mu semua jasa-jasa akan kami kenang dan kepahlawanmu sangat membantu tugas sekolah kami terimah kasih tuanku imam bonjol

  24. A.A. Wulanatalia W. mengatakan:

    Trimakasih untuk Tuanku Imam Bonjol yang sudah berjuang mengusir penjajah!!!-_-“

  25. adam mengatakan:

    gitu ajja kok repot….

  26. vitha mengatakan:

    MERDEKA

  27. Rizal Pradana Putra mengatakan:

    Mantap

  28. Devana mengatakan:

    Hidup Pahlawan Indonesia

  29. genlupzdis mengatakan:

    hidup

  30. Loebis mengatakan:

    Gelar pahlawan kepada Tuanku Imam Bonjol harus dipertahankan sampai kapanpun.. jaman dulu tidak ada HAM..kenapa Ham dikait-kaitkan dengan zaman.. orang mandailing tidak pernah menggugat…yang menggugat adalah orang-orang yan tidak mendapat hidayah dan sampai sekarang tetap non Muslim.. para generasi muda jangan trpropokasi dengan cara-cara kafir dengan menonjolkan HAM..

  31. Albaa ali mengatakan:

    imam bonjol memang pahlawan nasional, orang yang tidak setuju dengan kepahlawanannya kebanyakan orang batak yang kebanyakan nasrani, memang dulu semua penguasa daerah kebanyakan memperbesar wilayahnya dengan menaklukan daerah tetanganya, itu hukum alam jaman dulu belum ada negara indonesia yang ada raja raja kecil atau penguasa lokal, orang batak dulu juga gitu karena kalah dia mencari kesalahan TUANKU IMAM BOJOL

  32. trus belajar mengatakan:

    Tuanku Imam Bonjol

  33. silwi mengatakan:

    merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,thank you untuk para pejuang semuaa,,,,yang telah menaruhkan jasa jasa nya kepada negara ini,,,,

  34. dudirustandi mengatakan:

    saya bangga tehadap tuanku imam bonjol jgn lah iridgn anugerah yg telah ia dpatkan hy para pengusik jgn lah buat negeri ini jd kacau akibat oleh mu lw km mw anugreah seperti dia maka berbuat lah kebaikan ,jgn bisanya mengusik2 sejarh yg belum km keahui .apakah km hidup di msa tuanku imam bonjol pa ga dan km thu ga sejarah yg sebenarnya

  35. muhammat arif mengatakan:

    dia adalah tuanku dan dialahsemangat islamku

  36. cinta damai mengatakan:

    Bisa tdk yah, komen nya itu tdk saling memojokan satu sama lain,.. negara kita kan menegaskan bahwa agama di indonesia itu ada 5, kenapa kalian msh pada berseteru, katanya anak indonesia , berbangsa dan bertanah air, merupakan satu kesatuan, apakah itu hanya sebuah simbol??? masalah untuk menganut agama terserah dengan hak masing2 dong,.. indonesia gmn bisa maju klo rakyatnya hanya memikirkan ego nya sendiri,..

  37. nira amelia putri mengatakan:

    sekarang harus , giat belajar

  38. desy mengatakan:

    akk bngga dngan pahlawan ku……???

  39. desy mengatakan:

    mkasi pahlawan akk ats klian smua negri INDONESIA ini bsa MERDEKA…..

    meeeerrrdeeeeka negri akk…

  40. nanang mengatakan:

    semoga arwahnya diterima di sisi-Nya

  41. fakri mengatakan:

    enak juga lagu

  42. [...] Posted: 30 Maret 2009 by admin in Imam Bonjol, Kaum Adat, Kaum Agama 43 [...]

  43. Sigit Setia Eka mengatakan:

    Apa betul di kota Medan tidak ada nama jalan Tuanku Imam Bonjol?
    Seperti di kota Solo dan Yogyakarta tidak ada nama jalan Trunojoyo (KOMPAS 22 Oktober 2011)
    Seperti juga di Jawa Barat tidak ada nama jalan Majapahit & Gajah Mada karena peristiwa alun-alun Bubat kurang lebih 700 tahun yang lalu….

  44. ngapain diganggu orang batak dan tanah batak ya……..
    apa salah orang batak?

  45. Bhenonly Bhen mengatakan:

    makasih ceritanya bung..
    #dari cerita ini akhirnya saya lebih banyak tahu dan akan saya coba untuk membuat puisi^

  46. shiren mengatakan:

    aku salut sama perjuangan TIB

    T I B
    emang oke…………!!!!!

  47. salsyabila mengatakan:

    saya sangat bangga sekali karna tuan sudah menyelamatkan negara indonesia dari penjajahan belanda dan jepang

  48. arsyi mengatakan:

    aku sangat bangga karena semua pahlawan telah menyelamatlan negara kita

  49. Ali Tadjri mengatakan:

    INDONESIA slalu sukses

  50. maricc mengatakan:

    aqw salut pada perjuangan imam bonjol imam bonjol is tebest

  51. I L0V3 IND0N3S14 mengatakan:

    Thx yya..

    Aku dpet tugas dri guru jdi bisa ngerjain..

  52. Masday mengatakan:

    Artikel yang bagus. Salam kenal. Bagi anda yang mempunyai keluhan sakit jantung, stroke, diabetes, kolesterol jahat, tekanan darah tinggi, dll Silahkan klik BADAN SEHAT Semoga Bermanfaat

  53. Hunting Wolf Raider mengatakan:

    thanks ya atas artikelnya.light for thanks

  54. amalia azka mengatakan:

    bagus sekali !!

  55. iwa mengatakan:

    Kita harus bangga kepada pahlawan2 kita karena mereka lah sudah merebut KEMERDEKAAN.kalau kita semua hanya menghormat bendera saja banyak alasan seperti CONTOH : sakit perut sakit kepala dan sakit lain2.kalau pahlawan2 kita sampai menetas darah

  56. saudia mengatakan:

    ane gak masalah, ane yakin gak akan terpengaruh orang2 yang nulis buku itu.
    anak kemarin sore kok cerita tentang jaman dulu, sok tau lagi :D

  57. benjol mengatakan:

    wah orang iri yang nulis bukunya, kurang efek ah :P
    yang keren disini

  58. rahma .. mengatakan:

    kerennnnn !!

  59. BERLIN mengatakan:

    WAH……… HEBAT BAGAT

  60. sifa mengatakan:

    semoga perjuangan Tuanku Imam Bonjol tidaklah sia-sia untuk kita semua

  61. Tem Hatano mengatakan:

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya,lalu mengapa kt anak bangsa ini yg katanya bangga akan kebinekaannya malah saling menghujat,dan berebut kebenaran padahal kebenaran yg sejati dan hakiki hanyalah milik sang penguasa alam.
    Jangan kt seperti pemimpin kontenporer sekarang ini yg mengatas namakan rakyat demi perjuangan nya namun setelah tercapai malah penderitaan rakyatnya yang bertambah …..
    Waulahu’alam bissawab………….

  62. afry catur perlambang mengatakan:

    Jika Aku Seperti Imam bonjol aku terus bersabar Amieen…

  63. adnan mengatakan:

    aku bangga sama pahlawan yang gugur di medan perang aku menghargai jasanya akan ku kenang mereka di hatiku yang murani

  64. adnan mengatakan:

    aqw itu bagus

  65. ucok ritonga mengatakan:

    bagaimanapun setiap manusia punya cela dan salah tapi cela dan salah tuanku imam bonjol tertutupi dengan kegigihannya melawan penjajah belanda..dan orang batak mandailing tidak akan pernah mau mengugat gelar kepahlawannya…karena kami tahu jasa tuanku sangat besar kepada negeri ini..

  66. ALKHAIDHIR JUNIOR mengatakan:

    terima kasih pahlawanku ???????

  67. arwani ahmad mengatakan:

    Allah menyelamatkan kita dan mensejahterakan kita…Allah membuat mereka para pahlawan sebagai simbol, pelaku, penebus, apapun namanya dari “tangan” Allah. maka memuliakan jasad, ruh, keluarga dan keturunannya.dan bangsanya.>>para pahlawan bukan penyelamat bangsa, bukan pembuat merdeka, bukan karena mereka bangsa ini merdeka…sama sekali tidak ada andil usaha mereka.

  68. Djoko mengatakan:

    Manusia tdk Ada yg sempurna, Dan sejarahnya terjadi Ada konteknys. TIB sudah tiada, dia mempertanggungjawabkan Amal Dan perbuatan di hadapan Allah yang Maha Kuasa, sebagaimana kita juga harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Lebih baik membangun diri, keluarga, lingkungan Dan Indonesia tercinta. Atau Akan hilang di panggung sejarahnya….

  69. lufi mengatakan:

    PAHLAWANKU ….semua berhati suci dan nurani bersih ….tanpa ada niat buruk dalam setiap langkahnya …….sayang niatmu yang dulu itu tidak dilaksanakan oleh generasimu sekarang………hanya kepentingan pribadi dan golongan yang diutamakan………semoga mereka ditunjukan kejalan yang benar……..atas kesiasiaan tetes darahmu ……..di bumi nusantara ini

  70. Ukhuwah mengatakan:

    Ijin share

  71. admin mengatakan:

    Silahkan Ukhuwah

  72. leelys mengatakan:

    sip lengkap pokoknya
    makasih ya….

  73. anggun mengatakan:

    pahlawan indonesia sangat tangguh meskipun hasilnya guaaagaaalllllllll……………..

  74. fahri mengatakan:

    jasanya imam bonjol apa kk kok ga di beritau disini

  75. abcde mengatakan:

    waaaw

  76. novalia putri diana mengatakan:

    pahlawan ku tanpa tanda jasa !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    terima kasihku untuk mu ************
    NOVA

  77. Mantak mengatakan:

    Bukankah dia dalang pembantaian ribuan manusia di tanah Batak? Manusia-manusia yang tidak bersalah. Begitukah seorang pahlawan. Kalau manusia seperti itu saya kira lebih cocok disebut penjahat kemanusiaan. OK?

  78. antiislam mengatakan:

    islam itu memang kejam…liat saja sejarah muhammad yang isinya tentang pemerkosaan, pembunuhan, penjarahan, hingga pembantaian. islam bukan agama…islam cuma ciptaan muhammad untuk melampiaskan nafsu perang dan nafsu seksnya

  79. anti kristen mengatakan:

    imam bonjol emang hebat banget islam eamang agama yang di ciptakan ole allah swt

  80. rahasia blog mengatakan:

    biografinya brmnfaat bngt skli.. thnx…

  81. srsrr mengatakan:

    tanggal berapa tuanku imam bonjol lahir

  82. srsrr mengatakan:

    TTL Tuanku Imam BONJOL BRAPA KAK

  83. admin mengatakan:

    Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864

  84. admin mengatakan:

    maaf saya sdh cari informasi, sementara ini belum dpt tgl lahirnya. terima kasih

  85. kita seharusnya menyadari apa yang Tuanku Imam Bonjol. Dan aku juga berterima kasih karena atas perjuanggannya sampai hayatnya. Terima kasih Tuanku Imam Bonjol

  86. jontor mengatakan:

    jangan asal bela.. di mandailing jaman tuanku lelo banyak korban..
    cerita tua-2 dia itu setiap ngasah pedang ngetesnya sama leher budak yang di tangkapi..
    dan hobbynya berburu budak buat dijual ke belanda..
    ini yang angkat kan si bonjol..
    jadi dosanya banyak sama HAM..

  87. mulki mengatakan:

    klo mau jujur dan dibuktikan lewat bukti2 sejarah, coba dihitung, berp org2 krisen yg jadi pahlawan? kebanyakan mereka adalah penhianat negeri, krn satu agama dengan para penjajah, yah mereka mereka lebih banyak yg jadi kaki tangan penjajah

  88. minecrafr man mengatakan:

    kapan tuanku imam bonjol lahir dan dimana tuanku imam bonjol lahir

  89. Krisna Hayu Siwanata mengatakan:

    Hanya Tuhan lah yang tahu perjuangan imam bonjol itu dan sebenarnya ditanya aja ada kah keturunan dari Imam bonjol.Tapi,Islam is still the best

  90. Anonymous mengatakan:

    Tahukah anda, Jika anda ke Daerah Sumatera, dan menyebut Tuanku Imam Bonjol Sebagai seorang pahlawan, ada kemungkinan masyarakat golongan tua akan menatap sinis anda.
    Karena, Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang penjahat , suka membunuh bagi mereka. ya benar, saya tidak salah menulis. Meskipun ia memimpin pasukan melawan Belanda, namun ada beberapa sumber mengatakan bahwa Tuanku Imam Bonjol menjarah setiap desa yang ia lewati, memaksa laki2 nya untuk bergabung dengan tentaranya, membunuh yang menolak, dan berbuat tidak hormat terhadap para wanitanya. Itu sekedar info aja

  91. nisa mengatakan:

    wah imam bonjol hebat.Tapi sayangnya teman laki -laki saya mengejek anda kecuali akmal,tsabat,azzam,Ihya,imam,nanda,alif,ahmad,cyril!Terima kasih imam bonjol kau pendekar islam yang baik seperti hasan al banna,imam safi’i,dll.semoga masuk surga aminn..

  92. Yida mengatakan:

    Cerita ini bikin aku terharu!Semoga Imam Bonjol masuk Syurga di langit Ke-7.Amiennnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s