Pendidikan Bela Negara

Posted: 25 Maret 2009 in Bangsa, Ketahanan Negara, Pendidikan Bela Negara

paskibrakaOleh Idrus Affandi

Sistem ketahanan negara, khususnya bagi bangsa Indonesia, adalah sesuatu yang sangat penting. Bukan saja karena ada kebutuhan dan tuntutan empirik-objektif kondisi wilayah Indonesia dan pluralisme sosial bangsa Indonesia, tetapi demi kepentingan masa depan bangsa Indonesia sendiri. Tanpa memerhatikan masalah seperti ini, maka setiap orang akan mengalami kesulitan mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Salah satu solusi jangka panjang menciptakan sistem ketahanan negara yang tangguh adalah melalui pendidikan bela negara. Pendidikan dimaksud sesuai amanat Pasal 30 UUD 1945 bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk bela negara. Pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang wajib, sejalan dengan kenyataan empirik yang berkembang saat ini dan menjadi satu kebutuhan Indonesia, untuk melakukan reorientasi sistem ketahanan nasional. Melalui pendidikan bela negara, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia yang kuat dan kokoh. Kesadaran kolektif ini akan menjadi fundamen ketahanan negara, di masa kini dan masa yang akan datang. Di samping itu, melalui pendidikan bela negara, diharapkan akan tersosialisasikan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, atau kebangsaan secara rasional, objektif, dan kontekstual.

Letak Indonesia

Hal paling menonjol dan perlu diperhatikan secara seksama, adalah Indonesia berada pada persilangan dua kekuatan besar dunia. Secara geografis, Indonesia berada di persilangan dua benua Asia dan Australia. Dua samudra Hindia dan Pasifik. Kedua letak geografis ini, sudah dikenal lama dan mungkin juga sudah familiar di telinga bangsa Indonesia.

Sementara itu, banyak yang khilaf mengenai letak bangsa Indonesia dari sisi yang lain. Kekhilafan ini menyebabkan kita kurang memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi, terhadap masa depan ketahanan negara Indonesia. Dalam konteks ini, ada dua letak Indonesia yang perlu mendapat perhatian seksama.

Pertama, letak ideologi. Setuju atau tidak, diakui atau tidak, Indonesia sebenarnya ada di antara persilangan ideologi dunia yang berbeda. Di sebelah Timur ada Australia yang berhaluan liberalisme-kapitalisme. Bahkan, kita dapat menyebutkannya sebagai negara Barat yang ada di Timur. Australia adalah negara benua yang memiliki haluan kapitalisme-liberalisme, sebagaimana yang berkembang di dunia Barat. Sementara, di sebelah Barat Indonesia berbatasan pula dengan negara Asia yang memiliki ideologi sosialis-komunis, khususnya negara Cina.

Kedua, letak ekonomi. Dari sisi mana pun, Indonesia merupakan negara yang berada di daerah persilangan ekonomi yang sangat besar. Indonesia ada di persilangan negara kapitalis-sosialisme. Ekonomi-ekonomi negara Australia dan Singapura adalah negara-negara pengusung kapitalis. Sedangkan negara Cina, masih mengedepankan sistem ekonomi sosialis.

Francis Fukuyama 1998-an, sudah memproklamasikan kemenangan kapitalisme-liberalisme dalam pentas peradaban dunia. Ideologi kapitalisme-liberalisme saat ini, telah menjadi satu ideologi dunia yang kuat dan kokoh, setelah ideologi sosialisme runtuh, khususnya ditandai runtuhnya kampiun sosialisme Eropa yaitu Uni Soviet.

Kendati demikian, keruntuhan Uni Soviet tidak serta merta diikuti melemahnya ideologi sosialisme. Hal ini, ditunjukkan munculnya Cina. Negara sosialis ini muncul dan menggeliat, menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia. Produk-produk Cina bermunculan menjadi kompetitor produk ekonomi Asia atau pabrikan Barat lainnya. Barang elektronik dan otomotif dari Cina, sudah merambah ke berbagai penjuru dunia. Ini adalah contoh bahwa Cina mulai menunjukkan kekuatan ekonominya di dunia.

Peta persilangan ini menjadi sangat penting, khususnya bila dikaitkan dengan tarikan ideologi dunia terhadap kultur masyarakat Indonesia. Secara sederhana, dengan adanya tarikan kedua ideologi itu, akankah negara Indonesia terjebak dan hanyut dalam sistem ekonomi dunia atau sistem ideologi dunia? Apakah Indonesia akan memiliki karakteristik keunikan sistem kehidupan ekonomi dan kehidupan berbangsa yang berbeda, dengan sistem ekonomi dunia atau sistem ideologi yang lainnya? Inilah pertanyaaan menarik untuk diperhatikan oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia saat ini.

Pengalaman masa lalu

Krisis multidimensi berkepanjangan yang menimpa bangsa Indonesia, perlu ditafsirkan dalam konteks ini. Artinya, krisis nasional Indonesia merupakan satu pertanda permainan ideologi dunia yang sedang melanda bangsa Indonesia. Korea Selatan, dengan ideologi kapitalisme Barat nya, mampu menunjukkan kecepatannya dalam memulihkan krisis ekonomi nasionalnya. Padahal, krisis moneter akhir abad XX waktu itu, sebelum menimpa Indonesia, menghantam nilai Won Korea terlebih dahulu. Tapi, temyata mereka dapat pulih kembali dengan cepat.

Hal yang menarik, justru Cina hampir tidak terkena badai krisis moneter tersebut. Terhadap kondisi ini, patut diajukan pertanyaan, mengapa dapat terjadi seperti itu? Salah satu alternatif jawabannya adalah fundamental ekonomi Cina yang kokoh, sehingga sistem ketahanan negara di bidang ekonomi ini, mampu bertahan dari serangan badai krisis akut yang melanda dunia.

Pada sisi lain, bukan hanya Korea Selatan yang kapitalis, namun Cina yang sosialis, begitu kuat dan kokoh dari serangan krisis. Negara jiran Malaysia, yang merupakan salah satu negara yang terkena badai krisis ekonomi, ternyata hanya dalam hitungan bulan mampu menunjukkan kebangkitannya kembali. Negara ini, selain memiliki wajah ekonomi kapitalis, tetapi memiliki wajah ekonomi syariah. Salah satu kebijakan politiknya, Mahathir Muhammad di saat masih menjabat sebagai Perdana Mentri Malaysia adalah menolak bantuan IMF dalam memulihkan ekonomi mereka. Padahal, IMF adalah instrumen kapitalisme global.

Jika Korea dapat pulih dengan IMF, Malaysia dapat pulih dengan menjauhi IMF. Bagaimana Indonesia? Sekali lagi kita temukan, Indonesia adalah negara yang masih gamang. Bukan hanya gamang dalam ideologi, tetapi juga gamang dalam ekonomi. Dalam konteks pemulihan ekonomi nasional ini, Indonesia gamang. IMF diterima setengah hati, bangkit dengan keunikan ekonomi koperasi sebagai sokoguru nasional Indonesia juga setengah hati, muncul dengan ekonomi syariah setengah hati. Akibatnya, sudah sangat jelas, kita tidak mudah keluar dari krisis nasional.

Dari sisi ideologi, akibat ketidakjelasan kepemihakan bangsa Indonesia, kita menjadi bulan-bulanan politik dunia. Australia, yang bernafsu menjadi polisi dunia di Asia Pasifik, begitu semangat mendukung program-program globalisasi atau kapitalisme dunia. Dalam masalah perang melawan terorisme, Australia menjadi negara terdepan dalam mengampanyekannya. Bahkan, Australia sebagai negara Timur, menjadi pendukung utama penyerangan ke Irak. Australia seolah-olah menjadi saudara kembar Amerika Serikat dalam berbagai kampanye dunia global, kampanye kapitalisme, dan kampanye antiterorisme.

Sebagai satu negara kembar Barat yang ada di Timur, Australia kerap mengejutkan nurani bangsa Indonesia. Program antiterorisme atau Detasemen 88 milik Polri, dalam operasinya, tidak terlepas dari pantauan Australia. Bahkan, angka 88 pun dihipotesiskan dan dinisbatkan kepada jumlah korban warga Australia dalam peristiwa bom Bali.

Pada satu bulan terakhir, Autralia kerap memunculkan kebijakan-kebijakan yang kurang menyamankan bangsa Indonesia. Pembelian senjata perang jarak jauh, statemen politik yang menyerang dan menyudutkan Indonesia, campur tangan Australia dalam beberapa kasus kriminal di Indonesia, merupakan sebagian persoalan keamanan negara yang terpengaruhi oleh peran Australia yang berobsesi menjadi polisi dunia di wilayah Asia Pasifik.

Pendidikan bela negara

Salah satu solusi jangka panjang menjaga keutuhan, keamanan, dan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara, Indonesia membutuhkan fundamental ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan nasional yang kuat dan kokoh. Tanpa fundamental ketahanan nasional yang kuat, ancaman keamanan dan kenyamanan bangsa sangat rentan. Untuk itu, solusinya adalah pendidikan kewarganegaraan melalui pendidikan bela negara.

Pendidikan bela negara ini menjadi penting, karena pertama kebutuhan legal. Secara hukum, khususnya merujuk Pasal 30 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kewajiban bela negara. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan bela negara menjadi sesuatu hal yang legal dan dipayungi konstitusi negara yang sangat kuat.

Kedua, sebagaimana merujuk pada penjelasan di atas, pendidikan bela negara menjadi sesuatu yang wajib, sejalan dengan kenyataan empiris yang berkembang saat ini, yaitu jika dikaitkan dengan kondisi empiris Indonesia yang berada pada persimpangan kepentingan dunia. Realitas empiris inilah yang menjadi satu kebutuhan Indonesia untuk melakukan reorientasi sistem ketahanan nasional.

Ketiga, kepentingan masa depan, khususnya dikaitkan dengan potensi ancaman di masa yang akan datang. Dalam versi AS dan sekutunya, ancaman terbesar dunia zaman sekarang ini adalah terorisme. Terorisme dimaksud adalah terorisme negara dan teorisme kelompok. Negara besar yang kuat secara militer dan/atau kuat secara ekonomi-politik, merupakan ancaman yang potensial sebagai terorisme negara di masa yang datang. Sebagai contoh kasus penyerangan ke Irak. Kendati tidak mengantongi izin PBB, AS yang merasa kuat secara ekonomi dan militer, kemudian melaksanakan penyerangan ke Irak. Hal demikian, menjadi preseden dan indikasi bahwa negara yang kuat secara ekonomi dan militer, potensial menjadi terorisme negara kepada negara-negara lain. Dengan mengatasnamakan melawan terorisme, negara besar dapat menjadi negara teroris. Bahkan, Palestina sampai sekarang tidak pemah merasakan kenyamanannya sebagai satu negara berdaulat. Sementara, Israel dengan segala fasilitas hukum, fasilitas politik, serta fasilitas militernya dari AS, tetap menjalankan teror kepada masyarakat Palestina.

Contoh di atas, hanyalah sebagian kecil pengalaman dunia saat ini, yang dapat dijadikan rujukan bahwa ancaman masa depan Indonesia menuntun pentingnya upaya untuk pendidikan bela negara. Dengan program bela negara ini, diharapkan akan terbangun satu kesadaran kolektif nasional Indonesia yang kuat dan kokoh dalam membela bangsa dan negara Indonesia.***

About these ads
Komentar
  1. Bocah Bajang mengatakan:

    Bela Negara akan dengan sendirinya muncul kalau dalam pendidikan dasar hingga tinggi, anak bangsa mengetahui secara jelas sejarah bangsanya. Sejak abad ke 4 dari tumbuhnya Kerajaan taruma Negara di utara bekasi, hingga puncak kejayaan Kerajaan Majapahit di desa tarik (kini desa Trowulan, Mojokerto jawa Timur), mampu memberi pelajaran, betapa pentingnya Bela Negara

  2. Akan Maskan mengatakan:

    Setuju amat so Bela Negara (BN) sesuai amanat konstitusi seyoginya hrs dipahami oleh setiap Warga Negara Indonesia,bahkan setiap Warga Negara Indonesia harusnya membaca,tahu dan memahami semua kandungan Konstitusi NKRI dimana dia sbg seorang Warga NKRI. Bahkan dalami latar belakang,sejarah lahir dan tumbuh kembangnya NKRI sd saat ini selamanya, sehingga kita sbg Warga Negara tidak salah arah/kehilangan arah atau tak tahu lagi arah kemana/bagaimana Bangsa dan NKRI dapat mencapai Cita2 serta Tujuan keberadaan NKRI di Dunia diantara Bangsa2 dan Negara2 yg ada. Dalam Konstitusi semua ditetapkan dan kesana kita hrs mengacu, Konstitusi hrs jadi pisau ukur dan pedoman manakala kita khilaf atau ada silang pendapat atau selisih paham. Nah Pendidikan Bela Negara adalah dimaksudkan agar setiap Warga Negara Indonesia tahu diri dan paham akan hak dan kewajiban nya sebagai salahsatu dari segenap jutaan Warga NKRI, yaitu agar dapat mengawal NKRI mencapai Cita2 serta Tujuan adanya NKRI sebagaimana diamanatkan Konstitusi. Agar segenap Warga Negara Indonesia apapun status,jabatan,kedudukan dan posisi dalam NKRI tidak sekala-kali khilaf dan kehilangan arah untuk selalu menegakan keberadaan/kedaulatan NKRI diantara Bangsa2 dan Negara2 berdaulat lainnya di Dunia. Pendidikan Bela Negara wajib harus disampaikan kepada segenap dan setiap Warga Negara Indonesia “Ingat tidak semata-mata tanpa maksud maka Bela Negara sebagai salah satu Pasal didalam UUD’45, sebagai sumber hukum dari segala hukum bagi NKRI”

  3. kami dari Perhimpunan Penyelamat NKRI (PPNKRI),mengajak kepada rekan-rekan atau organisasi yang mau bergabung dengan kami untuk menyelamatkan NKRI, UUD’45’. Organisasi kami tidak ada kaitan dengan Pemerintahan Pusat,dan Daerah,organisasi kami ingin menyelamatkan seluruh yang ada di dalam ruang lingkup NKRI. berupa aset-aset negara, seperti contoh:BUMN,CAGAR ALAM,BARANG TAMBANG,MINYAK BUMI,FLORA&FAUNA,DLL.hub:4523047
    kantor PPNKRI jl.Bolevard Raya Ujung RA.1 No.3. kirim data rekan-rekan ataua data Organisasi yang ingin bergabung dengan kami. Kami tidak Menerima rekan-rekan/organisasi yang sudah ada di dalam Pemerintahan. bertanda tangan Adi Partogi Singal Simbolon,SH (Ketum PPNKRI.mari selamatkan NKRI ini dari para tangan-tangan yang rakus dan ingin dimiliki semua.dan jangan sampai aset-aset Negara kita di jual dan dimiliki oleh pihak-pihak Asing.dan mari kita bersatu hati Untuk menjaga UUD’45, pancasila,Bendera Merah-putih,dan lagu Indonesia Raya. mari kita kibarkan,dan gelorakan semangat Nasionalisme bagi NKRI
    bahwa kita sebagai penerus perjuangan para pejuang kita. selamat ngara Indonesia ini dari pihak-pihak yang ingin merebut NKRI dan jangan pernah NKRI di hapus,dihilangkan,dan di tiadakan lagi.karna ini adalah negara yang telah di perjuangkan dengan darah dan nyawa. NASIONALISME…. BANGKIT…. dengan DARAH… dan NYAWA KITA…..MERDEKA…MERDEKA… Ketum PPNKRI Adi Partogi SIngal Simbolon,SH
    ada Organisasi yang memperjuangkan RI yaitu,”Perhimpunan Penyelamat NKRI (PPNKRI). SALAM PERJUANGAN DARI KAMI Perhimpunan Penyelamat NKRI (PPNKRI)Siapun yang merasa mempunyai atau terpanggil untuk menyelamatkan NKRI, mari bergabung dan berjuang bersama kami.karna NKRI adalah harga mati buat kita sebagai penerus cita-cita Bangsa dan pejuang kita dahulu kalla. siapapun merasa mempunyai rasa Nasionalisme,Patriolisme. mari datang… rekan-rekan..mari datang menjadi pejuang NKRI. sebarkan ini keseluruh negara ini yaitu,NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)

  4. kabeon mengatakan:

    SETIAP WARGA NEGARA HARUSLAH MENAJDI PRIBADI YANG KUAT DULU BAGI DIRINYA SENDIRI SEBELUM MEMPUNYAI KEPRIBADIAN BELA NEGARA.KARENA DARI DIRI SENDIRILAH KITA ISAMENCINTAI NEGARA KITA INI.
    WAJIB MILITER JALAN PALING AKHIR BAGI KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    MERDEKA ATAU MATI
    LEBIH BAIK PULANG NAMA DARI PADA KALAH DALAM PERANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. kabeon mengatakan:

    SETIAP WARGA NEGARA HARUSLAH MENJADI PRIBADI YANG KUAT DULU BAGI DIRINYA SENDIRI SEBELUM MEMPUNYAI KEPRIBADIAN BELA NEGARA.KARENA DARI DIRI SENDIRILAH KITA ISAMENCINTAI NEGARA KITA INI.
    WAJIB MILITER JALAN PALING AKHIR BAGI KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    MERDEKA ATAU MATI
    LEBIH BAIK PULANG NAMA DARI PADA KALAH DALAM PERANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. Mang Hadi mengatakan:

    Saya, sangat ingin PBN lebih ditingkatkan. Saya mengajar wawasan kebangsaan bagi peserta Prajabatan, seringa saya tanyakan, Tahukah anda dimana Diponegoro dimakamkam? tahukan anda dimana Tuanku Imam Bonjol berjuang dan dimana dibuang oleh belanda dan wafat dimana???? Banyak sekali yang tidak bisa jawab. Alasannya pelajaran sejarah sudah lupa. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pada pahlawannya?. Semakin jauh kita dari peristiwa perjuangan kemerdekaan…semakin sedikit yang mengerti bagaimana bangsa ini berjuang….. Karena itu PBN sangat perlu agar kita sadar bagaimana kita mempertahankan negara tercinta ini yang telah susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan kita…. Merdeka!!!!

  7. rizka mengatakan:

    saya sangat setuju dengan artikel ini . terimakasih :)

  8. Sugiarno S mengatakan:

    Pembelajaran sejarah tanah air, difilmkan. Terus diputar di sekolah-sekolah. InsyaAllah akan berhasil.

  9. menurut saya bela negara di jaman sekarang harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu. Misalnya mengemas film-film sejarah Indonesia dengan gaya modern dan tidak “membosankan” sehingga para penonton bisa takjub dengan negara Indonesia ini. Lihat saja film “Pearl Harbour”. itu adalah salah satu film sejarah yang di kemas secara modern. Mereka mengemas film tersebut dengan sebaik mungkin.Sehingga penonton cukup dimanjakan oleh efek-efek film yang membuat mereka serasa menyatu dengan film tersebut. Mengapa kita tidak mulai saja dengan film sejarah Indonesia. Saya yakin penonton akan “terdoktrinisasi” setelah melihat film tersebut. Lama kelamaan rasa cinta terhadap tanah air ini akan terakumulasi dengan sendirinya.

    terima kasih

  10. jaelani mengatakan:

    trims artikelnya, semoga bermanfaat

  11. negara korup mengatakan:

    weird posted wew

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s