Mampukah Riset Kita Berdiri Sejajar dengan Negara Maju ?

Posted: 17 Maret 2009 in Demokrasi, Indonesia, Negara Maju

indonesia-majuOleh: Arli Aditya Parikesit

Sebenarnya Indonesia memiliki beberapa keunggulan, yang bahkan tidak dapat disamai oleh negara maju sekalipun. “Raksasa-raksasa” riset dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa tentu saja memiliki keunggulan dana yang berlimpah, fasilitas yang memadai, dan referensi yang lengkap.

Jika akhirnya Indonesia memilih berhadapan dengan mereka, dengan menggunakan pola pikir mereka juga, maka sudah dipastikan Indonesia tidak akan bisa kemana-mana. Namun, apa saja keunggulan Indonesia, dibanding “raksasa-raksasa” itu, terutama bidang yang bisa dikembangkan untuk riset? Apakah masih ada harapan untuk berdiri sejajar dengan mereka? Mari kita simak.

Pemetaan Kekuatan Riset Kita

Selama ini, Indonesia memiliki kekuatan sumber daya manusia yang luar biasa. Banyak sekali ilmuwan dan dosen lulusan luar negeri, yang memiliki pengalaman riset internasional, yang akhirnya kembali ke Indonesia. Mereka pun mengabdi di institusi masing-masing. Adapun, dengan modal SDM yang kuat itu, ada baiknya kita mulai memetakan dimana kita bisa memfokuskan diri dalam riset. Pemetaan ini penting, sebab kita harus mencari niche, dimana keunggulan kita dapat tumbuh, ditengah para raksasa riset dunia.

Biologi Kelautan: Megabiodiveristas yang Luar Biasa

Sebagian besar luas Indonesia terdiri dari laut. Di dalamnya, terdapat megabiodiversity yang luar biasa variasinya. Indonesia merupakan salah satu negara, yang memiliki terumbu karang yang paling kaya. Salah satu rekan kami, Hawis Maduppa, merupakan salah satu peneliti yang aktif dalam kajian terumbu karang. Linknya ada disini: http://bunghaw.wordpress.com/. Sebagai salah satu sumber megabiodiversity, laut kita memiliki sumber daya hayati yang berlimpah untuk berbagai keperluan, seperti pangan dan obat. Adapun masalah yang dihadapi adalah bagaimana manajemen kelautan tersebut bisa mengatasi berbagai penyimpangan yang terjadi, misalnya menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, dan membangkitkan semangat entrepreneurship bagi para nelayan. Dengan pemanfaatan sumber daya hayati secara sustainable, dan tetap menjaga kelestarian ekosistem, maka Indonesia akan memiliki posisi tawar yang lebih baik dengan negara-negara maju.

Penyakit Tropis: Kajian yang Hanya Bisa Dilakukan di Negara Tropis

Demam Berdarah dan Malaria adalah penyakit mengerikan yang belum ada obatnya sampai sekarang. Vaksin masih dikembangkan, namun belum selesai. Selain itu, penyakit-penyakit ‘klasik’ di dunia tropis, seperti Kolera, disentri, dan tiphus juga tetap masih mengancam. Namun, dokter-dokter kita merupakan pakar yang sangat terlatih dalam menghadapi penyakit tropis. Dengan pengalaman ratusan tahun, dari sejak jaman kolonial Belanda, dokter kita telah menangani berbagai macam penyakit tropis. Para dokter dari negara maju, bisa dipastikan tidak akan bisa menangani penyakit tropis sebaik dokter kita, karena pengalaman mereka sehari-hari memang tidak menjumpai penyakit seperti demikian.

Cultural and Humanity Studies :Indonesia sebagai “Magnet Kultural”

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan budaya paling lengkap. Dengan 300 suku bangsa, yang memiliki bahasa sendiri-sendiri (bukan dialek), menjadikan Indonesia sebagai tempat paling ideal untuk studi kemanusiaan. Indonesia telah memiliki pakar ilmu kemanusiaan, seperti alm Prof Koentjaraningrat dan alm Prof Parsudi Suparlan, yang telah memberi warna bagi perkembangan sains kemanusiaan Indonesia. Dinamika sosial kemanusiaan yang luar biasa di Indonesia, seperti interaksi antar kelompok, interaksi antar suku, interaksi intra suku, dll, menjadikan Indonesia sebagai kajian yang sukar ditandingi oleh negara maju sekalipun. Justru banyak peneliti dari negara maju, yang datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian di bidang ilmu kemanusiaan. Contoh yang paling terkenal, adalah Clifford Geertz, yang membagi Islam di Jawa menjadi tiga kelompok, santri, priayi dan abangan dan Snouck Hourgrenje, yang membedakan peran ulama dan hulubalang di Aceh. Walau teori mereka banyak dikritisi, namun hal itu sudah menjadi contoh, bahwa Indonesia memang merupakan ‘magnet kultural’ yang luar biasa. Salah satu hal yang segera harus dibenahi, adalah supaya Indonesia bisa konsisten dalam pengembangan sains kemanusiaan, sesuai dengan tradisi yang diterapkan oleh Prof Koen dan Prof Parsudi.

Political Studies : Indonesia sebagai Salah Satu Negara Demokrasi Terbesar di Dunia

Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Berbeda dengan Amerika Serikat, yang memilih presiden lewat sistim elektoral, Indonesia memilih presiden secara langsung. Setelah reformasi tahun 1998, Indonesia memiliki situasi politik yang sangat dinamis, mungkin yang paling dinamis di asia. Pemilu 2009 akan menjelang, dan situasi politik kita akan semakin dinamis. Inilah merupakan saat-saat yang paling menarik untuk melakukan kajian politik. Di era reformasi ini, banya istilah politik baru yang diperkenalkan. Salah satunya adalah ‘quick count’, dimana peneliti mengambil sampel dari pemilih untuk memprediksi siapa pemenang pemilu daerah dan nasional. Dalam kebanyakan kasus, prediksi mereka tepat.

Teknologi Informasi (TI): Dimana Open Source bisa Berperan

Hal ini sudah sangat jelas. Jika ingin melakukan penelitian yang high tech, namun dengan biaya yang sangat terjangkau, maka TI merupakan salah satu pilihan logis. Platform Linux, yang merupakan sistim operasi Open Source, telah memungkinkan dilakukannya riset TI high tech, namun dengan biaya rendah. Bahkan Indonesia telah membangun distro linux sendiri. Mengenai TI, sedang dibahas artikel saya di Netsains. Klik disini.

Demikian pembahasan saya soal ini. Jika diantara pembaca ada yang punya ide, mengenai apa ide riset yang bagus, maka saya terbuka saja. Paling tidak, dengan tulisan ini, saya berusaha ‘menggugah’, bahwa Indonesia sebenarnya masih memiliki nilai tawar yang tinggi dalam bursa riset dunia. Saya sepakat, bahwa berteriak-teriak menyalahkan kondisi riset Indonesia, yang dalam beberapa hal memiliki kelemahan, adalah tidak ada gunanya. Ada baiknya, daripada teriak-teriak menjelek-jelekkan Indonesia, kita berembuk mencari solusi untuk memperbaiki kondisi riset kita. Tulisan ini, memang dimaksudkan untuk mencari solusi, dan syukur-syukur menggugah kesadaran kita semua.

About these ads
Komentar
  1. Heru Triy mengatakan:

    Saya pribadi sanagat setuju apa yang tertuang dalam naskah tsb, memang NKRI kita terlalu banyak bahan baku mulai dari SDM sampai SDA, sayang sekali belum terkelola dengan baik, apalagi potensi yang ada di wilayah perbatasan baik perbatasan dengan Malaysia, PNG maupun RDTL. dengan kondisi yang demikian ini saya menyarankan kepada lembaga yang mempunyai kewenangan agar mengadakan riset secara terpadu tentang potensi diwilayah perbatasan, jadikanlah perbatasan sebagai beranda muka NKRI, bukan sebagai daerah belakang, kaerena setahu saya terutama perbatasan dengan Malysia masyarakatnya cukup potensi dan militan untuk membangun dan menjaga Kedaulatan NKRI, yang saya kawatirkan masyarakat di perbatasan tsb akan hilang rasa kebangsaannya, yang disebabkan kurang nya perhatian kita sebagai rakyat Indonesia pada kesejahteraan saudara kita yang di perbatasan………….

    SALAM
    KEBANGSAAN NKRI MAJU TERUS KITA BISA.

  2. arief mengatakan:

    kita bangga mempunyai bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang tiada tandingannya….

  3. iwan mengatakan:

    saya bangga dengan negara indonesia.
    tapi saya malu,koruptor merajalela.
    kenapa negara kita ga pernah mau bersatu membangun bangsa ini agar dapat sejajar dengan negara raksasa??

    saya yakin dengan kekayaan alam yang kita punya dan dengan kesatuan yang utuh,kita mampu menyejajarkan negara kita..

  4. indonesia sati mengatakan:

    Harus dan yang penting jangan pernah merendahkan negara sendiri dan jangan pesimis terhadap negara sendiri terus berjuang untuk negara, walaupun sedikit tetap akan berpengaruh, walaupun seorang tetap akan bisa merubah INDONESIA

    MERDEKA!!!!!!!!!

  5. Adhitya mengatakan:

    “believe it”
    Segenap Warga Negara Indonesia menghargai sepenuhny Perjuangan para Pahlawan RI..
    Perjuangan & Rela berkorban berdasarkan Ketuhanan YME,perjalanan perkembangan NKRI mulai detik ini dan yang akan datang..
    _Kemerdekaan NKRI_

  6. agus sri danardana mengatakan:

    Salah satu kekayaan yang mulai terabaikan adalah bahasa Indonesia (BI). Meskipun masih diakui sebagai pemersatu bangsa, BI tidak pernah mendapat perhatian serius para elit bangsa. Jangankan turut memikirkan penanganannya, menggunakannya pun mereka tidak semena-mena.

  7. baron mengatakan:

    BANGSA maaf qta ga perlu nylain BANGSA qta dan malu,coba qta semua bangkitkan rasa peka qta terhdap sesama,smua saudaraku se INDONESIA pasti bisa!!!!
    para politisi yang lg berebut kekuasaan tau dirilah kau!
    kau besar karna siapa jngan BANGSA ini jadi bulan2an…

  8. haekal m mengatakan:

    saya bangga dengan indonesia
    saya sangat yakin indonesia akan menjadi negara maju beberapa tahin kedepan

  9. boggy mengatakan:

    bangun pondasi saat ini yang bobrok

    kalau bisa ada perkumpulan yang kuat dan berperan

    masalahnya sekarang yang bicara adalah “pengusaha”

    see fakta yang ada, kita coba untuk lebih maju
    sayapun punya cara sendiri semoga kita bisa saling membantu

    NKRI harga mati!

  10. ashary mengatakan:

    Saya yakin bahwa Indonesia adalah yang penuh potensi Sumber Daya Alam baik di darat,laut maupun udara. Tapi kenapa semua SDA tersebut selalu di eksploitasi oleh pihak asing??? Sebuah pertanyaan yg selalu ditanyakan setiap orang, tapi tidak pernah bisa dijawab semua orang.
    Salah satu pokok permasalahannya adalah tidak adanya keseriusan baik dari pemerintah, peneliti dan kalangan industri untuk benar-benar menggali dan memanfaatkan SDA tersebut. Yang ada adalah pemerintah membuat program yang “seakan-akan” berorientasi pada riset” padahal yang penting “ASAL ANGGARAN CEPAT HABIS” tanpa arah yang jelas. Sedangkan peneliti selalu mengusulkan topik riset berdasarkan “TREND PASAR”, agar proposalnya lolos, walau prakteknya hanya bersifat teori saja bahkan yg lebih parah lagi laporannya berupa “MENGARANG INDAH”. Pihak industri melihat kedua hal tersebut sehingga lebih menyukai untuk membeli lisensi dari luar negeri krn tidak beresiko, selama ini sering dikecewakan kalau bekerjasama dg para peneliti dalam negeri…..jadi yaa….kalau masih seperti ini saya pesimis riset di Indonesia bisa menyamai riset di negara-negara maju. Walaupun demikian, saya pribadi terus bersemangat melakukan riset, dengan dana ala kadarnya…….mudah-mudahan dengan hasil yang tidak sekedarnya.

  11. Andi mengatakan:

    saya rasa indonesia banyak memiliki potensi dan kemampuan yang dimiliki indonesia, dan Optimis selalu kalau IPTEK yang ada di indonesia dapat dikembangkan dan juga bisa disejajarkan dengan negara lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s