Aku Cinta Buatan Indonesia

Posted: 25 Februari 2009 in Indonesia, Pejuang, Produk Dalam Negeri

sepeda-lokalOleh: Cerpenista.com

Sepedaku ini memang bukan yang paling mewah di antara teman-temanku. Tapi ini buatan Indonesia, tahun 1898. Ada kebanggaan tersendiri bila memakainya. Aku heran dengan orang2 itu, apa sih yang dibanggakan dari barang import.

Ya, mereka bangga akan Raleigh dan Fongers. Hmmm aku ragu apakah pada 1898 sudah ada sepeda bikinan lokal. Tapi itu tak penting kan ?

aku pun mengambil ember dan lap, maklum lah, sepeda berharga harus disayang dong…

“Mas, maaf numpang tanya..”aku terkejut.”Apakah sepeda ini dijual, mas? Saya ingin cari merek sepeda seperti ini, tapi baru liat yang mulus seperti ini. Boleh ya mas?” Tampak seorang gadis cantik di pintu rumahku. Wajahnya tampak segar dan ceria.

Aku melihat kembali sepedaku, berpaling lagi menatap gadis itu. “Ah..gadis semuda ini tertarik dengan sepeda yang jauh lebih tua dari umurnya, mungkinkah itu? Bukankah gadis-gadis jaman sekarang lebih suka mengoleksi LV dan Gucci? jangan-jangan…

mukanya tak sebanding dengan umurnya yg tua?

Tapi namanya pun seperti gadis Indonesia lainnya, namanya Endang Sukamti.Aku berusaha meluruskan pandangannya terhadap kualitas barang lokal.”Tapi mas, ini betul2 asli ya mas? Saya benar2 suka buatan Indonesia. Di rumah pun saya saya pake produklokal.

“Ow. tentu saja ini produk lokal asli 100% garansi sampe saya mati” Ujarku dengan senyum yang mempesona. Endangpun tersenyum menatapku.

“jadi bolehkah kubeli sepeda ini?” tanya gadis itu dengan senyum indah dmukanya. “atau aku harus menunggu sampai kamu mati?” tanyanya dgn tenang.

Walaupun tenang, kata2 itu menusuk perasaanku. Aku tidak mau dihina oleh Endang. “Maaf, mbak, sepeda ini mahal lho. kemarin ada yang nawar 2 milyar, tapi belum saya kasihkan”. Endang mengernyitkan keningnya, “2 Milyar?? Itu uang semua atau campuran??

“Jelas-jelas itu semuanya uang, memangnya uang ada campurannya?” Jawabku dengan kesal.

“oh, dua milyar kayaknya kurang” seakan dia mencoba membuat sepedaku layak dijadikan lelucon,”digenapin aja mas, jadi enam milyar..biar jadi topik utama selama berbulan-bulan” wanita ini memang bukan tipe orang yang cemerlang didunia etika.

“Bedebah kunyuk perempuan ini, belum tahu siapa saya?” ujarku dalam hati.

“saya tahu siapa kamu”, sahut perempuan itu.

“Kamu Andi kan?”.

” Emang napa? ada yang salah dengan aku, ” kata andi.

“kamu kan yang beli kutang emasku di ebay 2 hari yang lalu” , sahut Endang.

“wah,salah orang kali kamu..”.

Dalam hati aku agak marah, tapi aku coba tahan kemarahan. Toh perempuan ini tidak tau kalau aku hanya mau pakai kutang dari bahan titanium.

kulewati hariku lagi bersama spedaku tersayang.

dan juga bersama kutang titaniumku yang kupakai tiaphari.

Aku termenung, menimbang-nimbang, jual, tidak, jual, tidak. Sayang banget aku sama sepeda tuaku itu. Entah setan mana yang membuatku menjualnya. Aku tidak rela, bahkan bila ada bencong yang mau merebut sepeda itu. Bencong berkutang.

Lebih baik aku jual saja kutang titaniumku ini, aku mau membeli kutang baru yang lebih bagus, terbuat dari kristal, mumpung lagi obral di pasar kutang “Kutangkucinta cawetkucium”.

Tapi aku agak ragu, kata temanku kristalnya bukan Swarovski, tapi kristal abal-abal yang dibuat di sebuah pabrik di hulu sungai celewung.

Tanpa itu, sulit untuk melepas sepedaku. Tapi dia tetap memberikan aku uang enam milyar dollar itu. Aku bingung, diapakan uang itu ya. mendingan untuk memajukan industri dalam negeri saja ya.

tapi setelah aku pikir-pikir lagi, bagaimana aku bisa memajukan industri negri ini, bahkan aku yang masuk golongan gender yang disebut pria masih memakai kutang,terbuat dari titanium lagi. memikirkannya saja aku seakan menjadi gila dengan uang itu.

Yang terpenting aku hanya mau membeli produk dalam negeri saja. Kutang titaniumku ini juga produk dalam negeri lho, jangan salah.

Sekarang Indonesia sudah maju, jadi bikin apa2 sudah bisa. Tapi bahan bakunya itu lho, harus import. Inilah yang jadi kelemahan kita. Sebetulnya kita ini tidak kalah lho dalam hal intelegensi, cuma memang harus lebih disiplin dan ikut aturan.

Pokoknya aku cinta produk dalam negeri, yessss!

Pokoknya cinta walaupun cintaku tak terbalas, terlalu banyak produk yang ku beli tapi membuat aku kecewa.sepedaku ini adalah pengecualian, produk lokal yang sangat membanggakan. apa ada penggantinya bersamaan saat dia berganti pemilik?

Tentu tidak ada gantinya, bung! Sepeda ini punya sejarah yang benar-benar hebat. Dulu dia pernah dipakai untuk mengantarkan naskah Proklamasi dari Rengasdengklok ke Jakarta. Sepeda ini jualah yang dipakai pejuang gerilya RI mengantarkan berita.

Semuanya itu akan kembali pada pribadi masing-masing.Apakah kita sudah menyadari pentingnya produk dalam negeri bagi masyarakat kita ini??

Kita harus jadi tuan rumah di negara kita sendiri. Jangan kita sudah merdeka tapi tidak bisa menikmati kemerdekaan itu.

MERDEKA!!!!

dan terdengarlah alunan lagu Indonesia Raya.

Maka dengan spontan akupun berdiri tegap dan mengambil sikap hormat kepada Sang Merah Putih dan ikut bernyanyi dengan lantang.

ternyata itu lagu dari tv di toko tv seberang, yang lagi muter rekaman 17 an kemaren.

Padamu Negeri kami mengabdi…

terdengar alunan suara serempak anak2 pulang dari sekolah . . .

“Aku cinta, kamu cinta, semua cinta… buatan Indonesia…..” Begitulah lagu yang dikarang oleh Bimbo. Ini bisa jadi lagu wajib dalam produksi dalam negri.

Tanpa berpikir, kunaiki sepedaku, akupun meluncur ke tengah jalan, namun tiba-tiba…

Sadelnya terlepas. Untung aku segera sigap meloncat. Tapi sayangnya aku mendarat di sawah milik Pak Tani yang memiliki anak perempuan yang cantik dan pelupa.

“bapak!! ini sadel sepedamu yang hilang 10tahun laluuu!!” teriaknya kepada pak tani.

“Ya!! Makasih ya nak!! Sudah saya pasang lagi tuh…” Katanya dengan cepat.

Cepat-cepat kupasang untuk melanjutkan perjalanan. Tapi karena sadelnya memang sudah tua, tak heran sering lepas. Jadi, aku sekalian pergi ke toko “AntiBangkrut” untuk membeli lem sagu supaya sadelnya bisa direkatkan.

Dengan susah payah aku menempelkan sadel itu. Memang aku cinta sepeda buatan asli indonesia ini.

Berikutnya, seperti film-film horor buatan Indonesia, sadelku bergerak sendiri. “Apa-apan ini ???!!!”.

Komentar
  1. djoenaidi mengatakan:

    MERDEKA!!!
    YES I LOVE MADE INDONESIA
    POLYTRON,MASPION,DLLL
    MERDEKA!!!

  2. Fans Indonesia mengatakan:

    Pokoknya saya kalau beli laptop beli yang buatan Indonesia. Kalau saya jadi pemimpin negeri ini, tidak ada lagi impor barang-barang yang bisa diproduksi dalam negeri

  3. alfath mengatakan:

    Bangkrutlah Indonesia Raya

  4. alya mengatakan:

    “MARI KITA MENCINTAI BARANG BUATAN INDONESIA”
    cinta dalam hati,
    cinta dalam negeri,
    cintaku pada Indonesia

  5. solokomunitas mengatakan:

    mas. boleh tau ga merk nya apa?? biar temen2 onthel bisa tambah referensi… thanks….

  6. obo mengatakan:

    Humber CD ukuran 650/26 mm (tahun 1953)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s