Nasionalisme Tinggal Cerita

Posted: 1 Februari 2009 in Indonesia, Nasionalisme, Pertahanan Dan Keamanan

bendera-sobekOleh : Aulia Asep Ralla

Nasionalisme menurut kamus bahasa Indonesia berarti paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, politik untuk membela pemerintah sendiri, atau kesadaran keanggotaan suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabadikan indentitas, integritas, kemakmuran serta kekuatan bangsa dan semangat bangsa.

Dulu, ketika bangsa ini masih dijajah Belanda atau Jepang, nasionalisme begitu lekatnya pada setiap anak bangsa untuk bangkit dan berjuang dengan gigih untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Nasionalisme saat itu merupakan tonggak untuk berjuang demi kemerdekaan dan melepaskan diri dari belenggu penjajah yang menguasai Indonesia beberapa abad lamanya. Kini, nasionalisme bangsa Indonesia tinggal sebuah cerita. Diakui atau tidak, disadari atau tidak nasionalisme sekarang ini hanya dimiliki oleh sebagian generasi bangsa Indonesia. Tentunya pembicaraan nasionalisme ini terlepas dari TNI.

Bagi mereka nasionalisme bukanlah barang baru, karena senantiasa dipupuk dan dilestarikan dalam kehidupannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi nasionalisme bangsa kita sekarang ini begitu memprihatinkan. Semua itu bukan serta merta dan tanpa sebab. Bila kita kaji lebih mendalam, merosotnya nilai nasionalisme tersebut lebih banyak diakibatkan oleh perubahan jaman yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu,

Pertama, berkembangnya pemahaman yang keliru terkait siapa yang paling bertanggungjawab terhadap bela negara. Opini yang berkembang dalam masyarakat saat ini adalah “membela bangsa dan negara” hanya merupakan tanggungjawab tentara sebagi komponen utama pertahanan.

Kedua, setelah reformasi bergulir, sebagian besar bangsa Indonesia terkena penyakit Euforia reformasi dan demokrasi akut, hal ini menjadikan rakyat mudah dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan baik lokal maupun asing yang pada dasarnya ingin menghancurkan bangsa dan negara dengan mengembangkan berbagai isu terkait reformasi, demokrasi serta penegakkan hukum dan HAM dalam negeri.

Ketiga, sebagian besar kaum cendekiawan, politisi pejabat negara dan tokoh-tokoh terkemuka kehilangan sikap antisipasi dan kewaspadaan. Hal ini diperparah akan keyakinan bahwa Indonesia tidak akan mendapat ancaman dan gangguan sampai dengan 10 tahun kedepan.

Keempat, krisis ekonomi yang berkepanjangan membuat rakyat lebih suka berfikir dan bersikap bagaimana cara mencukupi kebutuhan hidupnya daripada memikirkan sebuah nasionalisme.

Kelima, Banyak sekali gerakan-gerakan bawah tanah yang berupaya mengubah pola pikir rakyat untuk senantiasa merasa tidak puas terhadap kebijakan dan keputusan pemerintah. Hal ini secara perlahan namun pasti akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, yang selanjutnya akan menjadi bom waktu munculnya keinginan memisahkan diri dari NKRI.

Melihat kondisi bangsa yang semakin meninggalkan nasionalisme sebagai hal yang pokok dan harus dimiliki oleh bangsa ini, maka seluruh komponen bangsa khususnya yang masih memiliki nasionalisme tinggi hendaknya mengkampanyekan sekaligus mengajak dan menghimbau seluruh komponen bangsa untuk menggelorakan kembali rasa nasionalisme. Penurunan kadar nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, bela negara dan militansi bangsa di dalam berbagai sendi kehidupan rakyat patut kita renungkan bersama, dan selanjutnya perlu ditentukan cara-cara bijaksana untuk mencegah proses erosi dan degradasi rasa kebangsaan itu sendiri.

Wawasan nasional dan ketahanan nasional menjadi sangat penting untuk disosialisasikan dan digelorakan secara terus menerus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga tercipta kondisi yang siap dan kuat setia setiap saat dalam membela, melindungi dan mengamankan kelangsungan NKRI yang kita cintai ini.

About these ads
Komentar
  1. al mengatakan:

    bukankah nasionalisme bangsa ini masih ada dengan sama2 ingin memberantas korupsi, memperbaiki kebobrokan di tingkat lembaga2 dll?
    boleh saya berbincang lebih jauh dengan pak Aulia?saya akan kirim beberapa pertanyaan melalui email, boleh?
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s